Menuju Indonesia Mandiri Energi, Mahasiswa Fisika UM Ciptakan Nanogenerator-Solar

0
252

Oknews.ok.id-Penggunaan energi fosil sebagai sumber energi utama saat ini semakin meningkat, akan tetapi jumlahnya semakin lama semakin berkurang dan harganya semakin mahal. Hal ini  menjadikan 3 Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM), Atika Sari Puspita Dewi, Muhammad Irfan Sanusi dan Rizky Aditya Sawitri  untuk mengembangkan energi terbarukan dengan teknologi nanogenerator yang terintegrasi dengan solar sel dalam satu perangkat. Teknologi ini dapat mengkonversi energi mekanik dan cahaya matahari menjadi energi listrik.

Atika  sebagai ketua tim peneliti  menjelaskan “energi mekanik sangat berpotensi sebagai sumber energi terbarukan karena dapat dijumpai di sekitar kita dan saat ini masih kurang termanfaatkan”. Teknologi hybrid yang sedang dikembangkan dalam penelitian ini merupakan material ZnO nanorod yang ditumbuhkan pada subtrat mika yang telah dilapisi emas, kemudian ZnO nanorod dilapisi dengan bahan tembaga (II) oksida supaya bisa berfungsi sebagai sel surya. Saat ini tegangan yang dihasilkan dari perangkat sebesar 15-20 Volt dengan arus 0,2 Mikro Ampere pada setiap energi mekanik yang dikenakan. Sedangkan efisiensi sel surya yang dihasilkan masih relatif kecil. Dengan ukuran 2×3 cm dan tebal tidak lebih dari karton, perangkat ini  diharapkan mampu diaplikasikan pada berbagai objek seperti pada sepatu, alas karpet, bahkan pakaian yang digunakan sehari-hari. Sedangkan nanogenerator ini dapat dengan maksimal menerima energi mekanik yang diberikan kemudian mengkonversikannya menjadi energi listrik. Energi listrik yang dihasilkan nantinya dapat disimpan dalam baterai seperti halnya power bank. Selain itu, teknologi ini juga dapat dimanfaatkan untuk menjalankan perangkat elektronik berdaya rendah tanpa menggunakan baterai seperti jam tangan.

Ketiga inventor muda dibawah bimbingan Nandang Mufti, M.T., Ph.D ini terus mengembangkan teknologi hybrid nanogenerator–sel surya yang mereka buat agar menghasilkan perangkat dengan efisiensi tinggi. “Tidak mudah untuk dapat menggabungkan dua teknologi ini menjadi satu kesatuan, masih banyak eksperimen yang  harus kami lakukan untuk menemukan formula yang tepat agar menghasilkan perangkat  dengan efisiensi yang tinggi”, papar Irfan.

“Hasil kerja tim kami tidak sia-sia, inovasi ini mendapat perhatian dan bantuan biaya dari Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Program Kreativitas Mahasiswa-Penelitian Eksakta (PKM-PE)”, tutur Rizky. Saat ini mereka, masih terus mengembangkan dan menyiapkan diri untuk dapat mempresentasikan hasil inovasi mereka di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-31 di Universitas Negeri Yogyakarta pada tanggal 28 Agustus-2 September 2018. (Atika, Udin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.