So Sweet, Iman Kepada Allah

0
31

Oleh : Uzlifah

Pohon iman di hati berbuah manis? Bagaimana mungkin itu terjadi dan seperti apa rasanya? Untuk menjawab pertanyaan di atas, marilah kita renungkan makna beberapa hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada tiga sifat, barangsiapa yang memilikinya maka dia akan merasakan manisnya iman; menjadikan Allah dan rasul-Nya lebih dicintai daripada (siapapun) selain keduanya, mencintai orang lain semata-mata karena Allah, dan merasa benci (enggan) untuk kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan oleh Allah sebagaimana enggan untuk dilemparkan ke dalam api.”

Dan dari Al-’Abbas bin ‘Abdil Muththalib radiyallahu’anhu bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Akan merasakan kelezatan/kemanisan iman orang yang ridha kepada Allah Ta’ala sebagai Rabbnya dan Islam sebagai agamanya serta (nabi) Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai rasulnya.”

Dalam hadits shahih lainnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengucapkan do’a berikut,

اللَّهُمَّ زَيِّنَّا بِزِينَةِ الْإِيمَانِ وَاجْعَلْنَا هُدَاةً مُهْتَدِينَ

Ya Allah, hiasilah (diri) kami dengan perhiasan (keindahan) iman, serta jadikanlah kami sebagai orang-orang yang (selalu) mendapat petunjuk (dari-Mu) dan memberi petnjuk (kepada orang lain).

Ketiga hadits di atas, paling tidak, memberikan gambaran jelas bahwa pohon iman di hati orang yang beriman, jika pertumbuhannya benar dan sempurna, maka pohon itu akan menghasilkan buah yang indah dengan rasa yang manis dan lezat, dan ini dapat dirasakan oleh orang-orang yang beriman secara nyata.

Imam an-Nawawi – semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmatinya – ketika menjelaskan makna hadits yang kedua di atas, beliau berkata,

“Orang yang tidak menghendaki selain (ridha) Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan tidak menempuh selain jalan agama Islam, serta tidak melakukan ibadah kecuali dengan apa yang sesuai dengan syariat (yang dibawa oleh) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tidak diragukan lagi bahwa barangsiapa yang memiliki sifat ini, maka niscaya kemanisan iman akan masuk ke dalam hatinya sehingga dia bisa merasakan kemanisan dan kelezatan iman tersebut.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.