PR Dakwah Ekonomi Muhammadiyah

0
94

Oleh : Nugraha Hadi Kusuma (Wakil Ketua LPCR Jatim)

Pemberdayaan gaya organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah berbeda dengan yang ditampilkan oleh organisasi non-agama. Perbedaan versi Muhammadiyah tampil dalam wajah pengkaderan. Untuk dapat memberdayakan ekonomi lewat pengkaderan tentunya diperlukan suatu strategi. Upaya pemberdayaan Muhammadiyah di bidang ekonomi ditempuh dengan menggunakan strategi pemberdayaan sebagai berikut :

1. Membangun kesadaran tentang kekuatan ekonomi umat pada tingkat lokal dengan pendekatan partisipasi menuju keswadayaan dan kemandirian. 

Disadari bahwa basis anggota Muhammdiyah berada pada tingkat ranting yang berfungsi sebagai tempat pembianaan anggota yang telah mempunyai kegiatan nyata guna mewujudkan maksud dan tujuan persyarikatan. Setiap ranting sekurang-kurangnya sudah mempunyai amal usaha yang berwujud pengajian, kursus berkala, musholla, dan jama’ah. Oleh sebab itu, upaya membangun kekuatan ekonomi warga Muhammadiyah haruslah dimulai dengan berbasiskan anggota yang sudah terorganisasi dalam bentuk kumpulan anggota Muhammadiyah tersebut.

Kegiatan pengajian/kursus tersebut selain diisi dengan materi kegamaan, perlu diperkaya dengan materi yang ditujukan untuk menumbuhkan kesadaran baru warga Muhammadiyah di bidang perekonomian, yang meliputi:

a. Kesadaran transformatif, yang dimaksudkan untuk merubah pola berfikir warga Muhammadiyah dari cara berfikir irrasional menjadi rasional, cara pikir individualistis menjadi cara berfikir kolektif.

b. Kesadaran kejama’ahan, yang dimaksudkan untuk membangun kesadaran bahwa melalui silaturrahim, ta’aruf, ta’awun, dan takaful dalam bidang ekonomi, maka Muhammdiyah merupakan potensi ekonomi yang cukup besar.

c. Kesadaran kejuangan, yang dimaksudkan untuk membangun kesadaran bersama dalam rangka berjuang membebaskan diri dari kekuatan luar yang telah mengeksploitasi mereka secara ekonomi.

2. Pembentukan dan pengembangan kelembagaan masyarakat di bidang ekonomi.

Berpijak pada kesadaran kejama’ahan yang telah dibangun, maka upaya pemberdayaan ekonomi dilakukan dengan membentuk dan mengembangkan kelembagaan ekonomi yang sesuai dengan kebutuhan. Kelembagaan di bidang ekonomi tersebut merupakan wadah kerjasama Muhammadiyah dalam memecahkan masalah yang dihadapi dalam usaha ekonomi.

3. Peningkatan kapabilitas anggota selaku pengusaha kecil.

Selain melalui pendekatan pemberdayaan yang bersifat kelompok, perlu pula dilakukan peningkatan pengetahuan dan kemampuan mereka secara individual di bidang manajemen usaha dan pemasaran melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan serta pendampingan lapangan.

4. Mempercepat proses pemberdayaan ekonomi warga dengan pemanfaatan Jaringan organisasi dan amal usaha Muhammadiyah.

Muhammadiyah adalah organisasi sosial keagamaan yang memiliki jaringan organisasi yang besar dan tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia. Untuk mempercepat proses upaya pemberdayaan ekonomi, maka setiap tingkatan dan jaringan organisasi Muhammadiyah perlu berperan aktif dalam melancarkan program-program pemberdayaan ekonomi.

5. Mengembangkan sikap, perilaku, dan etika bisnis Islami yang membentuk pebisnis Muhammadiyah yang penuh gairah, daya juang yang ikhlas, sabar, dan istiqamah sebagai resultante dari ibadah zikir, fikir, dan ikhtiar.

Sudah tentu dan semestinya bagi Muhammadiyah untuk memberikan didikan dan binaan tentang perilaku dan etika bisnis Islami. Menurut Islam, kerja adalah ibadah kepada Allah, sama halnya denga sholat. Seseorang yang bekerja akan bermental murni, sedangkan yang tidak bekerja akan langsung kehilangan kontak dengan realitas, konsekuensi berikutnya ialah kemampuan mental orang tersebut akan kurang manfaat. Etos kerja dan ketaatan beragama saling mempengaruhi. Banyak analis menyatakan bahwa lemahnya perekonomian rakyat di dunia Islam disebabkan oleh lemahnya etos kerja dan tiadanya dukungan struktural.

Atas dasar beberapa alasan di atas, Muhammadiyah merasa perlu untuk terus mengembangkan perilaku, etos kerja serta perjuangan yang disertai dengan keikhlasan, kesabaran, dan istiqamah dalam memberdayakan ekonomi masyarakat Islam khususnya dan Indonesia pada umumnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.