Obat Rasulullah Lawan Sihir

0
145

Oleh: Ki Sepuh Kusumadiningrat

Aisyah Radhiyallahu ‘anha, dia berkata :

سَحَرَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ مِنْ بَنِي زُرَيْقٍ يُقَالُ لَهُ لَبِيدُ بْنُ الْأَعْصَمِ حَتَّى كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهُ كَانَ يَفْعَلُ الشَّيْءَ وَمَا فَعَلَهُ حَتَّى إِذَا كَانَ ذَاتَ يَوْمٍ أَوْ ذَاتَ لَيْلَةٍ وَهُوَ عِنْدِي لَكِنَّهُ دَعَا وَدَعَا ثُمَّ قَالَ يَا عَائِشَةُ أَشَعَرْتِ أَنَّ اللَّهَ أَفْتَانِي فِيمَا اسْتَفْتَيْتُهُ فِيهِ أَتَانِي رَجُلَانِ فَقَعَدَ أَحَدُهُمَا عِنْدَ رَأْسِي وَالْآخَرُ عِنْدَ رِجْلَيَّ فَقَالَ أَحَدُهُمَا لِصَاحِبِهِ مَا وَجَعُ الرَّجُلِ فَقَالَ مَطْبُوبٌ قَالَ مَنْ طَبَّهُ قَالَ لَبِيدُ بْنُ الْأَعْصَمِ قَالَ فِي أَيِّ شَيْءٍ قَالَ فِي مُشْطٍ وَمُشَاطَةٍ وَجُفِّ طَلْعِ نَخْلَةٍ ذَكَرٍ قَالَ وَأَيْنَ هُوَ قَالَ فِي بِئْرِ ذَرْوَانَ فَأَتَاهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي نَاسٍ مِنْ أَصْحَابِهِ فَجَاءَ فَقَالَ يَا عَائِشَةُ كَأَنَّ مَاءَهَا نُقَاعَةُ الْحِنَّاءِ أَوْ كَأَنَّ رُءُوسَ نَخْلِهَا رُءُوسُ الشَّيَاطِينِ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلَا اسْتَخْرَجْتَهُ قَالَ قَدْ عَافَانِي اللَّهُ فَكَرِهْتُ أَنْ أُثَوِّرَ عَلَى النَّاسِ فِيهِ شَرًّا فَأَمَرَ بِهَا فَدُفِنَتْ

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, pernah disihir oleh seseorang dari bani Zuraiq yang bernama Labid bin al-Asham, sampai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salllam dibuat membayangkan seolah-olah beliau melakukan sesuatu padahal beliau tidak berbuat apa-apa. Sampai pada suatu hari atau pada suatu malam ketika beliau berada disisiku, akan tetapi beliau terus berdoa dan berdoa, kemudian beliau bersabda, Wahai Aisyah, apakah kamu tahu bahwa Allah telah memberikan jawaban kepadaku tentang apa yang aku tanyakan kepada-Nya tentangya(sihir, -ed)? Ada dua orang yang mendatangiku, satu diantaranya duduk didekat kepalaku dan yang satunya lagi berada didekat kakiku. Lalu salah seorang diantara keduanya berkata kepada temannya,Sakit apa orang ini?Disihir, sahut temannya. Siapa yang telah menyihirnya? Tanya temannya lagi. Temannya menjawab, Labid bin al-Asham. Dalam bentuk apa sihir itu? Dia menjawab, Pada sisir dan rontokan rambut ketika disisir, dan kulit mayang kurma jantan. Lalu, dimana semuanya itu berada? Tanya temannya. Dia menjawab, disumur Dzarwan. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi sumur itu bersama beberapa orang sahabat beliau. Lalu, beliau datang dan berkata, Wahai Aisyah, seakan-akan airnya berwarna merah seperti perasan daun pacar, dan seakan-akan kulit mayang kurmanya seperti kepala syaitan, Lalu kutanyakan, Wahai Rasulullah, tidakkah engkau meminta dikeluarkan? beliau menjawab, Allah telah menyembuhkanku, sehingga aku tidak ingin memberi pengaruh buruk kepada umat manusia dalam hal itu. Kemudian beliau memerintahkan untuk menimbunnya, maka semuanya pun ditimbun dengan segera.

