Nugraha Hadi Kusuma: Politik Jipolmu adalah Politik Inklusif

0
57

Oknews.co.id – Surabaya, Pilkada Serentak 2020 di Jawa Timur sudah ditabuh genderangnya, maka langkah-langkah politik Muhammadiyah tahun ini terlihat lebih tertata, pola dan gerakannya terstruktur dan rapi dibanding tahun 2018,

Ketua Jipolmu (jihad Politik Muhammadiyah) Jawa Timur, H. Nugraha Hadi Kusuma menyampaikan bahwa Muhammadiyah saat ini mengedepankan politik rahmatan lil alamin yaitu politik yang berbasis pada nilai-nilai dasar ke-Islam-an dan kemanfaatan bagi umat dan alam semesta, secara praksis bukan politik simbolik yang berujung transaksi tetapi pada politik inklusif yang menghasilkan kemanfaatan.

“Kita beralih dari kepemimpinan konvensional kepada inklusif, secara singkatnya, seorang pemimpin inklusif akan menghormati semua sudut pandang yang diberikan oleh para stake holder, maka, pemimpin inklusif juga akan berusaha untuk selalu bertindak adil, tanpa memiliki prasangka yang berlebihan, itu yang jadi manah pimpinan Muhammadiyah Jawa Timur pada kami” ujar pria yang juga menjabart Wakil Ketua LPCR PW Muhammadiyah Jawa Timur ini.
Lantas, apa saja sih yang dilakukan oleh para pemimpin inklusif, sehingga membuat mereka begitu berbeda?  Nugraha menyampaikan, berikut ini.

1. Pemimpin Inklusif Selalu Berusaha Memahami Alam Bawah Sadarnya. 

Seringkali, pikiran bawah sadar kita mendorong kita untuk berpikir ‘lain’ tentang orang lain. Pikiran-pikiran lain atau negatif yang kita rasakan akan membuat kita kepada pemikiran yang bias. Sehingga, kita akan mudah untuk menghakimi seseorang, tanpa mau mencari tahu apa alasan mereka bertindak dan berpikir secara demikian.
Pemikiran yang bias membuat manusia sulit untuk memahami sudut pandang yang dimiliki oleh orang lain. Memang sih, mustahil bagi kita untuk bisa memahami semua nilai-nilai, kepercayaan, norma-norma, bahkan segala ritual penting yang sangat dipercayai oleh sebagian orang yang mungkin memiliki paham yang berbeda dengan kita.
Nah, disinilah tantangannya! Para pemimpin inklusif selalu melakukan perbincangan dengan hati dan pikiran mereka. Ini berlangsung setiap kali otak mereka mulai berasumsi tentang sesuatu hal terhadap orang-orang yang mereka temui. Dengan kata lain, mereka akan selalu berusaha untuk memahami bias bawah sadar mereka. Dan bawah sadar mereka adalah nilai ketauhidan dan religiustas Islam yang rahmatan lil alamin.

2. Pemimpin Inklusif Membuat Aturan Tidak Tertulis dengan Sangat Jelas.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, pemimpin inklusif akan mengubah pola pikir mereka untuk berusaha memahami sudut pandang setiap orang, terutama para pejabat struktural dan struktural yang ada dibawahnya. Ini memang perlu diterapkan, karena tidak semua orang datang dari latar belakang yang sama, memiliki kepercayaan yang sama, bahkan mereka tumbuh besar dengan budaya yang berbeda-beda.
Dalam hal ini, pemimpin inklusif akan selalu menulis peraturan-peraturan yang tidak tertulis secara jelas. Jadi, setiap orangyang datang dari latar belakang berbeda, kinerja mereka tidak akan terhambat hanya karena peraturan tidak tertulis yang tidak jelas. 

3. Pemimpin Inklusif Tidak Pernah Mengabaikan Hal-hal “Kecil”.

Hal ketiga yang selalu dilakukan oleh para pemimpin inklusif adalah selalu peduli dengan hal-hal kecil. Mereka tidak pernah meremehkan hal-hal kecil karena bagi mereka hal kecil juga bisa memberikan dampak yang besar.
Mari kami berikan contoh yang nyata dalam hal ini, aspirasi baik kawan maupun lawan diperhatikan dengan baik, sebagai seorang pemimpin inklusif, kita mencoba untuk menanyakan keadaan dan memperhatikan secara seimbang sampai hal yang terkecil. Mungkin ini terlihat sederhana ya, namun sebenarnya hal kecil seperti ini sangat berdampak besar bagi mereka. Para pemimpin inklusif tidak hanya berusaha untuk memperhatikan atau sudut pandang semua orang, namun mereka juga tidak pernah meremehkan hal-hal kecil. 

4. Pemimpin Inklusif Selalu Mencoba Memahami Latar Belakang Setiap Orang. 

Dunia dipenuhi dengan orang-orang yang berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Keberagaman inilah yang membuat dunia menjadi lebih indah. Kita bisa mengenal, memahami dan mempelajari kepercayaan atau norma-norma orang lain dari latar belakang yang berbeda-beda. Ini dilakukan dalam bentuk saling menghormati satu sama lain.
Seperti yang sudah kami sampaikan sebelumnya, memahami semua sudut pandang orang lain, tidaklah mudah.  Ras, gender, orientasi seksual, identitas gender, budaya, kemampuan fisik, dan praktik keagamaan setiap orang membuat kita semua berperilaku dan berpikir secara berbeda-beda. Inilah keistimewaan dari pemimpin inklusif. Meskipun ini sulit, namun mereka akan mencoba membuka pikiran dan hati mereka untuk mengerti orang lain yang memiliki latar belakang berbeda dengan dirinya. 

5. Pemimpin Inklusif Percaya bahwa Semua Orang Diciptakan Sama, Meskipun Tidak Semua Orang Memiliki Kesamaan. 

Para pemimpin inklusif sangat percaya bahwa Tuhan menciptakan semua manusia dengan derajat yang sama. Tidak ada yang lebih di atas, dan tidak ada yang lebih di bawah, semuanya sama dan setara. Di sisi lain, para pemimpin inklusif juga memahami dengan baik bahwa meskipun semua orang memiliki derajat yang sama, namun semua orang tidak memiliki kesamaan.
Setiap individu dilahirkan dan dibesarkan dengan cara yang berbeda-beda, mengemban pendidikan yang berbeda dan diajarkan norma-norma, nilai, dan budaya yang berbeda-beda. Dengan kata lain, derajat setiap individu itu sama, namun isi kepala dan hati mereka belum tentu sama. Dan, keberagaman ini selalu menjadi bahan yang dipahami oleh para inklusif, mereka adalah orang-orang yang sangat menghargai keanekaragaman yang ada pada setiap diri manusia. 
Sebuah langkah yang luar biasa untuk sebuah gerakan politik, GERAKAN INKLUSIF sebuah khas Muhammadiyah, Semoga Sukses (Asya)
Editor: Baba Barry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.