Rahasia Gerak Misionaris Kristen di Indonesia ( edisi 1)

0
85

Oknews.co.id, Jakarta  – Ayat Al-Qur’an diatas adalah ayat yang paling dibenci oleh Pendeta Antonius Richmon Bawengan (contoh kasus) adalah surat An-Nisa 157 yang secara tegas membongkar kegagalan konspirasi penyaliban Nabi Isa AS. Ayat ini dianggap sebagai batu sandungan doktrin sentral kristiani yang yang meyakini Nabi Isa (Yesus) disalib untuk menebus dosa. Doktrin penyaliban Yesus adalah salah satu inti iman Kristiani. Doktrin yang dimasukkan dalam 12 Pengakuan Iman Rasuli (Credo Nicaeano-Constantinopolitanum) ini sedemikian penting maknanya dalam iman kristiani. Tanpa adanya penyaliban Yesus, maka rontoklah keyakinan Kristen tentang dosa waris, penebusan dosa, Trinitas, dan ketuhanan Yesus.

 

Kristenisasi atau dalam bahasa Arabnya disebut “al-Tanshir” adalah sebuah gerakan keagamaan yang bersifat politis kolonialis. Muncul akibat kegagalan Perang Salib sebagai upaya penyebaran agama Kristen terhadap bangsa-bangsa di dunia ketiga, terutama umat Islam. Tujuannya adalah untuk mencengkramkan kekuasaan terhadap bangsa-bangsa tersebut dan yang paling terpenting adalah untuk menjauhkan umat Islam dari agamanya (al-Quran dan al-Sunnah).

 

Riwayat kristenisasi di Indonesia serentang dengan datangnya penjahat kolonial, selama lebih dari tiga abad Indonesia dijajah oleh Spanyol, Portugis, Belanda dan Inggris. Status sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia sekaligus memiliki kekayaan alam yang melimpah menjadikan Indonesia menjadi ladang subur dan target penting bagi misionaris dan kolonialis, ibaratnya Indonesia adalah bunga desa yang banyak dipuja yang menjadi rebutan.

 

VOC atau perusahaan Belanda di Hindia Timur yang dibentuk pada tahun1602 merupakan wakil imperialisme di Asia Tenggara. Latourette dalam “A History of Cristianity” mengakui,” prinsip dan kaidah Kristen dalam kebijakan-kebijakan imperialisme memerankan peranan yang sangat banyak “. Aqib Suminto dalam Politik Islam Hindia Belanda menuturkan bagaimana pada 1661 VOC melarang umat Islam untuk melaksanakan ibadah Haji, kebijakan ini merupakan realisasi anjuran Bogart, seorang Katholik ekstrim di parlemen Belanda. Bogart menilai para haji sangat berbahaya secara politis, karena itu melarang perjalanan ibadah haji jauh lebih baik ketimbang menembak mati para haji itu.

 

Dalam menjalankan misi kristenisasi, VOC meniru cara-cara yang dilakukan Spanyol dan Portugis yaitu cara memaksa, penjajah Belanda memaksa rakyat pribumi untuk menerima ajaran Kristen, sebaliknya jika ada belanda yang masuk Islam maka akan dihentikan segala pembelanjaannya dan orang itu akan ditangkap dan dikeluarkan dari wilayahnya. Perlindungan kaum imperialis kepada misionaris memiliki posisi penting dimasyarakat,Ketika Indonesia merdeka, orang orang Kristen menduduki jabatan-jabatan penting dalam pemerintahan dan memiliki pengaruh besar dalam percaturan politik.

 

Perubahan dalam mukadimah UUD 45 dari ”Ketuhanan yang Maha Esa dengan menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya” menjadi “Ketuhanan yang Maha Esa”, merupakan contoh kuatnya pengaruh Kristen di Indonesia,. Selanjutnya setiap rancangan undang-undang atau peraturan pemerintah yang dianggap menguntungkan kaum Muslimin selalu ditolak keras oleh kalangan Kristen, misal dalam rencana undang undang peradilan agama1989. Sebaliknya, yang dianggap dapat menjauhkan kaum Muslimin dari ajaran Islam selalu didukung penuh, seperti dalam perdebatan RUU perkawinan 1973. Juga berbagai konflik sejak dulu sampai sekarang yang melibatkan pemeluk Islam dan Kristen di Kalimantan , NTT, Poso, Maluku, Irian, Ambon, sebenarnya adalah buah dari aktivitas Kristenisasi yang tak kunjung padam dan dipadamkan. Lebih lagi ketika mereka mencanangkan untuk menguasai Indonesia menjadi Negara Kristen sebagai batas target tahun 2020 dijadikan sebagai tahun tuaian (panenan) untuk menjadikan Indonesia menjadi 50% orang Kristen dan 50% orang Islam maka mereka mengupayakan pulau Kalimantan menjadi Island Christ (pulau Kristus), Manokrawi menjadi kota Injil, Papua atau Irian menjadi tanah Yesus. Bahkan dalam Jubelium memperingati 150 tahun Berdirinya HKBP pada hari Minggu tanggal 4 Desember 2011 di gelora senayan, yang juga di hadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono, Ephorius(pemimpin) HKBP meminta untuk menjadikan Tapanuli utara sebagai propinsi tersendiri yang akan dipimpin oleh orang suku batak yang Kristen.

Amanat Agung yang mereka jalankan

 

Dasar mereka menjalankan misi ini adalah didasari karena perintah agama sebagai mana termaktub dalam surat Matius pasal 28 ayat 19-20 :

 

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dengan nama Bapak, anak dan Roh kudus. Dan ajarlah mereka melakukan sesuatu yang telah kuperintahkan kepadamu,.”

 

Ayat ini dikenal sebagai “AMANAT AGUNG” (The Great Commandment) sebagai perintah yang sangat kuat, walaupun sebenarnya menurut pakar kristologi dari golongan mereka menyatakan ini adalah ayat palsu yang ditambahkan sebagai upaya melegitimasi apa yang mereka lakukan.

 

Karena itu mereka sangat ngotot menjalankan misi ini, tak mengherankan juga seluruh komponen dikerahkan merumuskan berbagai strategi cara untuk serta merta mengkristenkan dunia ini.

 

Seribu jalan kristenisasi Menuju Negara Kristen Republik Indonesia

 

Banyak jalan yang ditempuh misionaris guna dapat memuluskan target besar mereka untuk dapat menjadikan Indonesia ini Negara Kristen seperti yang diungkap Media Dakwah (edisi Juni 1990 ) yang memuat bocoran keputusan dewan gereja Indonesia di Jakarta Tanggal 31 September 1979 perihal program jangka panjang kristenisasi 50 tahun di Indonesia yang jatuh pada tahun 2020 nanti dan juga program kristenisasi di Indonesia yang disadur majalah Cresent terbitan Kanada yang intinya bertujuan untuk meningkatkan populasi umat Kristen agar sama dengan umat Islam di Indonesia. Ini dilakukan dengan mempropagandakan program keluarga berencana kepada kaum Muslimin dengan membatasi jumlah kelahiran dengan slogan “dua anak cukup”, “perempuan laki sama saja” dan mengharamkanya bagi kalangan Kristen, bahkan mereka dianjurkan untuk memperbanyak jumlah anak bahkan doktrin yang banyak tersebar dikalangan Kristen sendiri adalah barang siapa yang mempraktekkan KB akan menanggung dosa dan melawan doktrin gereja dan barang siapa yang melakukan pembatasan kelahiran dianggap sebagai pembunuh orang Kristen dan telah hilang kemuliaan ini sesuai dengan perintah bible kitab kejadian pasal 1 ayat 27 – 28.

