Survey Mawas Diri Pesantren, Dorong Tingkatkan Derajat Kesehatan Pesantren

0
49
Suasana interaktif Workshop di Pondok Modern Paciran Lamongan

Oknews.co.id – Lamongan, Survei Mawas Diri (SMD) dengan melakukan pengamatan dan wawancara kepada santri dan semua elemen di pesantren. Dari kegiatan tersebut peserta menemukan apa tantangan kesehatan dan fasilitas yang perlu ditingkatkan pesantren. Hasil dari SMD ini kemudian akan di bawa ke forum Musyawarah Masyarakat Pesantren (MMP) untuk dibentuk struktur pesantren sehat dan program-programnya.

 

Data-data dan informasi dari pesantren dan program-programnya juga bisa di input ke system informasi kesehatan pesantren (siskestren) untuk pengembangan kebijakan dan kegiatan lebih lanjut, kegiatan bagian dari aktifitas hari kedua assessment rutin pesantren bisa mendapatkan informasi status dan tantangan kesehatan di lingkungannya sehingga bisa merumuskan program dan prioritas yang tepat.

 

Dua hal ini yang dicoba untuk ditingkatkan melalui Workshop Pesantren Sehat yang dilakukan oleh MPKU dan LP2 PP Muhammadiyah didukung oleh Kemenkes di Pesantren Modern Muhammadiyah Paciran, 8-10 Oktober 2019.

Point  penting dari aktifitas kegiatan ini adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat adalah memberikan perhatian dan penekanan terhadap upaya promosi kesehatan dan pencegahan penyakit. Salah satu syaratnya adalah dengan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam melakukan assessment dan menggunakan potensi lokal untuk dalam upaya promotif dan preventif.

 

Selain survey mawas diri pesantren juga didorong untuk mengembangkan Taman Obat Keluarga (TOGA) dan menggunakan akupresure untuk mengatasi gangguan kesehatan ringan.

Erna dari seksi pengobatan tradisional dinas kesehatan kabupaten Lamongan menyatakan “Saat ini masyarakat cenderung terlalu mudah menggunakan obat-obatan kimia, padahal obat trasidional bisa menjadi solusi”

Masyarakat tidak menggunakan obat-obatan kimia secara eksesif dan mendahulukan penggunaan obat-obatan alami dan pengobatan alami seperti akupresure.

“Harapan kami masyarakat ingat memakai dulu TOGA dan akupresure sebelum mengkonsumsi obat-obatan kimia, karena dalam jangka panjang obat kimia pasti ada efek sampingnya” tambah Erna.

Secara umum  Hidayati, SKM, MKM, master of workshop Pesantren Sehat, peserta yang berproses dalam workshop ini mampu merumuskan tantangan dan prioritas kesehatan di pesantrennya masing-masing dan menindaklanjuti programnya.

“Dengan melakukan assessment dan nantinya melakukan musyawarah, peserta bisa membuat perencanaan matang untuk program pesantren sehat” kata Hidayati

Di sesi akhir peserta juga mengunjungi Pos Kesehatan Pesantren di pesantren Al Ishlah Sendangagung, Paciran dan meninjau preaktek pelaksanaan TOGA di pesantren tersebut.

Setelah melakukan workshop peserta diharapkan bisa mengembangkan perencanaan pesantren sehat, mengembangkan struktur dan membuat program untuk melaksanakan inisiatif pesantren sehat di pondok masing-masing.

(Azka/HR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.