Pemuda Muhammadiyah Kota Malang Totalitas Berpihak pada Mereka Yang Terpinggirkan

0
183
Proses pelantikan PCPM di gedung DPRD lantai 3 Kota Malang

Oknews.co.idMalang, Pelantikan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) & Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kota Malang, periode tahun 2019-2023 yang dilaksanakan di gedung DPRD lantai 3 Kota Malang (07/09/19), menarik sekali ketika Mujahidin Ahmad Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Malang menyampaikan sambutan,

“Suatu siang KHA Dahlan memukul kentongan mengundang penduduk Kauman ke rumahnya. Penduduk Kauman berduyun-duyun ke rumahnya. Setelah banyak orang berkumpul di rumahnya, KHA Dahlan pidato yang isinya menyatakan bahwa kas Muhammadiyah kosong. Sementara guru-guru Muhammadiyah belum digaji. Muhammadiyah memerlukan uang kira-kira 500 gulden untuk menggaji guru, karyawan dan membiayai sekolah Muhammadiyah” ujar putera KH. Ahmad Taufik Kusuma ini.

Didin panggilan kketua pemuda ini melanjutkan,

“Para penduduk Kauman itu terbengong-bengong setelah mendengar penjelasan KHA Dahlan. Murid-murid KHA Dahlan yang ikut pada pengajian Thaharatul Qulub sama terharu melihat semangat pengorbanan KHA Dahlan, dan mereka saling berpandangan satu sama lain, berbisik-bisik satu sama lain. Singkat cerita, penduduk Kauman itu khususnya para juragan yang menjadi anggota kelompok pengajian Tharatul Qulub itu, kemudian berebut membeli barang-barang KHA Dahlan. Ada yang membeli jasnya, ada yang membeli sarungnya, ada yang membeli jamnya, almari, meja kursi dsb. Dalam waktu singkat semua barang milik KHA Dahlan itu habis terlelang dan terkumpul uang lebih dari 4.000 gulden”

“Anehnya setelah selesai lelangan itu tidak ada seorang pun yang membawa barang-barang KHA Dahlan. Mereka lalu pamit mau pulang” lanjut Didin

Tentu saja KHA Dahlan heran, mengapa mereka tidak mau membawa barang-barang yang sudah dilelang. KHA Dahlan berseru, ”Saudara-saudara, silahkan barang-barang yang sudah sampeyan lelang itu saudara bawa pulang. Atau nanti saya antar?”

Jawab mereka  pada KHA Dahlan, “Tidak usah Kiai. Barang-barang itu biar di sini saja, semua kami kembalikan pada Kiai.”

“Lalu uang yang terkumpul ini bagaimana?“ tanya KHA Dahlan.

Kata salah seorang dari mereka, “Ya untuk Muhammadiyah. Kan Kiai tadi mengatakan Muhammadiyah perlu dana untuk menggaji guru, karyawan dan membiayai sekolahnya?”

“Ya, tapi kebutuhan Muhammadiyah hanya sekitar 500 gulden, ini dana yang terkumpul lebih dari 4000 gulden. Lalu sisanya bagaimana?” tanya KHA Dahlan.

Jawab orang itu, “Ya biar dimasukkan saja ke kas Muhammadiyah.

Cerita itu kata Didin harus dimaknai pemuda Muhammadiyah tidak boleh tinggal diam dalam aktifitas kebaikan apapun di Kota Malang ini.

” Kita totalitas berpihak pada yang terpinggirkan dengan bekerjasama dengan semua pihak terutama pemerintah Kota Malang, Legislatif, semua ormas Islam, dan seluruh warga Kota Malang yang kita cintai ini”, Pungkas Dosen UIN Maliki Malang ini

(MR).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.