 

Sejalan dengan perkembangan waktu dan cara ini kemudian dirubah dengan cara halus dengan program “cesarisasi” bagi ibu-ibu muslim yang akan melahirkan dengan mengupayakan memperbanyak dokter- dokter sepesialis kebidanan dan kandungan dari golongan mereka,membangun klinik dan rumah sakit bersalin, bekerja sama dengan bidan-bidan untuk merujuk ke rumah bersalin dan klinik mereka dengan imbalan yang menggiurkan.

 

Sejalan dengan itu pula dibidang pemerintahan jabatan jabatan strategis harus dipegang oleh orang Kristen baik ditingkat Eksekutif ataupun Yudikatif, Gubernur, Bupati, Walikota ataupun jabatan-jabatan strategis lainnya sehingga mereka dengan mudah mengontrol seluruh jalanya pemerintahan, karena itu peran partai Kristen sangat diperlukan untuk usaha tersebut. Mereka mendirikan Partai Damai Sejaterah (PDS) yang sampai hari ini gagal mengikuti pemilu 2014 karena tdk masuk dalam klarifikasi partai peserta pemilu. Partai ini diketuai oleh seorang pendeta yaitu DR. Ruyandi Hutasoit yang pada tahun 2005 di Surabaya pernah mengatakan :

 

“sudah saatnya umat Kristen harus menguasai struktur dan sistem walaupun kita tidak menguasai massa, tetapi kalau kita kuasai sistem itu, disini kita punya tantangan yang besar dan salah satu yang harus kita garap kuat adalah KPK (komisi Pemberantasan Korupsi) itu sudah jelas banyak orang yang beragama Kristen disitu dan kita punya target juga kita akan bongkar semua, khususnya para tokoh-tokoh pejabat Muslim ini, untuk bisa dibongkar semua kasus korupsinya hingga bisa rusak citra mereka dimata umum, jadi ini sekenario besar dan terselubung yang apa namanya harus dirancang secara sistematik ke depan buat kita, terus menyiapkan kader-kader PDS ke semua jajaran terutama di yudikatif itu adalah lembaga yang sangat pontensial dimana banyak SDM Kristen yang punya kekuatan punya kemampuan untuk didalam ini, sudah punya kekuatan yuridis juga melakukan judifikasi terhadap pejabat-pejabat yang sudah keluar dari jalur moral, etika ataupun sistem yang ada. Nah kita budayakan dan manfaatkan link kita di KPK supaya itu harus terus berlanjut semakin lama semakin hari juga akan menegakan eksistensi orang orang Kristen yang ada dipemerintahan, dengan memberikan negative tinking kepada pejabat-pejabat Muslim.”

 

Dan lebih lanjut lagi DR Ruyandi Hutasoit mengemukakan :

 

“Sudah saatnya istana Negara, terpampang lukisan Tuhan Yesus, atau lukisan perjamuan kudus, sudah saatnya di istana berkumandang lagu pujian dan penyembahan bagi sang raja disurga, sudah saatnya dari istana Negara dinaikan doa doa syukur ! sudah saatnya di istana merdeka diadakan kebaktian, ibadah, persekutuan doa dari orang-orang Kristen! Ingat ! kita adalah pemenang mari kita bersatu dan mari kita bergandeng tangan!.”

 

Dengan ambisi yang begitu besar ini, mereka ingin menguasai beberapa pulau seperti Kalimantan, Papua, dan juga Jawa. Mereka berusaha untuk memenangkan pilkada atau pilgub ditempat masing-masing dan ini terlihat banyak kekalahan mayoritas Islam disetiap pemilihan kepala daerah seperti di Kalimantan barat dan tengah yang mayoritas muslim, dapat dikalahkan oleh minoritas kristen karena memang Kalimantan adalah target untuk dikuasai dengan menjadikan sebagai pulau Kristus. Tak menutup kemungkinan pulau pulau lainnya seperti Jawa, Sumatra menjadi sasaran untuk mereka kuasai.

 

Rencana dan setrategi baru

 

Pada tahun 2005 kaum Kristen telah merencanakan manuver baru dalam merealisasikan rencana tuaian 2020 dengan mempergunakan strategi Matius 10 ayat 16 “licik seperti ular santun bagai merpati” dengan menamakan gerakan penuaian jiwa dan transformasi sebagai proyek kristenisasi terbesar dengan melibatkan semua element baik Kristen protestan ataupun Kristen Khatolik dan di tahun 2020 ditargetkan sebagai tahun keberhasilan sebagaimana disampaikan oleh pendeta DR Jeff Hammond dalam bukunya “Transformasi Indonesa”. Sejak peristiwa G30S PKI, terjadi masa Koiros (tuaian/panen) di Indonesia sehingga dalam enam tahun ada lebih dari 7 juta orang di pulau Jawa yang menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat dan fokus tahun 2005 sebagai awal tahun tuaian atau masa panen dan tahun 2020 sebagai tahun penggenapan amanat agung.

 

Masa tuaian (panen)

 

Masa inilah yang dinantikan oleh umat Kristiani yang selalu memanfaatkan keadaan lemah dari suatu masyarakat, bangsa dan Negara dimanapun mereka berada. Ketika di Rusia komunis dalam keadaan goyah dan hampir runtuh, begitu pula yang terjadi di Berlin, Jerman, dengan jebolnya tembok Berlin serta juga peperangan yang terus-menerus di Afghanistan, Pakistan, Irak, Iran dan negara -negara Timur Tengah juga Afrika, maka daerah-daerah tersebut menjadi terbuka untuk Injil dan orang orang Kristen dari barat, mereka datang berduyun-duyun ke wilayah tersebut, tak terkecuali mereka datang ke Indonesia disaat bangsa ini dilanda keputusasaan ,penderitaan, krisis kepercayaan kepemimpinan, dan juga berbagai kondisi buruk lainnya. Mmembuat para misionaris percaya diri bahwa Indonesia menjadi lahan subur untuk siap tuai panenan, hal ini disampaikan oleh pendeta Gembala sidang (GBKP). Ia mengatakan :

 

“Indonesia adalah ladang yang sedang menguning yang sangat besar tuaiannya dan Indonesia siap mengalami tansformasi yang besar hal ini bukan suatu kerinduaan yang hampa, namun suatu peryataan iman terhadap janji firman Tuhan dan Indonesia cocok bagi tuaian besar yang Tuhan rencanakan.”

 

Konsilidasi kaum Kristiani

 

Di berbagai belahan dunia kaum Nasrani melakukan berbagai konsolidasi do’a bersama dan puasa nasional dengan mendatangkan para tokoh-tokoh Kristen baik itu pendeta, misionaris, penginjil, zending ataupun sebangsanya dengan tujuan untuk menguatkan iman Kristen. Konsolidasi ini telah dilakukan pada tanggal 12 sampai 16 Mei tahun 2003 bertempat di gelora Bung Karno Senayan dengan tajuk pemulihan bangsa dengan mendatangkan para pendeta, evengelis dan juga tokoh-tokoh Kristen dunia dan dihadiri tidak kurang dari 80.000 orang Kristen dan 10.000 pemimpin Kristen dari berbagai Negara. Dan acara ini sempat menghebohkan umat Islam Indonesia dengan pemberkatan (pembaptisan) yang dilakukan kepada Gus Dur yang saat itu menjabat Presiden RI di mana dia juga memberikan sambutan, serta menyambut baik gerakan transformasi ini, dan pada tahun 2005 dicanangkan sebagai genderang awal gerakan transformasi dimulai.