Diriwayatkan oleh al-Bukhari (X/222-Fat-h) dan Muslim dalam kitab as- Salaam bab as-Sihr (XIV/174-Nawawi)

https://oknews.co.id/kelezatan-ikan-b…-dan-kepitingnya/ ‎

Sihir secara bahasa adalah sesuatu yang tersembunyi dan sangat halus penyebabnya. Sedangkan menurut istilah syariat adalah azimat-azimat, mantra-mantra atau pun buhul-buhul yang bisa memberi pengaruh terhadap hati sekaligus jasad, bisa menyebabkan seseorang menjadi sakit, terbunuh, atau pun memisahkan seorang suami dari istrinya.

Sihir itu ada dan memiliki pengaruh yang bisa mencelakakan seseorang dengan taqdir Allah yang bersifat kauni . Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَاهُم بِضَآرِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ بِإِذْنِ اللَّهِ

“Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang bisa mereka gunakan untuk menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka (ahli sihir) itu tidak dapat memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah”.

[Al Baqarah : 102].

Dalam kasus hadis tersebut menjelaskan bahwa orang-orang yahudi bersepakat dengan Labid bin al-A’sham, tukang sihir Yahudi terhebat, untuk menyihir Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melalui media beberapa helai rambut Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Labid meletakkan sihirnya disumur Dzarwan. Sihir yang dilakukan Labid disamping untuk membunuh Nabi SAW juga untuk memisahkan suami dari isterinya. Dalam bayangan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau dapat mencampuri salah seorang istrinya, tetapi setelah mendekatinya, beliau tidak dapat melakukannya. Sehingga perlu menjadi catatan bahwa bila ada pasangan pasutri melihat pasangannya teihat jelek, selalu bertengkar apalagi terlantar berulang kali kata cerai, maka orang tersebut telah terkena sihir dari Jin.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak berhenti untuk terus memanjatkan doa kepada Rabbnya, sehingga Allah mengabulkan doanya dan menurunkan dua malaikat, yang salah satunya duduk didekat kepada beliau dan satu lagi didekat kakinya.

Salah seorang dari keduanya bertanya, Sakit apa dia? disihir, sahut temannya.

Siapa yang telah menyihirnya? Tanya temannya lagi. Dia menjawab, Labid bin al-A’sham, si Yahudi.

Selanjutnya, salah satu Malaikat itu menjelaskan bahwa sihirnya ada pada sisir dan rontokan rambut Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang diletakan di kulit mayang kurma jantan, yang demikian itu adalah berpengaruh lebih kuat dan dahsyat, lalu ditimbun dibawah bongkahan batu di sumur Dzarwan.

Setelah kedua Malaikat itu selesai mendeteksi keadaan Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam, maka Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam memerintah untuk mengeluarkan sihir itu dan menimbunnya, dan dalam beberapa riwayat beliau membakarnya.

Labid bin Ashlam dari kaum Yahudi telah melancarkan tersebut telah melancarkan sihir yang paling dahsyat kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi was allam, tujuan mereka adalah membunuh beliau. Sehingga Nabi panas demam. Diantara sihir itu memang ada yang mengakibatkan kematian.

