Politik Kenegaraan Muhammadiyah

0
105

Oleh:
Alamsyah Rizky Ramadhan

Fakulas Agama Islam,Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia

Ketika berbicara tentang Muhammadiyah, tidak akan terlepas dari yang namanya politik. Dari awal munculnya Muhammadiyah sampai sekarang akan terus diperbincangkan.
Tidak ada salahnya memperbincangkan hubungan antara Muhammadiyah dan politik. Walaupun munculnya Muhammadiyah tidak sebagai sebuah partai politik ataupun sebuah organisasi politik. Dan Muhammadiyah sebenernya adalah sebuah gerakan dakwah yang bersumberkan dari Al-Qur’an dan As-sunnah.

Munculnya Muhammadiyah bukan di bentuk sebagai partai politik, hanya sebagai sebuah gerakan politik. Dan tidak lain juga sebagai sebuah gerakan dakwah serta amar makruf dan nahi munkar. Dan gerakan politik ini terlukis dari jejak yang dilaksanakan oleh Kiai Dahlan pada permulaan didirikannya dan juga banyak berhubungan dengan politik dengan pihak terkait.

Muhammadiyah sudah mencatatkan dirinya sebagai pekerja keras dalam membangun bangsa di bidang pendidikan dalam sejarah. Juga di bidang sosial, ekonomi dan kesehatan. Bahkan pemerintah dan Muhammadiyah telah bekerja sama dalam membangun kinerja nyata yang berjargon “kerja, kerja, kerja” untuk peradaban kejayaan bangsa. Dan ini telah diamalkan dengan baik oleh Muhammadiyah.

Sejak dulu Muhammadiyah ada kesamaan sampai sekarang. Yaitu Nalar Berkemajuan. Haedar Nashir sebagai pemimpin menunjukkan hal ini dalam kinerja yang sangat baik. Yaitu sedikit bicara, banyak bekerja. Hal tersebut yang menjadi tren saat pertama Muhammadiyah dilahirkan. Ini adalah saat-saat yang indah dalam membangun etos kerja serta budaya kerja yang selanjutnya dinamakan politik kerja. Inilah yang sebutkan oleh pemimpin Muhammadiyah.
Saat seserahan Kartu Anggota Istimewa NU pada Jokowi santer di kalangan wartawan, termasuk juga di berbagai media elektronik Muda Muhammadiyah, pimpinan pusat Muhammadiyah serta rombongan bertemu Jokowi untuk mungungkapkan pikirannya serta kerja nyata yang dihasilan oleh Muhammadiyah untuk Indonesia.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah memiliki cara yang begitu apik untuk menambal kegelisahan masyarakatnya dengan bertemu dengan Jokowi dalam situasi baik pada ikatan Muhammadiyah serta demi kemaslahatan masyarakat yang cakupannya lebih luas.

Disalah satu media elektronik tersiar kabar bahwa Muhammadiyah serta Jokowi melangsungkan pertemuan untuk membicarakan hal yang begitu penting yang bersangkutan dengan bangsa, terlebih bagaimana kinerja Muhammadiyah untuk kedepannya.

Yang isinya berkaitan dengan hubungan visi Muhammadiyah dan pemerintah ada kemiripan dalam budaya kinerjanya. Benar apa yang telah dikatakan oleh Pemimpin Muhammadiyah, Haidar Nashir kepada Jokowi bahwa yang perlu dikedepankan adalah politik kerja ketimbang banyak bicara. Dan ini juga yang diungkapkan oleh beberapa petinggi Muhammadyah bahwa yang perlu di dilakukan adalah kernya nyata dari pada bicara.

terciptanya politik kerja akan menjadikan bangsanya menjadi bangsa yang produktif, inofatif, optimis, dan mengerti terhadap potensi yang dimilikinya. Dan seharusnya inilah yang dilakukan di tengah kegalauan ekonomi di Indonesia.

Dikatakan oleh Haidar dengan tegas, bahwasannya yang menjadi kunci pendorong bagi rakyat bekerja secara sistematis adalah politik kerja. Yang saat ini membutuhkan beberapa persepsi.
Adanya Muhammadiyah sangatlah membawa kemajuan bagi Islam, tak lupa muhammadiyah pula yang mengisi warna barometer Islam dengan toleran seta moderenisasi yang sesuai dengan Islam.
Jokowi sangat mengapresiasi segala kegiatan yang dikerjakan oleh Muhammadiyah pada saat merayakan hari jadi Kebangktan Nasional. Dan Jokowi pula yang akan tanda tangan beberapa prasasti hasil karya Muhammadiyah yang terbaik. Juga Presiden akan tanda tangan di universitas yang didirikan pertama oleh gerakan perempuan Muhammadiyah.
Kita berdoa agar Muhammadiyah akan semakin kuat untuk meneruskan gerakan-gerakan yang dilakukan oleh Pemerintah. Dan Muhammadiyah akan terus bekerja untuk menjadikan bangsa ini, bangsa politik yang banyak bekerja, bukan bangsa banyak bicara. Maka majulah Muhammadiyah serta bangsa yang yang akan terus jaya.

 

MUHAMMADIYAH DAN KONSISTENSINYA DI BIDANG POLITIK
Haedar Nashir ketua PP Muhammadiyah menerangkan bagaimana Muhammadiyah memposisikan dirinya dalam bidang politik. Terkait semakin banyaknya isu yang menyebar di media elektronik terkait dengan hashtag/tagar yang menyerukan tentang bergantinya presiden.
Beliau menyatakan, dilarangnya masyarakat Muhammadyah untuk ikut andil dalam gerakan politik di media sosial dengan hashtag/tagar semacam itu.
Sejatinya seluruh kegiatan politik seharusnya dilaksanakan dengan dasar prinsip-prinsip demokrasi. Hasil pemilihan umumlah yang akan menentukan tergantinya Presiden. Mestinya pemilih menggunakan hak pilihnya sesuai dengan pilihannya sesuai dengan isi hatinya. Tidak karena pilihan politik semata. Dan proses pemilihan yang harus ditaati oleh masyarakat dan menghormati demokrasi di negeri ini.

Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana Muhammadiyah memposisikan dirinya seperti yang telah disampaikan oleh Ketua Umum Muhammadiyah. Dan tidak dapat dikatakan benar apabibila sebagian atau seluruh petinggi parpol untuk senantiasa memaksa dirinya dan seluruh jajaran pengurus Muhammadyah dengan tingkatan-tingkatan jajarannya dari jajaran pusat, wilayah, daerah, bahkan cabang untuk memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden tertentu. Sikap pribadi diri masing-masinglah yang seharusnya menentukan sikap politiknya bukan karna persyarikatan.

Yang harus dilindungi sikap politik warga Muhammadyah serta perilaku yang telah jelas sejak zaman reformasi. Yaitu dukungan yang tidak resmi yang diberikan kepada calon presiden dan wakil presiden meskipun beberapa masyarakat warganya menjadi anggota organisasi partai politik pada saat pemilihan calon presiden dan wakil presiden nanti.

Sikap bijak yang tidak memihak kepada salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden di dalam pemilihan presiden nanti. Bukan berarrti masyarakat Muhammadyah tidak boleh sama sekali untuk berpolitik dan dukungan yang diberikan kepada salah satu calon.
Sikap berpolitik Muhammadiyah itulah yang diutarakan oleh ketua umum Muhammadiyah dan kita bisa mengambil pelajaran untuk masyarakat Muhammadiyah supaya bersikap dewasa dan beradab untuk menjadikan warga Muhammadyah berpolitik secara baik .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.