 

Kegiatan ini terus dilakukan setiap tahunnya dan pada tanggal 25 -28 Oktober 2011 yang lalu bertempat di JHCC Sentul Bogor, diadakan acara serupa dengan menghadirkan 4000 para misionaris dan juga pendeta se-Asia yang juga dihadiri dihari terakhir acara 10.000 orang Kristiani untuk diberkati. Acara ini bertajuk sama dengan acara-acara sebelumnya yaitu konsolidasi dan pemberkatan keselamatan untuk bangsa- bangsa di dunia ini khususnya Indonesia yang menjadi lahan subur garapan mereka. Kerap kali mereka juga mengadakan pertemuan dan diskusi-diskusi tentang keagamaan dan juga lintas agama sebagai upaya untuk melihat sejauh mana kesiapan mereka dan juga tantangan dari umat lainya terhadap program yang mereka lakukan.

 

Persiapan SDM dan Infrastruktur

 

Untuk merealisasikan tahun tuaian dan NKRI( Negara Kristen Republik Indonesia) ini mereka melakukan berbagai persiapan-persiapan yang sangat matang, terencana dan sistematis, termasuk persiapan SDM dan juga infrastruktur seperti Gereja, sekolah tinggi teologi dan lain sebagainya.

 

Sebagaimana yang dikatakan oleh pendeta Bambang Wijaya dalam bukuya “Transformasi Indonesia,” petani yang bijaksana saat melihat tuaian sudah diambang pintu, ia akan segera mempersiapkan tenaga penuai sebanyak-banyaknya, karena itu ia tidak akan menyia-nyiakan ladangnya, itulah sebabnya tidak mengherankan apaabila Tuhan Yesus Kristus bekata :

 

”Tuaian memang banyak tapi pekerja sedikit, maka mintalah tuaian pada tuan yang empunya tuaian, supaya ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

 

Jika selama ini yang kita dengar hanya pendeta, misionaris, atau orang tertentu saja yang menjalankan misi pengkristenan maka dengan lahirnya gerakan transformasi banyak gereja harus secara aktif menjadikan semua jemaatnya menjadi tenaga penuai atau pengkabar baik.

 

Termasuk salah satu persiapan sumber daya manusia adalah dengan membangun dan mengaktifkan serta merekrut kembali para laskar-laskar Kristus yang selama ini berperan dalam menjaga dan mengamankankan aset-aset yang dimiliki oleh Kristen dan juga mereka selalu terjun didaerah- daerah konflik seperti, Poso, Ambon juga didaerah- daerah perseteruan gereja, seperti di Ciketing Bekasi dan gereja Yasmin di Bogor, Tanggerang Lippo bahkan mereka juga punya andil dalam menurunkan Suharto sebagai presiden RI waktu tahun1998.

 

Mereka juga mempersiapkan kader-kader gereja yang dipersiapkan dengan matang, handal dan bermental baja yang bisa masuk kemana saja baik di jajaran birokrasi, yudikatif atau pun eksekutif dan disemua lini karena mereka adalah sel tuaian besar abad 21.

Mendirikan Sekolah Tinggi International Harvest (HITS) yang bekerja sama dengan 2000 gereja se Indonesia guna untuk mendirikan sekolah Al- kitab di dalam gereja, dalam brosur yang disebarkan itu ada paket gratis dengan jaminan 2000 gereja lokal untuk mempersiapkan 200.000 pemimpin perintis gereja yang akan diterjukan kepada umat dalam menyambut tahun tuaian 2020 nanti.

 

Memperbanyak jumlah gereja sebagai sarana untuk menampung hasil tuaian, dan mereka menyadari bahwa transformasi tidak akan berjalan tanpa mengikuti master plant yang telah direncanakan maka pendirian gereja harus diperbanyak walaupun hanya satu orang yang mengisinya sebagaimana yang diungkapkan oleh pendeta DR Eddy Leo.Mth.

 

Maka salah satu yang harus juga diperhatikan adalah gereja karena gereja adalah merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari tubuh Kristus. Dan kita melihat sekarang ini tingkat pertumbuhan yang sangat tajam dari jumlah gereja diberbagai tempat yang meningkat hingga 300% dibanding dengan pertumbuhan masjid yang hanya 60% setiap tahunya menurut data Kementrian Agama, walaupun didalam pembangunan gereja yang mereka dirikan banyak timbul masalah dan tidak sesuai dengan aturan hingga pada akhirnya banyak timbul gesekan dimana gereja itu dibangun, seperti pemalsuan KTP, tidak ada IMB, menipu dan membohongi masyarakat dan lain sebagainya.

 

Mereka juga telah mempersiapkan buku panduan dan aturan dalam melaksanakan tuaian atau pengkristenan yang sudah di terjemahkan kedalam 20 bahasa berjudul ”The Final Sing” yang dikarang oleh pendeta DR. Peter Youngren asal Kanada yang berisi pelajaran mengenai tuaian akhir zaman dibagikan secara gratis yang pembagianya dalam pengawasan salah satu organisasi Kristen “World Impact Ministries and The Global Harvest Force” dibagikan kepada sekitar 10.000.000 pekerja tuaian dari berbagai Negara yang khusus untuk pelayanan akhir zaman.

 

Membentuk lembaga atau organisasi-organisasi, kepemudaan, sosial, bantuan-bantuan kemanusiaan, pendanaan, persekutuan gereja, pendidikan dan lain sebagainya diantaranya adalah :

 

  1. BAMAG (badan musyawarah antar agama).

Suatu lembaga yang didirikan untuk memperluas jangkauan misi antar gereja sehingga di setiap gereja di kota dan wilayah melebur dengan lembaga yang sama, ini adalah elemen kekuatan gabungan Kristen yang mewadahi gereja-gereja di Indonesia.

 

  1. FGBMFI (Full Gospel Business Men’s Fellowship International)

Gabungan dari pengusaha–pengusaha Kristen yang banyak membantu pendanaan untuk misi kristenisasi di Indonesia termasuk perusahaan-perusahaan besar di Indonesia seperti Lippo Group, Ciputra, Intiland, Sumarecon, Sedayu Group dan dipimpim oleh James Riyadi (group Lippo).

 

  1. NCFI (Nation Care For Indonesia)

Badan atau lembaga Kristen yang menaungi advokasi bantuan hukum dan investigasi bagi mereka yang tersandung masalah hukum yang berkait perseteruan dengan umat lainya.

 

  1. YMCA ( Young Men’s Christian Asociation)

Gabungan para pemuda-pemudi Kristen dari semua elemen pemuda Kristen yang bergerak menangani dan mengurusi setiap kegiatan pemuda Kristen.

 

  1. Yayasan Gideon Internasional

Lembaga yang dibentuk dari kalangan professional yang memfokuskan diri pada bidang percetakan dan penerbitanIinjil untuk dibagikan sebagai amunisi secara gratis ke sekolah, hotel, rumah sakit dan lain sebagainya.

