Pemerintah Malaysia Rancang Undang-undang Anti Hoax

0
129
Najib Razak Perdana Menteri Malaysia

Oknews.co.id – Maraknya berita palsu alias hoax menjadi permasalahan serius akhir-akhir ini. Hal tersebut dapat menjadikan orang-orang yang salah menerimanya dapat terpengaruh dalam hal-hal negativ. Maraknya pemberitaan hoax tersebut tampaknya membuat geram pemerintah Malaysia.

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengajukan beleid yang menghukum para pewarta hoax atau fake news dengan dendayang berat dan hukuman penjara 10 tahun.

Rancangan Undang-undang (RUU) tersebut di tengah menyebarnya isu skanda; dana 1 Malaysia Development Berhad (1 MDB).

Dengan adanya RUU tersebut para penyebar berita hoax akan didenda 500 ribu ringgit atau setara dengan Rp 1,76 miliar, dan/atau 10 tahun penjara.

“Beleid yang diusulkan bertujuan untuk melindungi masyarakat dari berita palsu, dan emastikan hak-hak berbicara dab berekspresi dihormati di bawah konstitusi federal,” ungkap pemerintah Malaysia.

Politisi oposisi Malaysia Ong Kian Ming dalam cuitan di twitternya mengungkapkan bahwa RUU ini merupakan serangan terhadap pers dalam upaya untuk menanamkan rasa takut di kalangan rakyat sebelum GE14 (Istilah Pemilu tahun ini di Malaysia, red*)

Dilansir dari Reuters Asosiasi Pers Malaysia memperingatkan beleid ini dapat melupuhkan media karena akan memberi kekuatan penuh bagi pemerintah untuk menghapus artikel yang dianggap merugikan ketertiban umum. (*/Assa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.