Resensi : Keajaiban Sedekah, Jalan Menuju Kaya

0
150

Oleh Bahrus Surur-Iyunk

Sebelum menjadi seperti sekarang ini, memiliki toko apotek tak pernah sepi pelanggan, dulunya Dhina hanyalah seorang pegawai honorer di suatu instansi pemerintah. Dia bekerja sebagai tenaga kesehatan di salah satu rumah sakit milik pemerintah kabupaten. Saat ada pendaftaran CPNS, ia ditakdirkan lolos seleksi dan resmi bekerja di Puskesmas di kecamatan. Berpindahnya tempat kerja ruapanya semakin membahagiakannya, karena semakin dekat dengan rumah tinggalnya.

Sudah sepuluh tahun dia mengabdi sebagai ASN. Kariernya lumayan bagus. Zona nyaman ia rengkuh, karena gaji bulanan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.  Dia tak ingin larut dalam kenyamanan pola kerjanya. Alhasil, dia putuskan untuk membuka apotek, terjun ke dunia bisnis jual beli obat yang kebetulan relevan dengan profesinya.

Apotek telah berjalan hampir lima tahunan. Sungguh, dulunya tidak mungkin, hari ini menjadi mungkin. Hidupnya berubah karena meningkatnya pendapatan. Jika sebelumnya hanya mengandalkan gaji bulanan, setelah mempunyai apotek, dia memiliki sumber panghasilan lain yang membuatnya mampu melakukan banyak lompatan dalam laku hidup.

Dia pun mendaftar haji. Secara materi dia mampu berangkat umroh, dan tak ragu bila harus memberangkatkan kedua orang tuanya sekalian pergi umroh. Dia berikan uang yang dibutuhkan untuk umroh kepada bapak ibunya. Bahkan, ia membantu modal kepada saudara-saudaranya. Suatu keputusan brilian, tanpa terlalu pikir panjang, apalagi banyak pertimbangan.

Pada prinsipnya, posisi yang dia capai, tidaklah datang tiba-tiba, apalagi instan. Ada proses yang ia lewati. Ada rangkaian jalan berbasis ketekunan plus kesabaran. Dia paham betul, kata kunci agar hidupnya senantiasa terasa mudah adalah pada bagaimana memperlakukan kedua orang tua dan tetap peduli kepada saudara-saudaranya. Dia meletakkan bakti kepada orangtua dan berbagai kepada saudara di atas kepentingan pribadi, bahkan untuk kesenangan diri sendiri.

Birrul waliddain dan dzawil-qurba menjadi hal paling pokok. Ia menjadikan orangtua segala-galanya. Restu orangtua berarti kunci bagi pembuka pintu-pintu kesuksesan pada karier, kelancaran bisnis, dan aspek–aspek lain yang menyangkut nasib laku kehidupannya.

Sehingga, ketika dia harus memberikan rezeki berupa uang kontan kepada kedua orang tua dan saudara-saudaranya, dia tidak pernah ragu, apalagi sampai membuat perhitungan untung-rugi. Dan inilah sedekah yang paling besar fadilahnya. Saat dia menjadikan sedekah kepada orangtua merupakan hal paling utama dan pertama.

Begitulah salah satu cara buku setebal 257 halaman ini memberi gambaran betapa “Tatkala memberi jangan pernah berharap kembali. Dan karena ada yang kembali atau tidak, mutlak itu urusan Illahi.” Buku ini bukan hanya melengkapi dengan kisah-kisah inspiratif, tetapi juga menjelaskan tentang apa itu sedekah, infak, zakat dan berbagai bentuk berbagi. Buku ini mengulas tuntas dan lengkap dengan dalil naqli, pendapat dan kisah-kisah yang memudahkan pembacanya dalam memahami.

Buku yang terbit pertama pada November 2020 ini seakan ingin menunjukkan betapa berbagi atau bersedekah itu bisa menyelesaikan masalah kehidupan. Tentu saja, dengan logika yang seringkali tidak bisa dipahami manusia secara rasional. Dalam bahasa buku inspiratif ini, sedekah bisa mengubah nasib seseorang. balasan bagi sedekah ini pun seringkali tak terduga dan lebih besar dari yang kita sedekahkan.

Hanya saja, buku ini memberi syarat mutlak yang tidak bisa diganggu gugat, bahwa sedekah itu harus didasarkan pada niat yang ikhlas lillahi ta’ala. Jangan ada sedikitpun harapan dan kepentingan dunia yang terselip dalam sedekah itu. Tanpa mengharapkan iming-iming dari orang yang diberi atau dari godaan dunia sedikitpun.

Sedikit terselip kepentingan duniawi, maka jangan berharap akan mendapatkan balasan itu dari Allah. mintalah balasan itu kepada Allah saja, jangan kepada manusia. Harapan dan iming-iming dunia itu bukan hanya dalam bentuk balasan harta benda, melainkan juga pujian, penghargaan, sanjungan, ingin dilihat orang lain, ingin didengar orang lain, agar diceritakan orang lain.

Menurut buku ini, setidaknya ada enam alasan mengapa seseorang harus bersedekah. Yaitu, karena bersedekah itu amalan utama; karena sedekah bisa melangitkan doa; karena bisa menentramkan jiwa; karena sedekah mendamaikan raga; karena sedekah bisa memantik keberhasilan dan kesuksesan; dan sedekah bisa membuka pintu berkah.

Tanpa mengurangi sedikitpun kehebatan buku ini, satu catatan bahwa bahasa tulis yang dipakai dalam buku ini kadang terasa bertele-tele. Kadang-kadang penjelsan yang semestinya bisa ditulis hanya dengan satu paragraph, oleh penulisnya ditulis menjadi dua paragraph, bahkan tiga. Namun, ini hanya terjadi pada satu dua cerita saja. Yang lainnya masih sangat aman dari “bertele-tele” tadi. Wallahu a’lamu.

 

Judul Buku      : Sedekah Pengubah Nasib, Membuka Jalan Rezeki dengan Banyak Memberi

Penulis             : Aditya Akbar Hakim

Penerbit           : Alifia Books Jakarta, November 2020

Tebal Buku      : xii + 257 halaman

 

Peresensi adalah Guru SMA Muhammadiyah I Sumenep, pecinta buku-buku inspiratif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.