 

Melihat kondisi ini apakah impian mereka untuk menjadikan tahun 2020 sebagai tahun tuaian bisa tercapai atau pada akhirnya Negara Kristen Indonesia terwujud? Maka umat Islam harus waspada dan bersatu mempersiapkan diri dan jangan terkecoh dengan apa yang mereka lakukan di negri ini. Ummat Islam harus selalu memahami agamanya dengan benar agar tidak terjebak masuk pada perangkap mereka dan selalu waspada untuk menghadang apa yang mereka rencanakan. wallahua’lam bishawab .

 

Allah berfirman “ Janganlah kalian terperdaya dengan gerak-gerik mereka (orang-orang kafir) di negeri kamu.”

TOKOH-TOKOH KRISTENISASI

  • Raymund Lull. Adalah orang Kristen pertama yang mengumandangkan kristenisasi, menyusul kegagalan kaum Kristiani pada Perang Salib. Dengan sungguh-sungguh ia mempelajari bahasa Arab dan berkeliling ke Negara-negara Syam berdiskusi dengan para ulama di sana.
  • Peter Heling. Adalah misionaris yang dikirim ke Afrika.
  • Baron du Betez. Dia adalah yang mendirikan sebuah akademi yang menjadi pusat pengajaran zending (orang yang bertugas menyebarkan agama Kristen, sama dengan misionaris) Masehi.
  • Henry Martin, Adalah Penginjil yang sangat besar kontribusinya dalam pengiriman zending Kristen ke Negara-negara Asia Barat dan menerjemahkan Bibel ke dalam bahasa India, Persia dan Armenia.
  • Samuel Zwemer. Adalah Ketua misi Kristen untuk Negara-negara Arab di Bahrain dan ketua persekutuan Kristen di Timur Tengah. Oleh karena itu dia sering disebut sebagai bapaknya misionaris.
  • Kenneth Cragg. Adalah Pengganti Samuel Zwemer, Pernah menjadi dosen Universitas Amerika di Kairo dan menjadi kepala Bagian Theologi Masehi di lembaga Misionaris Harty Ford.
  • Louis Massignon. Adalah penasehat gerakan kristenisasi di Mesir. Ia termasuk anggota Lembaga Bahasa Arab di Mesir.
  • Don Huk Crey. Adalah tokoh terbesar dalam konfrensi Kristen Louzon tahun 1974 M. ia menjadi misionaris di Pakistan selama 20 tahun dan menjadi direktur lembaga Samuel Zwemer, sebuah lembaga yang bergerak dalam bidang penerbitan untuk menyebarkan kajian-kajian khusus tentang masalah-masalah kristenisasi terhadap umat Islam.
  • Francis Xavier. Adalah orang yang mengkristenkan orang-orang di negara Jepang.
  • Robert di Nobili. Adalah orang yang mengkristenkan India.
  • Matteo Ricci. Adalah orang yang mengkristenkan Cina

Konferensi-konferensi Kristenisasi supaya kristenisasi berhasil, maka diadakanlah konferensi-konferensi yang membahas tentang masalah-masalah tersebut. Konfrensi tersebut diselenggarakan dengan berpindah-pindah dari satu negeri ke negeri lain. Di antara konfrensi-konfrensi yang telah dilaksanakan oleh mereka adalah sebagai berikut :

  1. Konfrensi Kairo. Pada tahun 1906 yang dipimpin oleh Samuel Zwemer. Konfrensi ini di hadiri oleh 62 orang, terdiri dari laki-laki dan perempuan. Dalam konfrensi ini Zwimer menyerukan agar diselenggarakan sebuah konfrensi yang menghimpun organisasi-organisasi misionaris protestan untuk memikirkan tentang penyebaran Injil di kalangan ummat Islam.
  2. Konfrensi Missi Kristen Internasional di Edinburg Scotland tahun 1910. Konferensi ini dihadiri oleh delegasi-delegasi dari 159 organisasi misi Kristen di dunia.
  3. Konfrensi Misi Kristen di Lucknow, India tahun 1911. Zwemer juga hadir dalam konferensi ini.
  4. Konfrensi Bairut tahun 1911.
  5. Konfrensi Gereja Protestan tahun 1977 di Swiss. Konferensi ini dihadiri oleh 50 orang.
  6. Konfrensi Colorodo 15 oktober 1978. konferensi ini adalah tindak lanjut dari konferensi sebelumnya. Tema konfrensi ini adalah Konfrensi Amerika Selatan untuk Mengkristenkan Ummat Islam. Pesertanya sebanyak 150 orang. Konfrensi ini berlangsung secara tertutup, berlangsung selama dua pecan. Dalam konfrensi dihasilkan dana sebesar satu miliar dolar AS untuk program kristenisasi.
  7. Konferensi Internasional untuk Kristenisasi yang diselenggarakan di Swedia pada bulan Oktober 1981. Di bawah pengawasan dewan Federal Lutherian. Konferensi ini menghasilkan sebuah kajian kritis tentang gerakan kristenisasi untuk kawasan Negara-negara Pakistan, India, dan Bangladesh.
  8. Konfrensi Baltimore di Amerika Serikat tahun 1942. konferensi dihadiri oleh Ben Gurion, pemimpin Zionis Yahudi yang bercita-cita mendirikan Negara Israel Raya.

Konfrensi-konfrensi di atas hanyalah bagian kecil dari beberapa konfrensi yang dilaksanakan oleh para misionaris. Masih banyak lagi konfrensi-konfrensi misionaris yang tak dapat disebutkan. Sebelum perang dunia ke dua, konfrensi misionaris biasanya dilaksanakan pada tahun-tahun yang tidak tetap. Akan tetapi, setelah perang dunia kedua, konfrensi tersebut dilaksanakan satu kali setiap enam atau tujuh tahun,

Cara-cara Kristenisasi

Ada dua cara yang dilakukan orang Kristen dalam melakukan kristenisasi. Pertama dengan cara ghazwu al-askari (perang fisik) dan yang kedua adalah dengan cara ghazwu al-fikr (perang pemikiran). Cara yang pertama dilakukan dengan cara terang-terangan. Biasanya cara ini dilakukan terhadap daerah umat Islam yang keimanannya sangat kuat, tidak bisa diruntuhkan melalui budaya, ataupun dengan transformasi ideology. Contoh kecilnya, seperti apa yang telah dilakukan Amerika terhadap Afganistan dan Iraq. Kaum muslimin di Afganistan dan Iraq keimanan atau keislamannya sangat kuat, tidak bisa diruntuhkan dengan ideology ataupun budaya. Sehingga untuk mengkristenkan mereka, tidak mau tidak harus dengan cara perang fisik, bukan dengan cara perang pemikiran.

 

Cara yang kedua (gazwu al-Fikr) biasanya dilakukan terhadap daerah umat Islam yang mudah ditembus dengan budaya atau ideology. Hal ini bisa kita lihat di daerah Indonesia. Orang-orang Kristen di daerah seperti ini tidak akan melakukan kristenisasi dengan cara perang fisik, tetapi cukup dengan cara perang pemikiran. Melakukan penyerangan-penyerangan terhadap keimanan atau keislaman kaum muslimin dengan budaya dan ideology-ideologi yang bukan dari ajaran Islam.

