Sentuhlah Dengan Kasih Sayang

0
55

Oleh Nugraha Hadi Kusuma

Dalam membina keluarga, yang mana suami sebagai pembina yang bertanggung jawab dalam membentuk keluarga yang Islami, sudah tidak bisa di   pungkiri bahwasannya dalam pembentukannya pasti dihadapkan kepada suatu permasalahan, disini islam juga menganjurkan cara membina suatu keluarga agar tetap sakinah,mawaddah,warahmah yaitu dengan memperkokoh rasa cinta kita dan saling menjaga kehormatan.

Yang pertama dibina adalah istri, baik suami maupun istri harus senantiasa menjaga kehormatan atau harga dirinya. Seorang istri sebaiknya bila dipandang menyenangkan suaminya semua dilakukan dengan ikhlas serta saling menghormati dan menghargai. Allah SWT berfirman dalam surah an-Nisa’ ayat 19 :

وعاشروهن بالمعروف فان كرهتموهن فعسى ان تكرهوا شيئا ويجعل الله فيه خيرا كثيرا

“dan bergaulah dengan mereka menurut cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya.”

Firman Allah, “dan bergaullah dengan mereka secara ma’ruf” yakni, gunakanlah tutur kata yang baik kepada istri dan baguskanlah perilaku dan tindakanmu terhadap istri sesuai dengan kemampuanmu. Karena kamu ingin agar semua itu dilakukan oleh istrimu, maka istri kamu pun ingin agar semua itu dilakukan olehmu. Selanjutnya firman Allah “Jika kamu tidak menyukai mereka (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya.” Yakni, boleh jadi jika kamu bersabar menahan mereka, walaupun kamu tidak menyukainya, maka dalam perbuatan demikian terdapat kebaikan yang banyak bagi kehidupan dunia maupun akhiratmu.

Artinya disini ada penghargaan satu sama lain. Setiap manusia sangat merasa suka bila dirinya dihargai dan dihormati. Itulah makanya banyak sekali keutuhan rumah tangga memudar dikarenakan tidak adanya penghargaan ataupun penghormatan teradap pasangan kita. Menjaga rahasia dan tidak menyebarkan kekurangan pasangan masing-masing.

Allah berfirman surah Al-Baqarah ayat 187 :

هن لباس لكم وانتم لباس لهن

“mereka adalah pakaian bagi mu dan kamu adalah pakaian bagi mereka”.

Sehubungan dengan ayat diatas, Ibnu Abbas dan ulama lainnya berkata, “mereka dapat membuatmu tentram dan kamu pun dapat membuat mereka tentram. Secara singkat dapat dikatakan bahwa laki-laki dan perempuan dapat saling menggauli, menyentuh, dan mencampuri

Perumpamaan pakaian dalam ayat ini tidak hanya mengisyaratkan bahwa suami istri saling membutuhkan sebagaimana kebutuhan manusia akan pakaian, tetapi juga berarti bahwa suami istri menurut kodratnya masing-masing memiliki kekurangan sehingga harus dapat berfungsi menutup kekurangan pasangannya seperti layaknya pakaian yang menutupi aurat (kekurangan) pakaiannya.Seperti itu lah al-quran mengajarkan kepada kita bahwa diantara pasangan harus saling menjaga dan melindungi satu sama lain.

Setelah itu orang tua mempunyai kewajiban atau tugas yang sangat penting untuk mendidik anak. Anak adalah hasil dari perkawinan. Mereka adalah generasi penerus bagi seseorang setelah meninggalnya. Sesudah ibu meninggal seorang anak masih dapat hidup ditengah-tengah anak-anak dan cucunya untuk waktu yang lama. Jika tujuan utama dari perkawinan itu untuk mendapatkan seorang istri untuk bertempat tinggal dan merasa tentram dengannya, maka anak-anak itu sebagai suatu jalan memperteguh kedamaian dan ketentraman itu.

Sarjana-sarjana ilmu jiwa menyebutkan, bahwa perasaan yang tidak tentram selalu menimpa mahligai perkawinan, baik yang sudah lama atau yang baru berjalan. Maka anak-anak itulah yang bakal menggantikan perasaan yang tidak tentram itu.

Seseorang yang mencintai istrinya, boleh jadi karena diri istrinya atau karena mencintai anak-anaknya. Dari sini nyatalah bahwa peristiwa perceraian antara suami istri yang tidak mempunyai anak, bukan semata-mata disebabkan kepentingan anak-anak melainkan karena anak-anak itu dalam banyak hal membutuhkan perasaan cinta baru antara suami-istri.

Tanggung jawab ayah terhadap anak-anaknya sangat besar. Kenyataan tanggung jawab ini lahir dari kedudukan menurut kaca mata anak-anak, atau dari kedudukan anak-anak menurut kaca mata ayahnya. Kedudukan tersebut di jelaskan oleh Al-Quran dalam surah Nahl ayat72 :

والله جعل لكم من انفسكم ازواجا وجعل لكم من ازواجكم بنين وحفدة

“Allah menjadikan bagi kamu istri-istri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari istri-istri kamu itu anak-anak dan cucu-cucu”.

Sungguhpun anak-anak itu adalah anak-anak dari ayah dan ibu, tetapi dalam ayat yang mulia itu dilukiskan ikatan yang erat antara orang tua dan anak-anaknya, kemudian bertambah pula tanggung jawab. Hal ini tampak jelas ketika terjadi perceraian antara kedua suami istri, dimna si ayah tidak terlepas dari kewajibanya untuk menanggung nafkah pemeliharaan anak. Sementara itu, ibu boleh kawin lagi. Sehingga ia terlepas dari pemeliharaan anaknya.

Selanjutnya, pemberian nama anak rasulullah besabda “sesungguhnya pada hari kiamat nanti dipanggil dengan nama-namamu maka perbaguslah nama-namamu”. Pada sebagian keluarga, anak-anak diberi gelar dengan tujuan menjauhkan kejahatan atau hasad darinya. Hal ini adalah suatu masalah yang makruh dan patut dihapus secepat mungkin. Jika seorang anak itu dinamakan Umar atau tariq, atau lainnyamaka hendaklah dijelaskan kepada anak itu setelah dia mulai besar mengenai gambaran dari riwayat hidup Umar bin Khattab dan Tariq bin Ziyad, dengan harapan agar anak itu dapat mengikuti jejak langkah mereka.

Pendidikan islam sejak dini sangat penting terutama dalam membentuk karekter anak. Ketika ada kesalahan anak segera ditegur, namun tegurlah dengan cara yang baik, tidak dengan kekerasan karena generasi yang dibentuk dengan kekerasan akan menjadi pribadi yang keras juga.

Ajarkan anak untuk menjadi anak yang muttaqin yaitu senantiasa menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Demikianlah cara atau konsep pembentukan dan pembinaan keluarga dalam Al-Quran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.