Pejuang Pendidikan yang Gugur itu, Alumni HMI Tanpa Pamrih

0
4554
Ahmad Budi Cahyono, Alumni HMI Komisariat Sastra Universitas Negeri Malang

Oknews.co.id– Ahmad Budi Cahyono mungkin kita tidak pernah mengenal dia, tapi kini namanya menjadi harum bagi dunia pendidikan di Indonesia, kader HMI Sastra  Universitas Negeri Malang tahun 2009 ini merupakan gambaran betapa tidak adanya penghargaan bagi guru di Indonesia, bayangkan seorang sarjana yang mengajar honorer dengan gaji dibawah 500 ribu berada di tempat terpencil dengan kondisi murid yang beragam tidak mampu berbuat banyak karena tingkat moralitas yang rendah.

Pemberitaan banyaknya guru yang ditahan karena mendisiplinkan murid di berbagai wilayah  Indonesia memberikan wacana perlawanan terhadap etika dan moral yang merupakan dasar penting bagi pendidikan jnasional kita. Perlindungan bagi guru yang lemah dan opini publik yang tidak berpihak pada guru, kini membawa korban Pak Budi Cahyono, seorang guru yang tanpa pamrih mau mengajar SMAN 1 Torjun Sampang.

Menurut Amat Kepsek SMAN 1 Torjun Sampang, Budi Cahyono adalah guru yang rajin dan penuh kreatifitas sambil menuturkan kronologi kejadian sebagai berikut,

Bahwa pada hari Kamis, 1 Februari 2018 pukul 13.00 WIB pada saat sesi jam terakhir , Pak Budi sedang mengajar Mata Pelajaran Seni Rupa di kelas IX materi seni lukis
– Pada saat jam pelajaran, siswa an. Moh. Holili tidak mendengarkan pelajaran dan justru mengganggu teman-temannya dengan mencoret-coret lukisan mereka.

–  Pak Budi menegur siswa Moh. Holili, namun tidak dihiraukan malah si Holili semakin menjadi-jadi mengganggu teman-temannya. Akirnya P. Budi menindak siswa tsb dengan mencoret pipi Holili dengan cat lukis.

– Moh. Holili tidak terima dan memukul Pak  Budi, kemudian dilerai oleh siswa dan para guru. Pak Budi kemudian dibawa ke ruang guru lalu menjelaskan duduk perkaranya kepada Kepala sekolah.

– Saat itu Kepala sekolah tidak melihat adanya luka di tubuh dan wajah Pak  Budi dan mempersilahkan agar Pak Budi pulang duluan.

– Kemudian Kepala sekolah mendapat kabar dari pihak keluarga Pak Budi bahwa sesampainya di rumah, Pak Budi istirahat (tidur) karena mengeluh sakit pada lehernya. Selang beberapa saat Pak Budi kesakitan dan tidak sadarkan diri (koma) dan langsung dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo-Surabaya.

– Berdasarkan keterangan dari para guru yang saat ini berada di RSUD Dr. Soetomo Surabaya bahwa kondisi Guru GTT Smator  Pak Budi sangat kritis dan didiagnosa oleh dokter mengalami MBA (Mati Batang Otak) dan semua organ dalam sudah tidak berfungsi.

Save Guru, Ahmad Budi Cahyono pejuang pendidikan itu kini tiada

Mobil ambulans dari RS Sampang pun oleh pihak RS Dr. Soetomo ditahan agar tidak kembali ke Sampang dulu karena kondisi guru tsb yang sangat kritis dan diperkirakan tidak akan mampu bertahan.

Jenazah Budi diantar para guru, seniman dan berbagai elemen masyarakat, Selamat jalan syuhada

Pukul 21.40 WIB Kadisdik menelpon Anggota Intelkam bahwa P. Budi sudah meninggal dunia di RSUD Dr. Soetomo.  Almarhum meninggalkan istri yang kini hamil 4 bulan.

Pak Budi dan Istrinya  Sintha menjelang wafat

Selamat Jalan pejuang pendidikan, Selamat Jalan Syuhada. (NHK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.