Mencermati Dakwah Anak Muda, Perhatikan Lompatan Budayanya

0
202

Oleh: Asya Hujjah El Imani

Disrupsi inovasi sesungguhnya adalah istilah pemasaran namun bisa kita pinjam untuk mendeskripsikan kondisi kekiniaan yang secara operasional menunjukkan pergeseran inovasi dari produk konvensional ke produk berbasis teknologi informasi.

Saat ini penyediaan layanan publik dan distribusi informasi telah banyak memanfaatkan teknologi informasi. Manusia dituntut akrab dengan benda-benda teknologi informasi kekiniaan beserta standar operasional pengunaannya.

Selain globalisasi dan disrupsi inovasi, komposisi penduduk di Indonesia juga telah berubah. Penduduk usia produktif sedang mendominasi Indonesia. Mereka adalah para generasi dalam rentang usia 18 tahun-37 tahun atau sekarang akrab disebut sebagai generasi milenial.

Mereka energik, muda, tumbuh dan berkembang dalam arus modernisasi. Saya sendiri yang juga bagian dari generasi milenial mengakui bahwa generasi milenial itu unik dengan beragam kreativitas masing-masing.

Banyak dari generasi milenial yang telah berhasil menjadi kreator, memiliki cara berpikir yang unik, out of the box, dan di luar mainstream untuk bertahan hidup di tengah tekanan sosial ekonomi yang kian besar dan pergeseran kehidupan sosial ekonomi yang cepat.

Generasi milenial akrab dengan teknologi digital, tidak terlepas dari gadget, dan banyak melakukan click dan share. Kaum milenial aktif menggunakan berbagai macam media sosial dalam kehidupan sosial dan aktivitas ekonomi.

Telah banyak generasi milenial yang menjadi pengelola bisnis start up dengan memanfaatkan fitur dan aplikasi teknologi informasi yang hadir dewasa ini. Mereka menuntut segala sesuatu bersifat mudah, cepat, dan tanggap.

Membicarakan soal generasi millennials dan Gen Z di tengah pusaran politik ini memang kerap menjadi hal yang menarik. Kenapa? Menurut Farazandi, saat ini kedua generasi ini mewakili 40% dari total populasi penduduk di Indonesia. Dan ini dapat berarti kalau generasi ini memiliki kekuatan politik yang cukup penting di Indonesia.

Pertanyaannya, seperti apa karakter mereka sehingga komunikasi brand bisa lebih efektif?

Salah satu karakter dari generasi milenial terhadap tema politik yaitu; mereka terbilang cukup apatis mengenai persoalan politik. Pangeran Siahaan mengatakan, “Mengapa kita apatis soal politik? Karena kita tidak diajarkan bernegara dengan benar.”

Selain memiliki sikap yang apatis, Cameo Project juga melakukan survei untuk bisa menangkap dan memahami sifat dari para generasi milenial ini. Dan menurut Oktora Irahadi, berikut beberapa keunikan dari para generasi ini.

  • 70% dari generasi milenial mengatakan kalau keputusan yang mereka ambil sangat dipengaruhi oleh sekelilingnya.
  • 60 % mengatakan, pengalaman itu lebih baik dibagikan sewaktu atau setelah suatu hal
  • 50% mengatakan kalau pilihan harus relevan dengan yang mereka hadapi sehari-hari, apakah pengetahuan, kemampuan dan apapun yang akan ditawarkan.
  • 90% milenial aktif di dunia digital, dengan mengandalkan media sosial dan search engine sebagai media yang paling banyak mereka gunakan.

Belum cukup sampai di situ, ada pula beberapa karakteristik lain dari para millennials dan Gen Z ini, seperti yang dirangkum oleh Oktora:

  • Mereka adalah digital savvy, di mana selalu menggunakan aspek digital di dalam hidup mereka, mulai dari belajar sampai mencari hiburan.
  • Mereka juga selalu mencari alternatif untuk mendapatkan simbol status sosial.
  • Mereka juga merupakan generasi yang cepat bosan, mereka butuh untuk mendapatkan penyegaran setiap harinya.
  • Mereka senang untuk mengikuti orang-orang yang bisa menghibur atau menginspirasi mereka.
  • Mereka suka untuk datang ke event yang berhubungan dengan mereka, sebagai simbol dari status sosial mereka.

Konten Dakwah Yang Update

Setelah mengenal karakteristik dari para generasi milenial dan Gen Z ini tentu akan memudahkan brand untuk membangun pesan yang tepat supaya dapat diterima. Dan karena memang karakter utama mereka senang beraktivitas di dunia online, menjangkau mereka lewat media digital mungkin menjadi salah satu cara terbaik untuk mendekatkan diri dengan mereka. Milenial memiliki fears of missing out yang cukup besar. Sehingga konten yang tepat untuk menarik perhatian mereka adalah yang bersifat emosional dan konkret.

Namun ada pula beberapa tipe konten lain yang juga dapat menarik perhatian mereka. Seperti yang sudah diungkapkan di atas, kalau para generasi muda ini berlaku apatis terhadap berbagai situasi termasuk kejenuhan model dakwah konvensional. Menurut survei yang dilakukan oleh Cameo Project, 8 dari 10 orang millennials itu tidak peduli pada iklan agama apa pun dan siapapun kecuali bersifat entertaining. Sehingga Oktora merekomendasikan kalau ingin relevan dengan anak-anak muda ini, para marketers haruslah menggunakan unsur entertaining.

Walau melalui media online memang menjadi cara yang efektif untuk bisa mendapatkan perhatian para anak muda ini, tetapi ternyata mengadakan kegiatan offline juga tidak kalah penting. Farazandi mengungkapkan, cara untuk bisa mencapai generasi millennials yakni dengan menerapkan O2O. Online to offlineOnline itu untuk menarik awareness, sementara offline untuk direct approach. Kegiatan offline yang kerap kali mengundang masyarakat untuk mengikutinya adalah sebuah event yang relate dengan minat mereka. Cara membuat event politik yang baik itu dengan, mengenali audiens, membuat unique design, dilakukan pada waktu dan tempat yang tepat, serta konten itu sendiri.

Banyak yang bilang tak kenal maka tak sayang, dan memang untuk bisa menarik atensi dari para generasi millenials dan Gen Z melalui topik politik, yakni dengan mengenal terlebih dahulu karakter mereka serta mencapainya melalui konten yang menghibur namun tetap relevan. Namun adapula beberapa PR yang perlu diperhatikan brand. Sekarang ini untuk tap in ke anak muda itu mungkin fokusnya lebih ke edukasi. Agar nantinya kita dapat mengukur cara dakwah lebih akurat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.