 

Sebelum tahun 1965, kristenisasi dilakukan dengan cara yang pertama. Statement seperti ini, bisa dilihat dari usaha-usaha orang Kristen terhadap orang Islam. Misalnya, pada tahun 1499, penduduk muslim Spanyol di perangi dan diberi dua pilihan oleh pemerintahan Kristen Ferdinand dan Isabell; pindah agama atau dideportasi (di usir dari Negara yang bersangkutan). Namun karena upaya tersebut seringkali gagal, maka atas usulan Raja Lois IX, cara kristenisasi mulai dirubah. Kristenisasi dengan cara perang fisik/militer, tidak efektif. Dengan perang fisik, ummat Islam tidak akan kalah. Lois yang pernah dipenjara oleh kaum muslimin, menyadari bahwa kekuatan umat Islam bukan dari aspek senjatanya saja. Meskipun mereka menggunakan senjata yang sederhana dari pada yang digunakan kaum Kristen, namun kenyataannya kaum muslimin tetap menang. Bagi Lois, factor yang sangat dominant yang menyebabkan kaum muslimin tak dapat dikalahkan adalah ruhul jihadnya yang sangat tinggi. Oleh karena itu, Lois menyarankan, jika ingin mengalahkan kaum muslimin, dan menjadikannya Kristen, bukan dengan cara memerangi mereka dengan militer. Tapi, yang harus dilakukan adalah bagaimana agar ruh jihad yang dimiliki oleh kaum muslimin itu menjadi lemah atau bahkan hilang sama sekali dari jiwa kaum muslimin.

 

Kristenisasi bagi kaum kristiani, merupakan ibadah yang harus dilakukan, karena hal tersebut diperintahkan oleh Tuhan Yesus, seperti yang tercantum dalam Markus;16; 15; Lalu ia berkata kepada mereka; Pergilah ke seluruh dunia, beritakan Injil ke semua makhluk. Namun, Rivised Standar Version, suatu lembaga di Eropa yang bertugas untuk menyelidiki kebenaran Bibel, menghapus ayat ini. Karena ayat tersebut tidak terdapat dalam manuskrip kuno Codex Vaticanus dan Codex Sinataicus, dua manuskrip yang menjadi sumber Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru (Bibel). Keputusan yang diambil oleh lembaga RSD sangatlah tepat, karena menurut Injil Matius 10; 5-6 dan 15; 24 :

“Yesus hanya diutus kepada bangsa Israel. Artinya agama Kristen yang kalau memang benar dibawa oleh Yesus, hanya diperuntukkan kepada bangsa Israel. Dengan begitu, maka seharusnya kristenisasi tidak boleh dilakukan terhadap bangsa di luar Israel.”

Meskipun demikian, kaum kristiani tetap saja melakukan hal tersebut. Bahkan di era modern ini, mereka malah semakin intensif dan dengan cara yang sistematis. Mereka akan melakukan berbagai cara untuk menjadikan bangsa-bangsa (dunia) di bawah naungan Tuhan Yesus Kristus, meskipun harus berpura-pura pindah agama.

 

Adalah Paulus yang mengajarkan kepada kaum kristiani, cara-cara yang jitu untuk membawa manusia kedalam ajaran Kristen. Paulus seringkali berpura-pura masuk agama orang yang akan diajaknya menjadi seorang Kristen. Jika Paulus berdakwah kepada orang-orang Yahudi, maka dia akan seperti orang Yahudi, jika dia berdakwah kepada orang-orang yang berada di bawah naungan hokum taurat, dia akan seperti orang tersebut, dan seterusnya begitu (Korentus; 9; 19-23). Diakui atau tidak oleh orang-orang Kristen, cara seperti inilah yang menyebabkan agama Kristen berkembang. Oleh karena itu, Paulus mengajarkan kepada para misionaris (orang yang bertugas menyebarkan agama Kristen) supaya melakukan cara-cara yang telah dilakukannya. Jika akan memurtadkan umat Islam maka para misionaris harus berpura-pura, atau seperti orang yang memeluk agama Islam.

 

Selain Paulus, figure kristenisasi yang sangat berpengaruh terhadap gerakan ini adalah Samuel Zwemer. Kontribusinya sangatlah besar bagi kesuksesan kristenisasi di dunia. Teori-teorinya seringkali digunakan oleh para misionaris. Ada beberapa hal yang dianjurkan Zwemer agar kristenisasi berhasil, yaitu:

  • Orang Kristen harus meyakinkan umat Islam bahwa orang-orang Kristen bukanlah musuh mereka. Teori ini juga sebenarnya merupakan realisasi dari anjuran Paulus.
  • Kitab suci Injil harus disebarkan dalam bahasa-bahasa umat Islam.
  • Mengkristenkan umat Islam harus dengan perantaraan seorang utusan dari mereka sendiri dan dari barisan mereka sendiri.
  • Tumbuhkanlah dalam hati kaum muslimin, kecenderungan terhadap ilmu-ilmu Eropa dari pada ilmu-ilmu keislaman

Cara seperti itu, mulai dilaksanakan oleh para misionaris. Di Indonesia saja, membedakan ulama dengan Pendeta bagi orang awam sangatlah sulit. Bagaimana tidak, ada pendeta yang penampilannya seperti ulama. Dia memakai peci, baju gamis, dan berdo’a seperti seorang muslim.

 

Selain cara seperti itu, ada juga aliran (sekte) Kristen, yang meniru ajaran Islam. Seperti yang telah terjadi belum lama ini di Jakarta. Ada aliran Kristen yang melakukan tata cara ibadahnya meniru ibadah shalat kaum muslimin, Injilnya diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, membacanya seperti bacaan qira’at al-Quran. Jika dalam Islam ada lomba tilawah al-Quran, mereka juga menirunya dengan mengadakan lomba tilawah Injil. Jika dalam Islam ada yang disebut Nasyid, kelompok musik yang membawakan lagu-lagu bernuansa Islami dengan alat musik khas tradisional Islam. Maka mereka juga menirunya dengan membuat kelompok nasyid, hanya saja mereka membawakan lagu-lagu bernuansa kristus, yang diambil dari kitab Bibel.

 

Ummat Islam haruslah berhati-hati dalam menghadapi problema tersebut. Jangan sampai terjebak dengan hasutan-hasutan misionaris. Dan harus diingat, bahwa yang diinginkan oleh para misionaris adalah bukan hanya menjadikan umat Islam pindah agama dari Islam ke Kristen. Tapi yang paling terpenting dari upaya kristenisasi ini, sebagaimana dikatakan oleh Samuel Zwemer adalah untuk menjauhkan umat Islam dari agamanya, bahkan kalau bisa menjadikannya seorang ateis. Kalau umat Islam sudah jauh dari agamanya, bisa saja umat Islam sendiri yang nantinya akan menghancurkan agamanya.

 

Untuk menjadikan umat Islam jauh dari agamanya, seringkali kaum kristiani memasukkan ideology-ideologi barat, hampir ke seluruh aspek kehidupan umat Islam. Terutama dalam bidang pendidikan. Umat Islam dididik dari kecil, mulai dari pendidikan dasar sampai kepada perguruan tinggi, dengan ideology-ideologi Barat, sehingga intelektualitas, yang seharusnya berguna bagi Islam, malah sebaliknya. Sebagai contoh, jika anak-anak Madrasah Ibtidaiyah atau Sekolah Dasar (SD) ditanya asal mulanya manusia, maka kita akan mendapatkan jawaban “Nenek moyang kita adalah Kera”. Disadari atau tidak, ideology tersebut sangat kontras dengan ajaran al-Quran dan al-Sunnah. Karena, al-Quran menjelaskan kepada kita, bahwa nenek moyang kita adalah Nabi Adam, yang mana dia itu bukan berasal dari kera.

