Mendag: Stop Impor Bawang Bombay

0
1248

Oknews.co.id, Malang – Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Enggartiasto Lukita akan menghentikan impor bawang Bombay.
“Saya akan stop secepatnya,” kata Enggartiasto di Pasar Terpadu Dinoyo (PTD), Kota Malang, Jumat (30/6/2017).

Kualitas bawang merah lokal juga tidak kalah dengan bawang Bombay. Makanya Enggartiasto mempertimbangkan untuk menghentikan impor bawang Bombay yang sudah dimulai setahun lalu itu.

“Harganya juga kalah dengan bawang merah lokal. Saya segera koordinasi dengan Kementerian Pertanian (Kementan),” ujarnya.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementan akan menggalakan produksi bawang merah massal dari petani. Berbeda dengan bawang merah, Indonesia masih mengandalkan bawang putih impor. Saat ini impor bawang putih ke Indonesia mencapai 95 persen.

“Tetapi Indonesia masih bisa produksi bawang merah sendiri,” paparnya.

Di sisi lain, Enggartiasto mengatakan harga sejumlah bahan masih relatif stabil hingga H+5 Lebaran.

Hal itu berbeda dalam 10 tahun terakhir. Biasanya harga kebutuhan dapur selalu naik menjelang Lebaran dan pasca Lebaran. Politisi Nasdem itu pun mengapresiasi Pemkot Malang yang mampu mengendalikan harga.

“Orkestrasi ini langsung dipimpin Presiden sehingga stok terkendali dan harga terkendali,” tegasnya.
Enggartiasto mengaku sudah menyusun strategi agar harga stabil sejak Oktober 2016. Pemerintah menyediakan pasokan bahan sehingga tidak terjadi kekosongan.

Selain itu, petugas juga bertindak tegas kepada para tengkulak yang menyimpan bahan. Tim dari pusat dan dinas di tingkat II sudah melihat ketersediaan pasokan sejak H-10 Lebaran.

“Tim terus memantau dan tidak ada laporan tangkapan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang, Wahyu Setianto mengatakan kebutuhan komoditi di Kota Malang terpenuhi karena sudah disiapkan jauh-jauh hari. Sayuran di-stok dari Kota Batu. Sedangkan sembako dipasok dari Kabupaten Malang.
“Jadi masih di kawasan Malang Raya,” paparnya