Muhammadiyah Politik dan Politik Muhammadiyah

0
312

Oleh : Uzlifah

“Muhammadiyah dituntut untuk terlibat aktif dalam proses kehidupan sosial politik bangsa, keterlibatan aktif tersebut merupakan keharusan sejarah, bagaimanapun Muhammadiyah telah berpartisipasi aktif jauh sebelum Indonesia merdeka. Peran sosio -politiknya ditunggu banyak pihak, khususnya dalam membangun moral dan etika politik. Moralitas dalam politik Indonesia hampir punah dalam politik elite-elite berkuasa, elite berkuasa semakin jauh dari aspirasi masyarakat dan kehidupan elite berkuasa terus menunjukkan kemewahan dan kemegahan di tengah masyarakat luas. Tugas Muhammdiyah dengan konsep kadernya tersebut dapat memberikan konstribusi bagi pembangunan politik Indonesia yang beradab, bermoral dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Muhammadiyah harus mengembangkan gagasan politik yang prospektif bagi konstruksi Indonesia yang beradab serta kader yang memiliki visi kemanusiaan, keindonesiaan dan kebangsaan.”

Buya Syafii Maarif (2017)

Inilah konsep politik  Muhammadiyah sebagaimana dijelaskan melalui Kepribadian Muhammadiyah,

 

“Muhammadiyah tidak buta politik, tidak takut politik, tetapi Muhammadiyah bukan organisasi politik. Muhammadiyah ataupun soal-soal politik yang mendesak-desak urusan agama Islam, maka Muhammadiyah akan bertindak menurut kemampuan, cara, dan irama Muhammadiyah sendiri.”

 

Sikap Muhammadiyah sejalan dengan high politicsyang dapat diartikan dengan memposisikan dirinya untuk tidak terlibat dalam politik praktis, namun dapat melakukan kegiatan-kegiatan seperti memerangi korupsi, megajak masyarakat luas untuk memerangi

ketidakadilan, menghimbau pemerintah untuk terus membangun demokrasi dan keterbukaan, dan sebaliknya menghindari Muhammadiyah dari manuver-manuver politik untuk memperebutkan kursi DPR, meminta bagian di lembaga eksekutif, membuat penekan, dan usaha untuk mempertahankan dan memperluas vasted interest,

Salah satu identitas gerakan Muhammadiyah adalah gerakan dakwah Islam amar ma’ruf nahi munkar . Prinsip dakwah untuk menyeruh kepada kebaikan atau kebenaran dan mencegah kepada keburukan atau kejelekan, merupakan prinsip yang dipegang oleh Muhammadiyah. Oleh karenanya, dakwah yang dimaksud tidak hanya berkaitan dengan masalah-masalah keagamaan semata, tetapi mengandung makna-makna politik.

Dalam lingkupnya dakwah tidak hanya berada dalam ranah keaagamaan, sosial kemasyarakatan, atau pendidikan semata, tetapi juga dalam ranah kehidupan berbangsa dan bernegara. Dakwah tidak hanya ditujukan kepada tataran masyarakat umum atau wilayah kultural yang “murni”, namun juga pada tataran kepemerintahan, negara, politik dan birokrasi, bahkan mencakup semua aspek kehidupan. Sebagaimana yang dijelaskan dalam “Khittah Muhammadiyah dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara”, Denpasar 2012;

 

“Muhammadiyah senantiasa memainkan peranan politiknya sebagai wujud dari dakwah amar ma;ruf nahi munkar dengan jalan mempengaruhi proses dan kebijakan negara agar tetap berjalan sesuai konstitusi dan cita-cita luhur bangsa. Muahammadiyah secara aktif menjadi perekat bangsa dan berfungsi sebagai wahana pendidikan politik yang sehat menuju kehidupan nasional yang damai dan berkeadilan.”

Maka pilihan untuk terlibat dalam kegiatan politik merupakan konsekuensi logis dari pemahaman keagamaan yang bersifat integratif.Relasi sosial politik dengan berbagai lembaga dan sikap maupun responnya terhadap dinamika politik dilakukan Muhammadiyah untuk mencapai cita-cita sosialnya.

Tujuan terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya hanya dapat tercapai dengan memaksimalkan seluruh sarana dan prasarana yang tersedia, termasuk politik. Maka Muhammadiyah menyakini bahwa politik dalam kehdupan bangsa dan negara merupakan aspek dari ajaran Islam dalam urusan keduniawian (alumur ad dunyawiyat) yang harus selalu dimotivasi, dijiwai dan dibingkai oleh nilai-nilai luhur agama dan moral yang utama.Karena itu diperlukan sikap dan moral yang positif dari seluruh warga Muhammadiyah dalam menjalin kehidupan politik untuk

tegaknya kehidupan berbangsa dan bernegara. Inilah rel kebijakan politik Muhammadiyah sebagai rambu kita dalam mengambil kebijakan sebagai pimpinan ataupun warga Muhammadiyah, Wallahu ‘a’lam bissawab.

Penulis adalah orang biasa yang tinggal di kampung terpencil dihimpit gedung tinggi kota Malang

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.