Misteri Suara

0
29
Penulis Perempuan yang tinggal di kota Malang

Oknews.co.id – Suara adalah pemampatan mekanis atau gelombang longitudinal yang merambat melalui medium. Medium atau zat perantara ini dapat berupa zat cair, padat, gas. Ini sunnatullah yang dapat kita lihat secara faktual di alam semesta, lalu apa hubungannya dengan politik.

Suara akan keluar karena adanya ‘medium’, Nabi Muhammad menerima wahyu pun dengan perantara atau medium baik melalui malaikat yang dimaknai makhluk yang bebas nilai fisik, bunyi, dan berbagai medium. Maka kunci suara akan ‘keluar’ bila melalui medium yang tepat.

Demikian pula dalam demokrasi ‘one man one vote’ , setiap kontestan akan berusaha meraih suara terbanyak, sosialisasi dan konsolidasi adalah medium yang tepat, bila mengikuti sunatullah demokrasi akan menjadi berkah dan berjalan alamiah, akan tetapi bila peran musyawarah atau konsolidasi sebagai kesepakatan komunal atau jamaah dipotong dan diganti dengan peran uang dan transaksi kekuasaan, maka rusaklah keberkahan demokrasi.

Begitu pula upaya manipulasi pemilihan, akan melahirkan penipuan dan kebohongan baru, sistem dibangun dengan tujuan memperoleh kebaikan bersama ternyata kini mengalami pembelokan pastilah ada yang dikorbankan bahkan menjadi penderita atas perilaku masif yang keluar dari sunnatullah, yaitu menggunakan segala upaya halal untuk mencapai tujuan bukan menghalalkan segala cara untuk memuaskan tujuan.

Maka demokrasi bukanlah memamerkan identitas semu untuk memenangkan pertarungan, tetapi mengikuti gerak alam yang telah digariskan Sang Pencipta Alam Semesta, pemilik suara adalah rakyat, siapa yang dekat dengan rakyat itulah yang menang, siapa yang hatinya bertaut itulah pemilik suara yang sesungguhnya, sebuah deskripsi nyata dalam dunia politik kita.

Blusukan Jokowi dengan berbagai skenarionya atau strategi politik identitas Prabowo mampukah menjadi medium, karena penentunya kembali kepada Ummat Islam sebagai pemilik suara yang terbesar di negeri ini. Maka 89% suara ummat Islam sedang direkayasa bahkan dikecilkan bahkan dibuat opini seakan akan hanya ‘tambel butuh’ atau hanya dibutuhkan untuk memenangkan kontestasi di Pemilu saja.

Maka kesadaran jamaah harus dibangun dengan sungguh-sungguh, suara harus solid dan hanya dari Ummat Islam untuk Tegaknya kepentingan Ummat Islam. Oleh karena itu nada terindah dari suara lahir dari partai yang sungguh membela kepentingan Ummat Islam yaitu PAN, PKS dan Gerindra, karena catatan tentang Penista dan Pengkhianatan masih terekam dengan jelas dalam ingatan kita.

Allah telah menunjukkan kepada kita, maka inilah ijtihad yang harus kita ambil, faida azzamta fatawakal alallah

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.