Sholikh: Mulut Sampah Ngabalin Waktunya Diberi Pelajaran

0
109
Sholikhul Huda MFil, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur (PWPM Jatim).

OKNEWS.CO.ID – Mencermati perkembangan berita di media televisi dan media online terkait dinamika politik pencalonan presiden pada pemilu 17 April 2018 yang akan datang, antara poros Jokowi dan poros Prabowo, Angkatan Muda Muhammadiyah Jawa Timur (AMM Jatim) menyayangkan atas sikap dan ucapan politisi senior Ali Mochtar Ngabalin yang mengatakan ‘Mulut Amin Rais Kayak Comberan’.

Ujaran ini seharusnya tidak patut disampaikan oleh seorang Ali Mochtar Ngabalin sebagai politisi senior dan sesama Aktivis Muslim. Berbeda pandangan politik adalah hal wajar, tetapi harus tetap saling menghormati.

Hal tersebut disampaikan oleh Sholikhul Huda MFil aktifis AMM Jatim via telepon pribadinya, Rabu (8/8/2018) malam, di Surabaya.

Menyikapi fenomena tersebut Angkatan Muda Muhammadiyah Jawa Timur (AMM Jatim) meminta kepada Ali Muchtar Ngabalin untuk meminta maaf secara terbuka terkait ujaran kebencian kepada Amin Rais selaku sesepuh Persyarikatan Muhammadiyah. “Apa yang dilakukan Politisi senior itu jelas-jelas mencederai perasaan warga Muhammadiyah,” tegas Sholik yang juga Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur (PWPM Jatim)

Sholik melanjutkan, bahwa ujaran yang disampaikan Ngabalin sangat tidak sopan dan mengandung unsur ujaran kebencian.

“Ngabalin yang mengatakan ‘Mulut Amien Rais Kayak Comberan’ jelas tidak mencerminkan sikap politik santun beradab dan budaya ketimuran yang saling menghoramati dan ada unggah ungguh dengan orang tua,” terangnya.

“Ujaran Pak Ngabalin Justru cenderung memantik permusuhan dan menebar ujaran kebencian (red.Hate Speach). Juga merusak nama baik Pak Amin Rais,” lanjutnya.

Muchtar Ngabalin politikus yang selalu mengenakan simbol islam itu, imbuh Sholikh sangat tidak pantas menyerang pribadi seseorang, lebih-lebih kepada mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga tokoh reformasi dan mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI).

“Kami selaku aktifis AMM sangat menyayangkan pernyataan Ngabalin yang sangat tidak pantas diucapkan tersebut,” kata Sholikh menyesalkan sikap diluar kepatutan Ngabalin.

Pria berkacamata yang juga Ketua Forum Komunikasi Dosen Jatim itu tidak menampik adanya perbedaan sikap politik, hal itu merupakan hak setiap warga dan dijamin Undang-undang. Dinamika politik terutama tarik-menarik koalisi pengusung calon Presiden dan Wakil Presiden, poros Jokowi dan Probowo sebuah kelumrahan.

“Tetapi, manakala sudah menyerang pribadi seseorang tentu patut diluruskan,” tegasnya.

“Kita boleh berbeda tapi tidak kemudian bebas ngomong seenaknya sendiri, menyinggung perasaan orang lain,” tukas Sholikh mempersoalkan ketidakpantasan ucapan seorang politisi senior yang sering mengenakan sorban putih tersebut.

Karena itu, Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur mendesak Ngabalin supaya meminta maaf secara terbuka kepada Pak Amin Rais selaku sesepuh Muhammadiyah.

“Omonganya sudah masuk pada ranah pencemaran nama baik dan ujaran kebencian,” kata Sholikh. “Mestinya politisi sekelas Ngabalin memberikan contoh bagaimana politik beradab dan beretika,” tandasnya.

Selanjutnya Sholik memberikan peringatan keras atas pernyataan Ngabalin tersebut.
“Kita tunggu iktikad baik dari saudara Ngabalin notabene sesama muslim,” ungkapnya.

“Jika tidak dihiraukan maka Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur akan melakukan upaya jalur hukum,” pungkasnya. (Udin & Raisul Haqi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.