Peran paguyuban orang Tua Era Pandemi

0
138

Oleh: Uzlifah

Paguyuban orangtua siswa kini mulai menjamur di berbagai sekolah di semua jenjang pendidikan. Berbeda dengan komite sekolah, organisasi, atau tepatnya komunitas ini, bersifat nonformal dan nonstruktural. Namun tujuannya relatif hampir sama, yakni bagaimana agar orangtua ikut berpartisipasi dalam pendidikan anaknya di lingkungan sekolah.

Nah, mengingat keterbatasan komite sekolah untuk langsung berkomunikasi dengan semua orangtua, maka dibentuklah paguyuban orangtua siswa di setiap kelas. Lantas, bagaimana seharusnya paguyuban orangtua di masing-masing kelas itu turut berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang ujungnya menciptakan siswa yang berprestasi dan berkarakter? Secara etimologis, kata paguyuban terbentuk dari kata pa + guyub + an (bahasa Jawa). Guyub berarti rukun, atau saling menolong, dan bergotong royong. Sedangkan secara leksikal, paguyuban berarti kumpulan/asosiasi.

 

Menurut Widodo Santoso, Kepala SDN 4 Mangkujayan Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dalam kompasiana.com, yang dimaksud paguyuban orangtua siswa dalam arti luas adalah kumpulan/asosiasi orangtua/wali siswa yang dihimpun dalam wadah satu kelas di mana putra/putri mereka duduk di bangku sekolah untuk membantu pelaksanaan proses pembelajaran agar memperoleh hasil yang memuaskan. Menurut Widodo, ada beberapa peran yang bisa dilakukan paguyuban orangtua untuk membantu memecahkan masalah atau mendukung program sekolah dan komite sekolah, yakni:

Memupuk persaudaraan

Ikatan persaudaraan merupakan kekuatan luar biasa untuk memecahkan segala masalah. Bila ikatan persaudaraan sudah terbentuk di masing-masing kelas di suatu sekolah, suasana sekolah makin baik dan dampaknya mutu proses dan hasil pembelajaran semakin baik.   Wahana komunikasi Menjadi sarana komunikasi antar anggota paguyuban dan antara sekolah dan orangtua/wali murid. Pertemuan rutin yang dipola dan diprogram paguyuban orangtua secara berkesinambungan bisa bermanfaat untuk saling memberi dan menerima masukan, saran, kritikan yang bersifat membangun. Selain itu, juga wahana untuk menyampaikan informasi sekolah kepada orangtua/wali siswa atau sebaliknya. Hasilnya, mempermudah memecahkan masalah dan meningkatkan prestasi belajar siswa.   Meningkatkan semangat/motivasi belajar siswa Kehadiran orangtua/wali siswa ke sekolah membuat senang para siswa karena merasa bangga punya orang yang dianggap pelindung dirinya datang ke sekolah, sehingga timbul perasaan bahwa ada perhatian terhadap dirinya. Rasa senang seperti itu tentu menambah semangat para siswa untuk lebih rajin dan giat belajar, apa lagi setelah ada komunikasi dan informasi antara orangtua dan guru kelas tentang kemajuan belajar siswa.

Memecahkan masalah

Permasalahan di sekolah itu sangat banyak dan kompleks. Paguyuban orangtua/wali siswa dapat diajak musyawarah untuk memecahkan beberapa masalah.   Sumber belajar bagi siswa Sekolah dapat memanfaatkan orangtua/wali siswa yang memiliki kemajemukan latar belakang sosial seperti pekerjaan, keahlian, keterampilan, dan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk bersama-sama menjadi sumber belajar bagi siswa. Hal inilah yang selama ini masih terabaikan atau belum dimanfaatkan sekolah untuk melaksanakan manajemen pendidikan secara otonomi.   Meningkatkan kesadaran dan kepedulian orangtua Paguyuban orangtua dapat meningkatkan kesadaran dan kepeduliannya terhadap kebutuhan dan perkembangan siswa.

Melalui pertemuan orang tua/wali siswa secara rutin akan menyadarkan mereka bahwa kesadaran dan kepedulian kebutuhan sekolah harus kuat. Kalau bukan orang tua/wali siswa siapa yang akan memikirkan pendidikan anaknya?   Menghindari kesalahpahaman dan kecurigaan Seringkali orangtua salah paham dan curiga atas kebijakan pihak sekolah. Niat baik sekolah kadang diterima salah/negatif dan justru menjadi pertentangan luar biasa.  Melalui pertemuan anggota paguyuban orang tua siswa secara rutin tiap kelas, kesalahpahaman itu bisa dihindari. .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.