Berkaitan dengan peristiwa ini Allah Ta’ala melindungi beliau dari tipu daya mereka dengan sekaligus menurunkan surat muawidzatain, yaitu Al Falaq dan An Nas yang berjumlah 11 ayat. Sehingga sihir itu diringankan menjadi sihir yang paling ringan, yaitu sihir ar-rabth (ikatan). Nabi Saw yang mulai terkena sihir bukan berarti derajat kenabian dikalahkan oleh tukang sihir, bukan itu maksudnya. Tetapi karena untuk menjadi Ibroh bagi umatnya bahwa bila terkena sihir bacalah muawidzatain dan beberapa ayat dan Doa serta tahapan tahapan sebagai berikut :

1. Isti’adzah (meminta perlindungan) kepada Allah. Sebagaimana perintah Allah dalam firman-Nya:

وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ ٱلشَّيْطَٰنِ نَزْغٌ فَٱسْتَعِذْ بِٱللَّهِ ۚ إِنَّهُۥ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui. (QS. Al-A’raf: 200)

Allah juga berfirman:

وَقُل رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَٰتِ ٱلشَّيَٰطِينِ

Dan katakanlah, “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan. (Al-Mu’minun: 97)

Isti’adzah yang paling utama adalah dengan membaca surat Al-Falaq dan surat An-Nas, hal ini berdasarkan hadits dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu anhu ia mengatakan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَعَوَّذُ مِنْ الْجَانِّ وَعَيْنِ الْإِنْسَانِ حَتَّى نَزَلَتْ الْمُعَوِّذَتَانِ فَلَمَّا نَزَلَتَا أَخَذَ بِهِمَا وَتَرَكَ مَا سِوَاهُمَا

Dahulu Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam sering berlindung dari kejahatan jin dan ‘Ain manusia hingga turun Al Mu’awwidzatain, maka setelah keduanya turun beliau membacanya dan meninggalkan selainnya. (HR. Tirmidzi: 2058)

2. Bertakwa kepada Allah, berdasarkan firman-Nya:

وَإِن تَصْبِرُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْـًٔا

Jika kamu bersabar dan bertakwa, tipu daya mereka tidak akan memudharatkan kamu sedikit pun. (QS. Ali Imran: 120)

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda kepada Ibnu Abbas radhiyallahu anhu:

احْفَظْ اللَّهَ يَحْفَظْكَ احْفَظْ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ

Jagalah Allah niscaya Ia menjagamu, jagalah Allah niscaya kau menemui-Nya dihadapanmu. (HR. Tirmidzi: 2516)

3. Taubat nasuha dari segala dosa. Karena semua keburukan adalah sebab dari dosa. Allah berfirman:

وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar dari kesalahan-kesalahanmu. (QS. Asy-Syura: 30)

4. Bertawakkal kepada Allah. Tawakkal adalah sebab terkuat untuk menjaga diri dari gangguan makhluk. Allah berfirman:

وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkannya. (QS. Ath-Thalaq: 3)

5. Banyak bersedekah dan berbuat baik kepada manusia. Allah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ

Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik. (QS. At-Taubah: 120)

6. Memperbanyak membaca al-Qur’an, siang dan malam. Di antara ayat yang dianjurkan dibaca untuk perlindungan dari sihir yaitu:

– surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kepada Abdullah bin Khubaib radhiyallahu anhu :

قُلْ : قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ، وَالمُعَوِّذَتَيْنِ ، حِينَ تُمْسِي وَتُصْبِحُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ، تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ

Bacalah : Qul huwallahu ahad, dan Mu’awwidzatain (Al-Falaq dan an-Nas) saat engkau di waktu petang dan waktu pagi sebanyak tiga kali, niscaya itu telah mencukupimu dari segala sesuatu. (HR. Tirmidzi: 3575)

– surat Al-Baqarah, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:

لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنْ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

“Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan, sesungguhnya setan itu akan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al Baqarah.” (HR. Muslim: 780)

– ayat kursi, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:

إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِيِّ لَنْ يَزَالَ مَعَكَ مِنْ اللَّهِ حَافِظٌ وَلَا يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ

“Jika kamu hendak beranjak ke tempat tidur maka bacalah ayat kursi, niscaya Allah akan senantiasa menjagamu dan setan tidak akan mendekatimu hingga pagi.” (HR. Bukhari: 5008)

– dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:

الْآيَتَانِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ مَنْ قَرَأَ بِهِمَا فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ

“Dua ayat terakhir dari surat Al Baqarah, siapa yang membacanya pada suatu malam, niscaya kedua ayat itu akan mencukupinya.” (HR. Bukhari: 5040)

7. Membaca doa berikut

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ غَضَبِهِ وَ عِقَابِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَنْ يَحْضُرُونِ

“Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kemarahanNya, dari kejahatan hamba-hambaNya, dan dari bisikan-bisikan setan dan dari kedatangan mereka kepadaku.

Dilanjutkan dengan

بِاسْمِ اللهِ يُبْرِيكَ، وَمِنْ كُلِّ دَاءٍ يَشْفِيكَ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ، وَشَرِّ كُلِّ ذِي عَيْنٍ

Bismillahi yubrika wa min kulli da-in yasyfika wa min syarri hasidin iza hasada wa syarri kulli zi a’inin.

Dengan nama Allah Dia menyembuhkanmu, dan dari setiap penyakit Dia menyembuhkanmu, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia mendengki, serta dari kejahatan semua pemilik mata.”

Doa ini bersumber dari hadis riwayat Imam Muslim dari Sayidah Aisyah, dia berkata;

كَانَ إِذَا اشْتَكَى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَقَاهُ جِبْرِيلُ، قَالَ: بِاسْمِ اللهِ يُبْرِيكَ، وَمِنْ كُلِّ دَاءٍ يَشْفِيكَ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ، وَشَرِّ كُلِّ ذِي عَيْنٍ

“Rasulullah saw. ketika mengeluh sakit, maka Malaikat Jibril meruqyahnya dengan mengucapkan, ‘Bismillahi yubrika wa min kulli da-in yasyfika wa min syarri hasidin iza hasada wa syarri kulli zi a’inin.’”

Dalam hadis lain disebutkan kalimat ruqyah Malaikat Jibril untuk Nabi Muhammad adalah sebagai berikut:

بِسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ، مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ، مِنْ شَرِّ حَاسِدٍ و عَيْنٍ، واللَّهُ يَشْفِيكَ.

BISMILLAHI ARQIIKA MIN KULLI YUKDIIKA, MIN SYARRI HASIDIN WA A’ININ WALLAHU YASYFIIK.

“Dengan nama Allah aku meruqyahmu, dari segala sesuatu yang mengganggumu, dari setiap kejahatan orang yang hasud dan ‘ain. Semoga Allah menyembuhkanmu.”

HR Muslim 4056

8. Makan makanan yang bergizi seperti madu, Propolis, minyak zaitun, daun kelor, kurma ‘Ajwa, dsb. Tentang yang terakhir Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ تَصَبَّحَ سَبْعَ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً لَمْ يَضُرَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ سُمٌّ وَلَا سِحْرٌ

Barangsiapa di pagi hari makan tujuh biji kurma ‘ajwah setiap harinya, maka tidak akan membahayakan terhadap dirinya baik itu racun dan juga sihir pada hari itu.”

(HR. Bukhari: 5769, Muslim: 2047)

9. Tauhid, ini adalah sebab penjagaan yang paling besar dan paling ampuh dari sebab-sebab yang telah disebutkan. Tanpa tauhid dan memurnikan akidah mustahil dapat kesembuhan. Musir terbesar syetan dari jenis jin adalah tauhid yang murni. Dan sebaliknya kekuatan jin kafir akan bertambah dan semakin kuat mencengkram jiwa dan raga manusia ketika orang tersebut melakukan syirik. Ketahuilah segala nya karena Allah SWT Dzat Yang Serba Maha dan Kuasa atas Segala Sesuatu. Allah Ta’ala berfirman:

وَإِن يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِن يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ

Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya.

(QS. Hud: 107)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.