 

Dan yang paling berbahaya bagi umat Islam adalah jika rencana Zwemer yang kedua berhasil (mengkristenkan umt Islam melalui perantaraan seorang muslim). Apalagi kalau yang menjadi perantaraannya itu adalah seorang muslim yang berpengaruh di masyarakat (ulama) dan memiliki intelektul keislaman yang tinggi.

 

Tak sedikit kaum intelektual yang mengatasnamakan sebagai seorang muslim, namun seringkali pemikirannya malah merusak Islam. Hal ini harus dipikirkan solusinya, jika Islam tidak ingin rusak oleh pemeluknya sendiri. Salah satu cara yang harus kita lakukan untuk mengatasi problematika ini adalah dengan memperdalam ajaran Islam secara intensif yang bersumber dari al-Quran dan al-Sunnah. Berpegang teguh kepada al-Quran dan sunnah adalah satu-satunya cara, agar kita tidak terjebak oleh hasutan-hasutan misionaris.

Media dan fasilitas kristenisasi

Sarana atau media yang digunakan para misionaris sangatlah banyak. Selain media, fasilitasnya pun tidak ketinggalan. Media dan fasilitas yang digunakan mereka seringkali mengungguli yang dimiliki kaum muslimin. Ini dapat dilihat dari berbagai sarana dan fasilitas mereka yang serba lengkap. Bayangkan saja, gereja yang mereka bangun misalnya, bukan hanya digunakan untuk tempat ibadah saja, akan tetapi, gereja juga dijadikan sebagai pusat informasi, mereka lengkapi dengan computer, internet dan lain sebagainya. Ini sangatlah jauh berbeda dengan tempat ibadah kita. Masjid yang kita miliki mungkin hanya dilengkapi dengan alat komunikasi saja, seperti telepon. itu pun tidak efektif. Karena telepon yang ada di Masjid sangat jarang digunakan untuk mengadakan hubungan kerja sama dengan Masjid yang lainnya.

Kristenisasi di Indonesia

Lembaga-lembaga Kristen sering kali mengirimkan utusan (misionaris) ke berbagai Negara untuk menyebarkan agamanya. Menurut Detroit News Issue of Sunday, para misionaris di seluruh dunia mencapai 212.250 orang. Ini mencakup 170 ribu Katolik dan 42.250 Protestan. Sekarang para misionaris di seluruh dunia berjumlah 220 ribu orang. Ini mencakup 137 ribu Katolik dan 82 ribu Protestan.

 

Negara Afrika merupakan salah satu Negara yang cukup banyak dikirim misionaris. Menurut penelitian terdapat 119 ribu misionaris di sana. Oleh karenanya, tidaklah mengejutkan kalau di Negara Afrika Selatan, yang mayoritasnya beragama Islam, dipimpin oleh seorang yang beragama Kristen.

 

Selain Afrika, Indonesia juga merupakan Negara yang menjadi sasaran kristenisasi terbesar bagi kaum misionaris. Selain karena mayoritas penduduknya pemeluk agama Islam terbesar di dunia, Indonesia juga merupakan Negara yang kaya sumber alamnya. Logisnya, jika Indonesia berhasil dijadikan Negara Kristen, maka dana untuk kepentingan agama Kristen akan sangat besar. Karena akan didapatkan dari kekayaan alam Negara Indonesia yang melimpah. Tak heran kalau ada statement “Negara Indonesia akan dikristenkan seluruh penduduknya pada tahun 2025”.

 

Tokoh kristenisasi di Indonesia adalah Snouck Hourgronye. Dia pura-pura masuk Islam dan pergi ke Mekah. Namanya diganti menjadi Abdullah. Mendapat surat legitimasi dari seorang ulama di Mekah, namanya Abdullah bin Zaini bin Dahlan, untuk mengajarkan agama Islam di Indonesia. Dalam melaksanakan misinya, Horgronye menggunakan taktik Gold stone, seorang tentara Inggris yang bertugas memimpin penjajahan di Mesir. Yaitu, dengan cara memadamkan dakwah Islamiyah dan menjauhkan umat Islam dari al-Quran dan al-Sunnah.

 

Langkah Horgronye dilanjutkan oleh Hamran Ambrie, seorang murtadin yang mati pada tahun 1988. cara yang digunakan orang ini lebih bahaya dari pada para misionaris sebelumnya. Ambrie menggunakan ayat-ayat al-Quran untuk membuktikan kepada kaum muslimin akan kebenaran agama Kristen. Dia tafsirkan ayat-ayat al-Quran dengan hawa nafsunya.

Proyek-proyek Kristenisasi

  1. Proyek Yeriko, suatu proyek tempat dididik tenaga misi dalam rangka persiapan sebagai penginjil, untuk melayani suku-suku di Indonesia terutama suku sunda.
  2. Proyek Lazarus adalah misi untuk menjangkau orang miskin, anak jalanan dan para pemulung
  3. Potani (Program Tanam Indonesia) sebuah visi untuk menjangkau petani
  4. Pota (Pelayanan Orang Tua Asuh), proyek untuk menjangkau anak-anak sekolah yang kurang mampusalah satu contohnya yaitu Yayasan Selamat Pagi Indonesia, Bhakti Luhur, Sang Timur, Ciputra, Bina Bangsa, dan berbagai yayasan yang dibentuk dengan seakan-akan membawa misi nasionalisme dan pluralisme
  5. Habakuk ialah proyek do’a yang bertujuan untuk memobilisasi para pendo’a safaat dalam rangka menggenapkan amanat Agung untuk menciptakan jiwa-jiwa baru

Rencana Penginjilan

Rencana pemurtadan dengan cara ini mulai dirancang tahun 2000, dengan selogan “Gerakan Kepedulian Suku Terabaikan 2000”. Dimulai dari Menado pada tanggal 20-23 Maret, sekitar 340 peserta dari 32 denominasi gereja, 24 Yayasan badan misi dan 6 sekolah theologia, berkumpul untuk merumuskan rencana ini.

 

Di Bogor pada tanggal 19-23 Juni, diadakan konsultasi kasih peduli nasional dengan tema Partnership in Mission. Acara ini dihadiri oleh 740 orang pemimpin gereja dari Indonesia dan 7 negara, di antaranya Amerika, Inggris, Australia, New Zealand, Singapura, Pilipina dan Papua Nugini.

Di Malang, tanggal 25-28 Agustus, sekitar 200 hamba Tuhan dari 41 denominasi Gereja dan Yayasan yang ada, bertemu dalam konsultasi Kasih. Acara ini diselenggarakan untuk mengasihi enam suku, yang nantinya akan dimasukan ke dalam agenda World Mission.

Lembaga Misi yang Aktif di Jawa Barat

Ada beberapa lembaga atau yayasan yang menjadikan Suku Sunda sebagai sasaran utama kristenisasi. Karena suku sunda menurut Hendrik Kromer adalah suku terbesar di dunia tapi sangat sedikit yang percaya terhadap kristus. Tak heran kalau kini di Jawa Barat terdapat 2000 pos pemurtadan. Selain mendirikan pos, sekarang para pendeta sedang giat-giatnya menerjemahkan Injil ke dalam bahasa Sunda. Kemudian mereka membagikan terjemahan Injil tersebut secara gratis.

 

Salah satu lembaga yang aktif dalam misi kristenisasi untuk Jawa Barat adalah World Mission Doulus, salah satu yayasan yang bertugas mengkristenkan 125 suku di Indonesia. Yayasan ini pernah menyelenggarakan kebaktian masal di Istora Senayan pada awal Mei 1999, semua orang Sunda yang beragama Kristen hadir di acara ini.

