Program E-BOUT Langkah Nyata Kepedulian Terhadap Anak dengan Spektrum Autis

0
63
Program E-BOUT (Education Biomedic for Autism) di SLB Laboratium Universitas Negeri Malang

Oknews.co.id, Malang – Mahasiswa Uiversitas Negeri Malang laksanakan Program E-BOUT (Education Biomedic for Autism) di SLB Laboratium sebagai langkah nyata kepeduliannya terhadap anak dengan spektrum autis. E-BOUT menerapkan teori bahwa terapi biomedik Gluten Free Casein Free yang menjadi salah satu intervensi untuk meminimalisir perilaku hiperaktif anak dengan spektrum autis, karena pada anak autis terdapat hipermeabilitas usus sehingga tidak dapat mencerna protein kompleks.

Kegiatan E-BOUT diadakan melalui  beberapa kali pertemuan yang terdiri dari pemaparan materi oleh ahli gizi menjelaskan mengenai diet gluten free kasein free bagi anak dengan spektrum autis, psikolog anak tentang pengaruh terhadap perilaku anak ketika mengkonsumsi makanan yang mengandung gluten dan kasein, dan cooking class menerapkan makanan gluten free dan kasein free dari dosen tata boga. Setiap kegiatan berlangsung terjadi (Focus Grup Discussion) sehingga orang tua dan guru lebih memahami materi. Salah satu orang tua ASD Sutia Rahmawati di SLB mengungkapkan “dengan adanya program ini kami merasa terbantu dan juga senang karena pengetahuan tentang diet gluten free casein fee bertambah, selain itu tim E-BOUT mengemas kegiatan pendampingan ini dengan baik” jelasnya.

“Di SLB sendiri sudah ada berbagai terapi yang telah terprogram, namun untuk terapi biomedik memang memiliki tingkat kesulitan berbeda dengan yang lain, karena tidak hanya guru saja yang berperan melainkan orang tua juga turut andil, jika terapi yang lain mengobati dari luar apabila ini mengobati dari dalam, jadi saya rasa program ini sangat tepat sasaran” jelas bapak Lutham selaku wakil kepala sekolah bagian kurikulum SLB Laboratorium Malang Program ini tercetus dan terwujud dari tim yang beranggotakan Lhulu’ Annisa jurusan Psikologi, Uswatun Hasanah jurusan Biologi, Nanda Devi Teknik Informatika dan Luqyana Dhiya jurusan Pendidikan Luar Biasa Universitas Negeri Malang. setiap anggota tim memiliki peranan penting dalam pelaksanaan sehingga mampu tercipta kolaborasi disiplin ilmu yang baik.

Ketua tim E-BOUT, Sunsya Putri mahasiswa Tata Boga menjelaskan E-BOUT merupakan program yang ditujukan bagi orangtua dan guru yang tersebar di berbagai SLB. “kalau pada umumnya program tercipta lewat sebuah inovasi, beda halnya dengan E-BOUT yang tercipta karena sebuah permasalahan yang terjadi di masyarakat khususnya anak dengan sprektrum autis, selain itu untuk membuat resep yang dapat dikonsumsi perlu uji coba dan uji laboratorium sehingga aman dikonsumsi” jelas sunsya. Harapan dari terlaksananya kegiatan ini yaitu orang tua dan guru dapat menerapkan terapi biomedik GFCF secara maksimal, sehingga dapat mendukung terapi yang telah diterapkan lainnya seperti terapi bermain terapi wicara maupun terapi okupasi. Sealin itu tim E-BOUT juga akan melaksanakan program ke berbagai tempat agar kebermanfaatannya bisa meluas. (Rian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.