Samsul Hadi: UMKM Jatim dan Era Discruption Economic.

0
128
Samsul Hadi Dosen UM Surabaya

OKNEWS.CO.ID – Bank Jatim dipimpin komisaris baru yang memiliki visi misi serta program kekinian guna menjawab tantangan kedepan dan memberikan seribu alternatif solusi bagi Bank Jatim khususnya, dan dunia perbankan pada umumnya, termasuk UMKM di Jawa Timur.

Hal tersebut disampaikan Samsul Hadi SE MM dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhamadiyah Surabaya (FEB UM Surabaya) saat dikonfirmasi Jumat (31/8/2018), tentang pergantian Komisaris Utama Bank Jatim yang baru yaitu DR H Akhmad Sukardi MM.

“Selamat kepada DR H Akhmad Sukardi MM atas jabatan barunya di komisaris utama Bank Jatim, semoga Bank Jatim kedepan terus meningkatkan kinerjanya sebagai mitra masyarakat Jawa Timur dan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi yang berkeadilan dan berdaulat,” ujarnya saat mengetahui informasi tersebut.

“Semoga komisaris yang baru ini, mampu berkolaborasi di berbagai sektor baik dinas terkait, pelaku usaha, dan perguruan tinggi di Jawa Timur,” tambahnya sambil menaruh besar harapan sebagai kelompok akademisi yang konsen dibidang ekonomi dan bisnis tersebut.

Samsul yang juga Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Sidoarjo menyadari, perekonomian global maupun nasional yang kurang stabil menyebabkan semua pelaku sektor kegiatan ekonomi sekarang ini berpacu dalam percepatan perubahan dalam era discruption economic.

“Kita semua optimis Jawa Timur tetap sebagai pilar utama kekuatan ekonomi nasional dengan pertumbuhan ekonomi 5.57% di triwulan II 2018,” jelas dosen muda yang juga pemilik bisnis kuliner Rumah Belut Sidoarjo tersebut.

Ia melanjutkan, apalagi Jawa Timur di topang pilar pondasi ekonomi yang semakin subur dan berkembangnya UMKM, kemudian Samsul memaparkan data, “Pada tahun 2006 jumlah UMKM 4,2 juta dan tahun 2012 meningkat menjadi 6.8 jt, jumlahnya terus meningkat pada tahun 2016 menjadi 12,1juta UMKM,” paparnya dengan menjelaskan data tersebut.

“Kita boleh bangga dan bersyukur tapi tantangan ke depan lebih kompetitif dan terbuka,” lanjutnya penuh optimis.

Samsul mengatakan, apapun capaiannya secara mendasar tujuannya adalah menciptakan kondisi pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang inklusi, “Artinya pertumbuhan ekonomi tersebut mampu mengentas atau mengurangi kemiskinan dan pengangguran bagi masyarakat Jawa Timur,” pungkasnya. (Udin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.