Ragam Partisipasi Pemilih Pilkada di Tengah Pandemi COVID-19

0
61

Oleh : Duwi Pratama

Oknews.co.id, Undang-undang nomor 2 tahun 2020 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 1 tahun 2015, tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-undang Nomor 1 tahun 2014 tentang pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi undang-undang dan peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 6 tahun 2020, tentang pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota serentak lanjutan dalam keadaan pandemic COVID-19.

Penyelenggaraan pemilihan kepala daerah tentu sangat diharapkan partisipasi dan keikutsertaan lapisan masyarakat berkontribusi langsung maupun tidak langsung, untuk menyukseskan pelaksanaan setiap tahapan-tahapan dari pilkada kali ini. Oleh karena itu kesuksesan penyelenggaraan tahapan pemilihan ini akan sangat tergantung kepada tingkat partisipasi dan keterlibatan peran masyarakat dikala pandemi seperti ini.

Walaupun kondisi pandemi, Pemerintah memilih untuk tetap melanjutkan agenda pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020. Walaupun menuai pro dan kontra, pemerintah mengklaim bahwa pilkada kali ini aman dengan menerapkan protokol kesehatan.

Pelaksanan pilkada 2020 pada masa pandemi kali ini juga menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Pasalnya pilkada dianggap sebagai momen perkumpulan yang bertentangan dengan protokol kesehatan namun juga penting untuk melanjutkan pemerintahan di lingkup daerah.

Firman Noor yang merupakan kepala Pusat Penelitain Politik LIPI mengatakan bahwa digelarnya pilkada 2020 serentak ini bisa jadi menurunkan partisipasi masyarakat dalam pemilihan kali ini. Pada keadaan pandemi ini masih banyak masyarakat yang merasa kurang aman jika harus keluar rumah dan terlibat dalam kerumunan yang terjadi pada saat pilkada diselenggarakan.

 

Maka dari itu, pendapat ini lebih fokus terkait pada partisipasi atau keikutsertaan politik masyarakat menghadapi kontestasi politik pada penenyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada tahun 2020 ditengah pandemi Covid-19.

Ragam Partisipasi Pemilih di Tengah Pandemi Covid-19,  sebagaimana yang dijelaskan sebelumnya bahwa Pilkada serentak dilaksanakan tahun 2020 di tengah pandemic Covid-19. Keadaan ini tentu harus disikapi serius dan bertanggung jawab, agar pelaksanaan Pilkada dapat berjalan dengan baik, masyarakat sehat dan selamat.

Kemudian menjadi penting pemenuhan berbagai sarana teknis dan jenis kegiatan yang dilakukan pemerintah, pihak penyelenggara, dan partai politik menerapkan protokol kesehatan untuk melakukan pencegahan dan penyebaran covid-19, sekaligus meminimalisir resiko akibat tejadinya kerumunan dalam satu lokasi.

Sinergitas dan koordinasi stakeholder pemerintah, penyelenggaraan, pihak swasta, media dan lainnya, dapat melakukan edukasi ke masyarakat luas dalam pendidikan politik sehingga dapat tumbuh dan berkembang dalam pelibatan masyarakat dalam pelaksanaan pemilihan ini.

Ragam partisipasi lain berupa keterlibatan menjadi penyelenggara pemilihan keberadaannya sangat penting. Penyelengaraan pemilihan harus diisi insan yang mempunyai kompetensi, pengetahuan administrasi/teknis, kepemimpinan serta integritas yang mulia. Kualitas proses dan hasil pemilihan yang baik secara umum lahir dari penyelenggara yang baik pula. Dalam pelayanan terhadap peserta Pemilu dan masyarakat harus berlaku adil, setara independent sehingga kepercayaan terhadap penyelenggaraan semakin tinggi.

Dan perlu yang disosialisasikan kepada warga seperti mengapa harus memilih, apa yang akan dipilih, siapa yang akan dipilih, bagaimana teknis pemilihan agar warga dengan mudah menentukan pilihannya. Tema-tema dimaksud dapat dilakukan oleh perorangan, kelompok, komunitas, kaum milenial, politisi, tokoh masyarakat, pemerintah, partai politik, dan media komunikasi untuk sarana alternatif peningkatan partisipasi ditengah wabah Covid-19, guna terciptanya keluasan pemikiran dan pengetahuan warga masyarakat agar dapat berkontribusi positif dalam penyelengaraan Pemilihan Kepala Daerah tahun 2020.

Peningkatan keterlibatan dan partisipasi politik masyarakat dalam pemilihan kepala daerah pada tahun 2020 di tengah pandemic covid-19, sangat diharapkan, dengan berbagai usaha pencegahan dan penanggulangan serta mematuhi protokol kesehatan. Partisipasi masyarakat langsung maupun tidak langsung hendaknya lebih dioptimalkan agar pencapaian tujuan penyelengaraan pemilihan semakin berkualitas baik proses, hasil, dan pelaporannya.

Hendaknya kegiatan partisipatif warga diarahkan kepada edukasi politik, pencerahan agar pelaksanaan pemilihan berjalan demokratis, aman dan damai. Senantiasa menghindari ekspos dan kegiatan yang dapat menimbulkan kegaduhan akibat benturan kepentingan di tengah masyarakat, sekaligus melaksanakan kegiatan yang menyejukan, damai, tertib dan aman, sambal berharap terpilih pemimpin pilihan masyarakat serta covid-19 cepat berlalu, agar kita semua dapat menata kehidupan yang lebih sejahtera lahir dan batin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.