 

Beberapa lembaga penginjilan internasional yang membidik urang Sunda, di antaranya adalah :

  1. Joshua Project, lembaga penginjilan internasional yang menargetkan komunitas etnis mayoritas nonkristen di seluruh dunia. Orang Sunda tak luput dari bidikannya, karena dianggap sebagai salah satu kelompok minoritas, dengan populasi Kristen kurang dari 2 persen.
  2. Beja Kabungahan(Lampstand), lembaga yang dirintis sejak tahun 1969 oleh misionaris Amerika ini memfokuskan pendirian gereja dan penginjilan kepada suku Sunda di Jawa Barat.
  3. Partners International(Mitra Internasional), lembaga yang berbasis di Spokane, Washington ini juga menargetkan suku Sunda, Jawa Barat. Dalam operasinya, mereka bekerja melalui Evangelical Theological Seminary Indonesia (ETSI) dan Persekutuan Kristen Sunda.
  4. Frontiers, sebuah organisasi berbasis di Arizona ditujukan untuk menyebarkan kekristenan kepada umat Muslim di Jawa Barat.
  5. Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia (LPMI), perwakilan dari lembaga penginjilan internasional The Orlando. Di Jawa Barat LPMI sangat aktif menyebarkan misi di kampus-kampus. Bulan Desember 2006 kelompok LPMI Malang Jatim bikin geger dengan melakukan ritual mengusir setan penghuni Al-Qur’an. Buntut pelecehan agama ini, 11 orang pendeta ditangkap dan divonis penjara masing-masing 5 tahun.

Selain itu, dua lembaga Kristen yang melakukan penginjilan secara radikal di Bekasi adalah Yayasan Mahanaim dan Yayasan Bethmidrash Talmiddin.

 

Ada beberapa media dan fasilitas yang paling banyak digunakan dan dianggap paling efektif untuk kristenisasi. Yaitu :

  1. Media Pendidikan dan Propaganda

Pendidikan merupakan media yang paling banyak digunakan oleh misionaris untuk kegiatan kristenisasi.hal ini mereka wujudkan dengan mendirikan sekolah-sekolah di tengah umat Islam. Supaya rencana kristenisasi melalui media ini berhasil, sekolah-sekolah yang mereka bangun, biasanya jauh lebih lengkap dibandingkan dengan sekolah-sekolah Islam. Sehingga sarana dan fasilitas yang mereka tawarkan seringkali menarik minat para orang tua muslim untuk menyekolahkan anaknya ke lembaga milik mereka dibandingkan menyekolahkan anaknya ke pesantren.

 

Para misionaris sangat gemar menggunakan media pendidikan untuk mengkristenkan kaum muslimin, meskipun harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal. Mr. Nibrouse, Rektor Universitas Bairut Amerika tahun 1948 pernah berkata :

Fakta telah membuktikan, pendidikan adalah sarana paling mahal yang telah diperalat para misionaris Amerika untuk mengkristenkan Suriah dan Libanon”.

Melalui pendidikan para misionaris berharap agar generasi Islam, jauh dari pemahaman keagamaannya. Setiap hari mereka dididik dengan ilmu-ilmu umum, dan kalaupun mereka memberikan mata pelajaran agama, yang mereka ajarkan bukan tentang agama Islam, akan tetapi tentang agama Kristen. Anak-anak muslim yang sekolah di sana, didoktrin dengan ajaran-ajaran al-Kitab (Bibel). Sehingga sebanyak 4000 pelajar Islam yang sekolah di lembaga milik Kristen berpindah agama menjadi kaum kristiani. Oleh karenanya, pada saat RUU sisdiknas yang isinya menguntungkan bagi umat Islam akan disahkan di DPR, mereka menolaknya dengan keras, karena mereka takut akan kehilangan satu cara untuk mengkristenkan umat Islam.

 

BEKASI SURGANYA PEMURTADAN
Jika dirunut, insiden Ciketing adalah proses konflik yang sangat panjang dan tak bisa dipisahkan dari banyaknya kasus kristenisasi yang menyulut gesekan antarumat beragama. Di Bekasi itu, para penginjil radikal melakukan kristenisasi dengan segala cara, termasuk menipu dan melecehkan agama lain. Inilah beberapa kasus kristenisasi di Bekasi sebelum pecahnya insiden Ciketing:
1. Sekolah Teologi ‘Pemurtadan’ Edhie Sapto
Pendeta berdarah Madura ini mendirikan Yayasan Kaki Dian Emas (YKDE), berlokasi di rumahnya, Kom­pleks Galaksi Jl Palem F-844 kelurahan Jaka Mulya, Bekasi Selatan. Dari komplek ini Edhie Sapto melakukan banyak kegiatan penginjilan, antara lain: penerbitan majalah Midrash Talmiddim, produksi CD qasidah kristiani, dan mengadakan Sekolah Alkitab Terampil dan Terpadu (SATT).
– See more at: https://www.arrahmah.com/read/2010/12/30/10494-inilah-kasus-kasus-kristenisasi-di-balik-insiden-ciketing.html#sthash.YP34EZ7b.dpuf

Bekasi Surganya Pemurtadan

 

Jika dirunut, insiden Ciketing adalah proses konflik yang sangat panjang dan tak bisa dipisahkan dari banyaknya kasus kristenisasi yang menyulut gesekan antarumat beragama. Di Bekasi itu, para penginjil radikal melakukan kristenisasi dengan segala cara, termasuk menipu dan melecehkan agama lain. Inilah beberapa kasus kristenisasi di Bekasi sebelum pecahnya insiden Ciketing:

  1. Sekolah Teologi ‘Pemurtadan’ Edhie Sapto

Pendeta berdarah Madura ini mendirikan Yayasan Kaki Dian Emas (YKDE), berlokasi di rumahnya, Kom­pleks Galaksi Jl Palem F-844 kelurahan Jaka Mulya, Bekasi Selatan. Dari komplek ini Edhie Sapto melakukan banyak kegiatan penginjilan, antara lain: penerbitan majalah Midrash Talmiddim, produksi CD qasidah kristiani, dan mengadakan Sekolah Alkitab Terampil dan Terpadu (SATT).

 

Secara terang-terangan, pendeta mantan pembunuh bayaran ini mewajibkan para mahasiswa SATT untuk mengkristenkan umat Islam minimal 5 orang sebagai syarat kelulusan. Program ini diumumkan secara terbuka di majalah: “Program SATT : Pengutusan siswa/siswi SATT dalam rangka mencari jiwa minimal lima jiwa dari saudara sepupu sebagai salah satu syarat kelulusan yang ada di Manado, Cilacap, Madura, Lampung dan Riau” (Midrash Talmiddim edisi 4, hal. 44).

 

Di majalah Midrash Talmiddin yang menjadi corong YKDE, secara berkala Edhie Sapto mengupas islamologi, yang ciri khasnya adalah mendiskreditkan Islam. Misalnya: menyatakan Allah dalam Al-Quran itu tidak Maha Peng­ampun dan tidak mem­berikan petun­juk; menuduh Nabi Muham­mad pernah jadi orang kafir; Muhammad seorang pemarah; Nabi Muhammad tidak memiliki mukjizat, dll.

