Seri 9 Materi Pendidikan Pra Nikah: Walimatul Urs atau Resepsi Pernikahan

0
327

Oleh Uzlifah

Berikut kami sampaikan secara berseri tentang Materi Pendidikan Pra Nikah sesuai Arahan Menko PMK RI Prof. Muhadjir Effendy, Tulisan dari Pemateri Cendela Hati dan Tausiyah Pagi RRI Malang, Ketua MPK Aisyiyah Kota Malang dan Mantan Sekretaris Klinik Keluarga Sakinah, Insyaallah berkah

Diantara rangkaian pernikahan adalah walimatul urs, yaitu sebuah jamuan makan yang menghadirkan para undangan sebuah pernikahan.

 

  1. Makna Walimah

 

Kata walimah diambil dari kata Al-Walamu yang maknanya adalah pertemuan. Sebab kedua mempelai melakukan pertemuan.

 

Sedangkan secara istilah adalah hidangan / santapan yang disediakan pada pernikahan. Di dalam kamus disebutkan bahwa walimah itu adalah makanan pernikahan atau semua makanan yang untuk disantap para undangan.

 

  1. Hukum Mengadakan Walimah

 

Jumhur ulama mengatakan bahwa mengadakan acara walimah pernikahan adalah sunah muakkadah. Dalilnya adalah hadits-hadits Rasulullah SAW berikut ini :

 

Dari Anas bin Malik ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,Baarakallahu laka, Lakukanlah walimah meskipun hanya dengan seekor kambing (HR. Muttafaqun alaih)

 

Dari Buraidah ra berkata bahwa ketika ali bin Abi Thalib melamar Fatimah ra, Rasulullah SAW bersabda,”Setiap pernikahan itu harus ada walimahnya. (HR. Ahmad 5/359)

 

Al-Hafiz Ibnu Hajar mengomentari hadits ini dengan ungkapan la ba’sa bihi

 

  1. Waktu Penyelenggaraan

 

Tidak ada batasan tertentu untuk melaksanakan walimah, namun lebih diutamakan untuk menyelenggarakan walimah setelah dukhul, yaitu setelah pengantin melakukan hubungan seksual pasca akad nikah.

 

Hal itu berdasarkan apa yang selalu dilakukan oleh Rasulullah SAW, dimana beliau tidak pernah melakukan walimah kecuali sesudah dukhul.

 

  1. Hukum Menghadiri Walimah

 

Para ulama berbeda pendapat tentang hukum menghadiri undangan walimah. Sebagian mengatakan wajib / fardhu `ain, sebagian lagi mengatakan fardhu kifayah dan sebagian lagi mengatakan sunnah.

 

4.1.. Fardhu ‘Ain

 

Yang mengatakan fardhu `ain berdalil dengan hadits berikut ini :

 

Apabila kamu diundang walimah maka datangilah. (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Makanan yang paling buruk adalah makanan walimah, bila yang diundang hanya orang kaya dan orang miskin ditinggalkan. Siapa yang tidak mendatangi undangan walimah, dia telah bermaksiat kepada Allah dan rasul-Nya. (HR. Muslim)

 

4.2. Fardhu Kifayah

 

Sedangkan yang mengatakan fardhu kifayah berlandaskan kepada esensi dan tujuan walimah, yaitu sebagai media untuk mengumumkan terjadinya pernikahan serta membedakannya dari perzinaan. Bila sudah dihadiri oleh sebagian orang, menurut pendapat ini sudah gugurlah kewajiban itu bagi tamu undangan lainnya.

 

Sedangkan yang mengatakan sunnah berlandaskan kepada argumen bahwa pada hakikatnya menghadiri walimah itu seperti orang menerima pemberian harta. Sehingga bila harta itu tidak diterimanya, maka hukumnya boleh-boleh saja. Dan bila diterima hukumnya hanya sebatas sunnah saja.

 

  1. Yang Harus Diperhatikan

 

Dalam prakteknya, sering kita dapati orang begitu semangat untuk mengadaan walimah sehingga terkadang sampai melewati batas kewajaran dan mulai memasuki wilayah yang sebenarnya tidak lagi sesuai dengan rambu-rambu syariah.

 

Perintah walimah dengan makan-makan tentu tidak berarti kita dibenarkan untuk menghambur-hamburkan harta. Sebab orang yang menghambur-hamburkan harta termasuk saudaranya syetan.

