Perubahan Nama, MAN 3 Malang jadi MAN 2 Kota Malang

0
3589

Oknews,Malang – Siswa madrasah aliyah negeri (MAN) di Kota Malang tidak perlu risau dengan perubahan nomenklatur (nama lembaga). Sebab, hal itu tidak menjadi permasalahan dalam proses pengisian pangkalan data siswa sekolah (PDSS) untuk mengikuti proses Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Itu karena belum ada sosialisasi resmi dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa timur (Kanwil Kemenag Jatim) terkait Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 673 Tahun 2016 yang diterbitkan 17 November 2016.

Perubahan tersebut tidak terlalu berdampak pada MAN Malang 1. Dari MAN Malang 1 menjadi MAN 1 Kota Malang. Hal tersebut disampaikan Kepala MAN Malang 1 Muhammad Husnan, kemarin (12/2). Dia menyatakan, sekolahnya belum menerapkan perubahan nama secara administratif. Alasan pertama, memang belum ada sosialisasi dan petunjuk teknis langsung dari Kanwil Kemenag Jatim yang menindaklanjuti Keputusan Menteri Agama tersebut.

Jadi, proses pendaftaran siswa untuk masuk perguruan tinggi juga tidak terpengaruh. Salah satunya, proses input data pada PDSS. ”Proses untuk mengikuti SNMPTN dipastikan tidak terganggu dengan perubahan nama sekolah,” jelas dia.

Meskipun secara administratif belum diterapkan, tetapi nama baru MAN 1 Kota Malang sudah terpampang di sekolah. Yakni, menggantikan MAN Malang 1 yang merupakan nama lama. ”Itu salah satu bentuk sosialisasi yang kita lakukan secara bertahap di sekolah,” papar Husnan.

Sementara itu, perubahan nama yang mencolok terjadi pada MAN 3 Malang menjadi MAN 2 Kota Malang. Nama MAN 3 Malang digunakan sebagai ganti dari nama MAN Sumberoto yang terletak di Kabupaten Malang. Kepala MAN 3 Malang Binti Maqsudah menyatakan, proses perubahan nomenklatur tidak bisa langsung begitu saja. Butuh proses yang panjang. ”Kemungkinan, perubahan nama dari MAN 3 Malang menjadi MAN 2 Kota Malang pada 2018,” terang dia.

Saat ini, sekolah masih menjalankan sistem administrasi dengan menggunakan MAN 3 Malang. Sosialisasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) juga menggunakan nama MAN 3 Malang. Demikian juga dengan proses input data PDSS untuk mengikuti SNMPTN. Sekolah tidak mengalami kendala karena masih menggunakan nomenklatur yang lama.

Menurut dia, perubahan nama tersebut tidak menjadi masalah besar, meskipun sangat kontras. Sebab, sudah menjadi peraturan dan berfungsi untuk penataan madrasah di masing-masing kabupaten dan kota.

Saat ini, perubahan nomenklatur tersebut masih tahap sosialisasi. Menurut Binti, dengan digulirkannya perubahan nomenklatur tersebut, tidak otomatis bisa berubah tanpa diikuti dengan penyiapan pendukung lainnya. ”Jadi, harus ada penyelerasan dengan lembaga terkait, seperti untuk proses pencairan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA),” pungkasnya.

Kepala Kantor Kemenag Kota Malang Mohammad Zaini menyatakan, perubahan nama tersebut tidak berpengaruh pada legalisir ijazah alumni. Misalnya, alumni MAN 3 Malang hendak legalisir, langsung saja ke MAN 2 Kota Malang. ”Jadi, tidak perlu ada yang ditakutkan dalam perubahan nomenklatur sekolah,” imbuh dia.

Selanjutnya, dia memaparkan, proses perubahan nomenklatur tersebut sesungguhnya sudah dimulai sejak 2014. Itu diawali dengan proses pengumpulan surat keputusan (SK) berdirinya sekolah. Ternyata, baru akhir 2016 PMA-nya diturunkan.

Mantan kepala Kantor Kemenag Kota Kediri itu menyatakan, perubahan nomenklatur madrasah merupakan hal yang kompleks. Itu juga berkaitan dengan anggaran yang diterima sekolah dari pusat. Demikian pula soal gaji guru berdasarakan SK lokasi guru mengajar. Jadi, secara administrasi belum sepenuhnya berubah. Sebab, jika berubah, bisa jadi anggaran sekolah dan gaji guru tahun 2017 ini tidak cair. ”Oleh karena itu, proses perubahan nomenklatur masih belum tuntas. Informasinya, Kemenag pusat masih dalam proses koordinasi dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB),” terang dia.