 

Untuk memuluskan penginjilan melalui seni budaya, Edhie Sapto dan anak buahnya menerbitkan kaset dan CD audio qasidah kristiani, yaitu lagu-lagu doktrin Kristen berbahasa Arab dengan iringan irama padang pasir, agar bisa diterima oleh umat Islam. Beberapa judul lagu Qasidah tersebut antara lain: Isa Almasih Qudro­tulloh, Allahu Akbar, Laukanal­lohu Aba’akum, Isa Kalimatullah, Ahlan Wasahlan Bismi­robbina, Nahmaduka Ya Allah, dll. Dengan intensitas penginjilan beridiom keislaman tersebut, kelompok Edhie Sapto mengklaim berhasil mengkristenkan minimal 50 orang dalam satu tahun. (Midrash Talmiddim edisi 3, hal. 15).

 

  1. Blog Santo Bellarminus Menantang Perang

 

Blog Santo Bellarminus Bekasi ini sangat provokatif. Dalam blog bertitel “Habisi Islam di Indonesia” ini diposting tulisan dan foto-foto yang ditujukan untuk membangkitkan amarah umat Islam. Misalnya, dalam pesan berjudul “Habisi Islam di Indonesia!!” yang diposting hari Rabu, 21 April 2010 pukul 02:05 dengan gambar foto kitab suci Al-Qur’an dengan sampul warna hijau yang dimasukkan ke dalam WC. Foto penghinaan ini diberi komentar sarkasme yang sangat tidak senonoh.

 

Penulis Blog Bellarminus ini menamakan diri berasal dari Gerakan Membasmi Islam (GMI) ini juga mencaci-maki Allah SWT, Nabi Muhammad dan ayat-ayat Al-Qur’an dengan kata-kata yang hina dan jorok. Setelah puas mencaci maki Islam, blog Bellarminus mewajibkan umat Islam untuk pindah agama menjadi Kristen atau Katolik. Ia juga bersumpah untuk mengganyang Islam dari muka bumi.

  1. Pelajar Kristen Lecehkan Al-Qur’an dengan Pose “Fuck You” – See more at: https://www.arrahmah.com/read/2010/12/30/10494-inilah-kasus-kasus-kristenisasi-di-balik-insiden-ciketing.html#sthash.YP34EZ7b.dpuf
  2. Melalui Medis

Selain pendidikan, media yang sering mereka gunakan adalah pelayanan-pelayanan kesehatan (medis). Hal ini direalisasikan dengan mendirikan rumah sakit-rumah sakit dan mendatangkan dokter-dokter ahli ke kawasan muslim. Dokter-dokter yang ditugaskan sangat antusias sekali menjalankan misi ini. Mereka siap dengan bekal yang memadai, ditopang dengan sarana dan dana yang besar. Sehingga Paul Horisson, seorang dokter yang merangkap misionaris, dalam bukunya yang berjudul “Dokter di Negara-negara Arab” menulis; “Kami siap berada di Negara-negara Arab untuk menggiring penduduknya menjadi Kristen”.

 

Tak sedikit dokter-dokter Kristen yang memanfaatkan kesempatan dalam praktiknya untuk memasuki misi kristiani ke telinga dan hati umat Islam. Setiap pagi, sesudah bangun tidur, mereka membacakan ayat-ayat Injil di samping pasien muslim, diberi do’a-do’a dan lain sebagainya. Hal ini seharusnya menjadi pelajaran bagi umat Islam, agar kalau sakit, tidak masuk ke rumah sakit Kristen. Karena, selain akan dikristenkan, dana yang dihasilkan dari rumah sakit tersebut, sekitar 10-20% dialokasikan untuk membuat gereja dan misi kristenisasi.

  1. Aktivitas Sosial

cara ini biasanya dilakukan dengan menyediakan perumahan-perumahan Mahasiswa/i, mendirikan klub-klub, membuat hotel, panti jompo, penampungan anak yatim dan gelandangan, mendirikan perpustakaan-perpustakan misionaris, menggarap nelayan dan tukang becak dengan memberikan pinjaman uang atau warung nasi yang harganya murah dan yang paling penting adalah mereka menggunakan pers sebagai alat kristenisasi.

 

Formasi Pedang Salib di Masjid Agung Bekasi

 

Belum reda panasnya penghujatan terhadap Islam di blog Bellarminus, sepekan kemudian Kristen radikal kembali memancing amarah umat Islam. Di pelataran Masjid Agung kebanggaan umat Islam Bekasi itu, mereka melakukan pawai berkedok Karnaval antinarkoba yang digelar dalam  rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Ahad (2/5/2010), dengan membawa panji-panji kristiani bertuliskan : Elshadai, Adonai, Yehova Rapha, Yehova Shalom, Yehova Nissi, Yehova Shammah, dll. Mereka juga membawa replica mahkota Paus dan bendera-bendera berlogo bintang David (David star).

 

Pukul 8.30 pagi saat jamaah Masjid Agung sedang khusyuk mendengar tilawah Al-Qur’an pada acara akad nikah, belasan peserta pawai memasuki pelataran masjid. Beberapa meter dari pintu utama masjid, mereka melakukan tari-tarian dan membentuk formasi “pedang-salib” menghadap ke barat. Sempat terjadi keributan, para satpam tak menahan para pembuat onar. Meski acara itu menghebohkan umat Islam seluruh Bekasi, namun pelakunya belum tersentuh hukum. Baik Ketua Panitia Wong Cahyadi maupun Benny Tunggul selaku koordinator lapangan acara tersebut, hanya dimintai keterangan oleh polisi tanpa mendapat sanksi apapun.

 

Mahanaim Membaptis Ratusan Umat Islam dengan Cara Menipu

 

Misionaris radikal Kelompok Mahanaim Bekasi menipu ratusan umat Islam untuk dibaptis massal di Perumahan Kemang Pratama Regency, sekitar lima ratusan warga Muslim di kawasan Senen, Jakarta Pusat diangkut ke kawasan elit Bekasi menggunakan 14 buah bus mini Kopaja. Mereka dijanjikan rekreasi, jalan-jalan dan renang gratis oleh para koordinator. Ternyata janji refreshing gratis itu bohong belaka. Mereka malah diboyong ke sebuah rumah tingkat beralamat di jalan Komala 2 di blok L nomor 14.

 

Warga yang sebagian besar ibu-ibu dan nenek-nenek berjilbab ini langsung digiring ke kolam renang yang tak seberapa luas. Ternyata rumah berlantai dua ini adalah milik Hendry Leonardi Sutanto, ketua Yayasan Kristen Mahanaim. Koordinator acara baptis massal tersebut adalah Andreas Dusly Sanau. Andreas adalah pengurus Mahanaim yang dua tahun sebelumnya, menjadi panitia acara “Bekasi Berbagi Berbahagia” (B3). Ahad 23 November 2008 silam, Mahanaim menipu umat Islam dengan kedok lomba tumpeng se-Bekasi yang akan dimasukkan ke MURI (Museum Rekor Indonesia). Ternyata pada acara tersebut peserta dimandikan di kolam buatan di lapangan sebagai prosesi pembaptisan. Para korbannya kebanyakan wanita dari anak-anak, remaja hingga nenek-nenek berjilbab

Antisipasi bagi umat Islam

Umat Islam harus bersikap preventif terhadap masalah ini agar tidak terjebak ke dalam misi mereka, apalagi kalau sampai berpindah agama. Salah satu cara untuk mengantisipasinya adalah mau tidak mau, umat Islam wajib memperdalam agamanya, mengkaji al-Quran dan al-Sunah secara intensif. Dan bagi yang sudah kuat pondasi keimanannya, dianjurkan untuk memperluas wawasan kristologi dengan baik.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.