 

5.1. Jangan Berlebihan

 

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُواْ إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا

 

Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (QS. Al-Isra` : 27)

 

5.2.  Bukan Untuk Gengsi

 

Apalagi bila tujuannya sekedar gengsi dan ingin dianggap sebagai orang yang mampu, padahal semua itu dengan berhutang. Tidak perlu mengejar gengsi dan sebutan orang, juga jangan merasa menjadi dianggap pelit oleh orang lain. Kita keluarkan harta untuk walimah semampunya dan sesanggupnya. Kalau tidak ada, tidak perlu diada-adakan. Sebab yang penting acara walimahnya bisa berjalan, karena memang anjuran dari Rasulullah SAW.

 

Dalam kenyataannya, hal yang termasuk perlu kita kritisi adalah sikap mengharapkan adanya uang di angpau / amplop yang diselipkan para tamu. Bahkan dengan tidak malu-malu dituliskan di kartu undangan sebuah pesan yang intinya tamu jangan bawa kado, tapi bawa uangnya saja. Biar tidak tekor alias rugi.

 

5.3. Hendaknya Dengan Mengundang Fakir Miskin

 

Juga jangan sampai walimah itu menjadi sebuah hidangan makan yang terburuk, yaitu dengan mengkhususkan hanya orang kaya saja dengan melupakan orang miskin. Maka sungguh acara walimah seperti itu adalah walimah yang paling jahat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

 

Dari Abi Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,`Makanan yang paling jahat adalah makanan walimah. Orang yang butuh makan (si miskin) tidak diundang dan yang diundang malah orang yang tidak butuh (orang kaya). (HR. Muslim)

 

Inilah walimah yang paling jahat dan alangkah sedihnya bila orang-orang miskin malah tidak dapat tempat, karena si empunya hajat hanya mengundang mereka yang perutnya sudah buncit saja. Maka marilah kita biasakan membuat acara walimah meski pun hanya sederhana saja

Namun sebelum menyiapkan rumah untuk pesta pernikahan, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, berikut beberapa hal penting yang perlu anda perhatikan :
1. Luas Ruangan
Tentukan ruangan yang akan dijadikan ruang utama untuk penyelenggaraan pesta pernikahan. Kemudian, pindahkan  sementara furnitur yang berukuran besar yang tidak digunakan dalam resepsi sementara ke ruangan lain dalam rumah yang tidak digunakan dan perhatikan juga luas rumah serta lahan di sekitar rumah untuk parkir kendaraan tamu. Jika kedua aspek tersebut sudah terpenuhi,
2. Pisahkan Tempat Pelaminan dengan Tempat Tamu
Demi menjaga kesakralan, buatlah tempat pelaminan agak berjarak dengan tempat tamu. Untuk memperindah pelaminan jangan lupa untuk mempercantiknya dengan dekorasi bunga-bunga yang segar.
3. Pastikan Tatanan Kursi Tamu Benar
Tata kursi menjadi hal yang tak kalah penting dalam penataan ruang pernikahan. Meski dianggap sepele, kesalahan kecil dalam penataan kursi tamu bisa sangat berpengaruh. Kesalahan penataan kursi tamu bisa mengakibatkan luas ruang tidak bisa dimaksimalkan, bahkan membuat ruang gerak tamu jadi sangat terbatas.
4. Sesuaikan Dekorasi dengan Tema Pernikahan
Berbicara mengenai penataan ruang pernikahan tentu tak lepas dari  tema dan dekorasi yang akan diterapkan. Untuk hal yang satu ini, jangan lupa untuk menyesuaikan dekorasi dan detail-detail yang akan diterapkan dengan tema pernikahan yang diusung.
Dekorasi dan detail yang sesuai dengan tema pernikahan yang diusung tentu akan memperkuat tema yang dipilih dan membuat pesta pernikahan terlihat lebih cantik dan sempurna karena harmoni yang terbentuk dari setiap detail unsur dekorasi.
5. PilihlahVendor yang Tepat
Untuk mewujudkan pesta pernikahan yang istimewa dan berkesan walaupun hanya diadakan dirumah, pemilihan vendor adalah hal yang terpenting. Vendor yang telah berpengalaman dan memiliki produk yang berkualitas saat ini sulit untuk ditemui, tapi Anda tidak usah khawatir karena banyak penyedia jasa sewa tenda dan perlengkapan pesta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.