Relawan HMI Peduli Lombok Soroti Trauma Healing Harus Intens dan Berkala Pasca Gempa

0
143

Oknews.co.id, Lombok – Bencana gempa bumi yang melanda Lombok telah berlangsung selama beberapa pekan lalu. Akibat dari gempa tersebut adalah hancurnya rumah dan hilangnya harta benda serta kerugian yang besar bagi warga Lombok.

Tak hanya kerugian yang bersifat materil tetapi juga kerugian yang bersifat non materil seperti trauma yang dirasakan bagi siapapun yang mengalaminya.

PB HMI 2018-2020 telah mendatangkan relawan yang tergabung dalam relawan HMI Peduli Lombok dari Jakarta dan beberapa daerah senusantara guna membantu meringankan beban warga Lombok (12/08). Keseluruhan tim relawan dibantu dikordinatori oleh Siti Nurfitriana selaku wabendum PB HMI bidang soskesmas.

Sementara itu dibagi sub bagian guna menangani para korban gempa Lombok. Sub bagian tersebut adalah Tim medis yang dikordinatori oleh Repil Ansen dan dibantu oleh dokter dan tim kesehatan lainnya. Kemudian untuk Tim Trauma Healing yang dikordinatori oleh Megawaty dibantu oleh tenaga yang fokus pada bidang psikologi dan konseling, diantaranya adalah susanti dan teman-teman HMI dari cabang Mataram.

Lalu yang terakhir adalah tim logistik yang dikordinatori oleh Kurniana dan beberapa tim yang fokus pada pendistribusian bantuan seperti selimut, bahan makanan, pakaian dan terpal. Tim logistik ini selain mendistribusikan barang bantuan juga bertugas mendirikan tenda dan inventarisir daerah terkena gempa. Beberapa dari tim ini adalah Amar Ma’ruf, M. Rony, Susanti, Saddam Syarif, Zuhelmi dan Harmiati yang kesemuanya terdiri dari Pengurus Besar HMI.

Siti Nurfitriana memaparkan bahwa dalam tim medis telah memepersiapkan seorang dokter guna memantau kesehatan dan penanganan pertolongan pertama pada korban gempa.

“Kami menghadirkan dokter dari PB HMI langsung namanya dokter Reza. Fokusnya ya untuk periksa kesehatan, merawat luka para korban, dan memberikan obat serta vitamin gratis untuk warga, lalu untuk tim healing kami dibantu oleh Mega yang memang konsen dengan psikologi khusus bantu penguatan mental, dan saya sendiri juga ikut bantu karena dari latar belakang konseling.” Tutur mahasiswa pasca sarjana UNJ tersebut.

Sementara itu Megawaty ikut memaparkan bahwa saat ini yang memang sangat diperlukan para korban adalah seputar logistik makanan dan perawatan medis. Untuk sesi trauma healing nampaknya belum kondusif untuk dilakukan.

“Kami memberi CISM (Critical Insiden Stress Managemen) pada survivor gempa di Lombok baik anak-anak maupun orang dewasa. Tapi sepertinya hal tersebut belum kondusif untuk diberikan saat ini meskipun sudah kami lakukan bersama tim. Hal tersebut karena gempa susulan yang terjadi terus menerus. Jadi ketika mereka merasa sudah agak baikan krn diberikan healing, akan timbul trauma-trauma baru yang disebabkan oleh gempa susulan tersebut.” Papar Mega Mahasiswi lulusan psikologi klinis UIN Syarif hidayatullah Jakarta itu.

“Tidak mudah memberikan penguatan mental pada survivor gempa saat ini, justru healing akan efektif dilakukan ketika gempa telah benar-benar dinyatakan oleh BMKG tidak akan terjadi lagi. Saat ini yang dibutuhkan para survivor adalah pemenuhan kebutuhan pangan, sandang dan papan sementara. Baru setelah mereka merasa aman dan baik, healing justru harus diberikan secara intens dan berkala.” Tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.