Tabir Gelap Gerakan Reformasi Dikorupsi dan Keberlanjutan dari Gerakan Ini

0
282

Saya ingin mengigatkan kembali ke tahun lalu tepat pada tanggal 24 september 2019 terjadi demostrasi besar-besaran dinegeri ini yang kita sebut sebagai gerakan reformasi dikorupsi demontrasi ini meletus karena dipicu oleh beberapa undang-undang yang tidak pro kepada rakyat dan menguntungkan pemilik modal dan oligarki yaitu RUU KPK, RUU RKUHP, RUU PERTANAHAN, RUU SDA, RUU SBPB, RUU MINERBA dan mengesahkan RUU PKS dan PPRT  .  Dari hal tersebutlah timbul gerakan peralawanan dari mahasiswa, buruh, rakyat, pelajar, petani, nelayan dan berbagai elemen masyarakat sipil. Gerakan ini pecah ditandai dari berbagai demonstrasi yang ada di beberapa daerah seperti malang, Makassar, bogor, bandung, dan lain-lain. diawali dari beberapa aksi kamisan  di daerah-daerah dengan hastag REFORMASI DIKORUPSI yang akhirnya menimbulkan gerakan seperti dimalang pada tanggal 22 september 2019 di car free day ijen dengan menandatangi petisi tentang reformasi dikorupsi yang berlanjut pada tanggal 23 septmber 2019 terjadi demo di depan  DPRD KOTA MALANG dengan tuntun MOSI TIDAK PERCAYA kepada ANGGOTA DEWAN entah itu di derah ataupun pusat dan menuntut untuk seluruh elemen masyarakat sipil untuk bergambung dalam gerakan REFORMASI DIKORUPSI  dan menyatukan seluruh gerakan elemen masyrakat sipil terhadap berbagai tuntutan yang telah disepakti bermasa dan mendesak teman-teman mahasiswa, buruh, pelajar, petani, nelayan dan elemen masyarakat sipil untuk menduduki kantor DPR RI dijakarta dan membatalkan seluruh RUU yang tidak pro kepada rakyat dan mengesahkan RUU PKS. Hal tersebut akhirnya berdampak pada tanggal 24 september 2019 dimana terjadi gerakan serentak di berbagai daerah di Indonesia mulai dari makasar, bandung, malang, Yogyakarta, medan, solo, jombang, surabaya dan masih banyak lagi. Aksi yang berlangsung mulai tanggal 23 september 2019 sampai 30 september  2019 data tentang korban kekerasan aparat diseluruh daerah masih simpang siur dijakarta dari tulisan tirto yang saya kutip “ada 390 aduan tentang kekerasan yang dilakukan oleh aparat “.dan tentu masih terngiang dalam otak kita 5 orang pahlawan yang gugur karena kekerasan yang dilakukan oleh aparat mulai dari adanya pukulan benda tumpul sampai tembakan yang mengara kepada 2 mahasiswa di dari 5 korban tersebut yang sya kutip dari liputan 6.com “adalah Bagus Putra Mahendra (15), Maulana Suryadi (23) Akbar Alamsyah (19) Randy (22), dan Yusuf Kardawi (19)”. Dan kita juga tidak lupa dengan lutfi yang viral karena memegang bendera Indonesia saat demo yang sya kutip dari liputan 6.com  “divonis 4 bulan hukuman penjaraengan dakwaan Dia didakwa pasal berlapis yakni Pasal 212 KUHP juncto Pasal 214 KUHP atau Pasal 170 ayat 1 KUHP atau Pasal 218 KUHP”. dan dia mengungkapkan kekerasan yang terjadi ketika penyelidikan yang dilakukan oleh aparat seperti yang ditulis detik news “mengungkapkan bahwa ia sempat disetrum dan dipukul dalam introgasi yang dilakukan oleh aparat.” .

Sampai pada tanggal 30 september banyak elemen masyarkat sipil yang menarik diri dari gerakan reformasi dikorupsi tulisan tirto mengungkapkan bahwa “ gembosnya gerakan reformasi dikorupsi adalah keterlibatan kelompok CIPAYUNG  yang menyatakan sepakat dengan RUU KPK dan berbagai elemen BEM seperti BEM SI dan BEM RI,  yang sebagaian besar mengundurkan diri dari koalisi karena dianggap gerakan REFORMASI DIKORUPSI  ditunggungai oleh beberapa kelompok kepentingan da nada yang menyebut bahwa karena kekhawatiran jika terjadi bentrok kembali” ini menurut saya sangat menghianati perjuangan yang telah dilakukan bersama-sama oleh gerakan masyarakat sipil saya berbicara seperti itu karena tuntuan yang dilakukan belum satupun yang deterima malah manarik diri dari gerakan masyarakat sipil dan itu menurut saya bahwa ada yang menggerakan untuk mereka manarik diri dari koalisi masyrakat sipil yang kemungkina besar dilakukan oleh orang-orang yang berkuasa dan mendukung kubu status quo.

Dari persoalan reformasi dikorupsi yang belum selesai pemerintah malah mengeluarkan satu undang-undang yang akan memayungi berbgai undang-undang lainya yaitu omnibuslaw uu cipta lapangan kerja. Menurut saya ini adalah salah satu undang-undang cilaka yang akan mempermudah invesatsi untuk masuk, mengurangi hak buruh, adanya bank tanah yang akan menndiskriminasi petani, dan undang-undang yang mengarah pada sentralistik seperti ORDE BARU. oleh karena itu ini adalah alasan kuat untuk kita kembali berkumpul dijalanan tuntaskan gerakan yang sudah kita mulai bersama REFORMASI DIKORUPSI  untuk kawan kawan yang masih setia dijalan pedang pemberontakan segera rebut kekuasaan dari tangan-tangan BEM yang menjadi pelacur intelektual jika memnag tidak bisa dengangerakan  buttom up kita pakai up buttom kita bangun kembali gerakan ini karena sudah tidak ada alasan lagi untuk tidak membangkan sampai bertemu kembali dijalanan.

(Bima Satria/Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.