Teori Komunikasi dalam Al Quran

0
56

Oleh : Uzlifah

  • Qaulan sadidan yakni penyampaian pesan yang benar dan tepat dengan kondisi yang ada. Allah berfirman dalam surah an-Nisa’ (4) ayat 9:

“Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.”

  • Qaulan layyinan yakni penyampaian pesan yang lemah lembut, lunak, tidak memvonis, mengingatkan tentang sesuatu yang disepakati seperti kematian, dan memanggilnya dengan panggilan yang disukai. Allah berfirman dalam surah Thaha (20) ayat 44:

“Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.”

  • Qaulan ma’rufan yakni penyampaian pesan yang baik, ramah tidak kasar, tidak menyinggung perasaan orang, tidak kotor, dan tidak mengundang nafsu orang yang mendengarkan atau membacanya untuk berbuat jahat. Allah berfirman dalam surah an-Nisa’ (4) ayat 8:

“Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat, anak yatim dan orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekadarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.”

  • Qaulan maysuran yakni penyampaian pesan yang mudah, menyenangkan, memberikan harapan, kepada orang dan tidak menutup peluang komunikan untuk mendapatkan kebaikan. Allah berfirman dalam surah al-Isra’ ayat 28:

“Dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dar Tuhanmu yang kamu harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang pantas.”

  • Qaulan kariman yakni penyampaian pesan yang mulia dan berharga, lawan dari kata murahan atau tidak punya nilai. Allah berfirman dalam surah al-Isra’ ayat 23:

“Dan Tuhamnu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu. Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”

  • Qaulan tsaqilan yakni penyampaian pesan yang berbobot dan penuh makna, memiliki nialai yang dalam, memerlukan perenungan untuk memahaminya, dan bertahan lama. Allah berfirman dalam surah al-Muzzammil ayat 5:

“Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang benar.”

  • Qaulan balighan yakni perkataan yang sampai pada maksud, berpengaruh dan berbekas pada jiwa. Allah berfirman dalam surah al-Nisa ayat 63:

“Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka.”

  • Ahsanu qaulan yakni menyampaikan perkataan pilihan kata terbaik. Allah berfirman dalam surah Fushshilat ayat 33:

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.