Tingkatkan Persatuan & Kesatuan, Mahasiswa KKN UM Gelar Penyuluhan Anti Radikalisme dan Terorisme Di Desa Sukoanyar

0
44

Oknews.co.id, Malang – Dalam rangka meningkatkan kepekaan masyarakat desa Sukoanyar terhadap lingkungan sekitar dan orang-orang yang terindikasi ikut serta dalam gerakan radikalisme dan terorisme, maka pada hari Jumat (29/6) lalu Tim terpadu Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Malang (UM) setempat menyelenggarakan program penyuluhan anti radikalisme dan terorisme sebagai upaya menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.

Program ini diikuti oleh masyarakat setempat dengan jumlah peserta kurang lebih 50 orang yang bertempat di Masjid Jami’ Manarul Huda Desa Sukoanyar sekitar pukul 15.30-16.30 WIB sore hari.

Dalam pelaksanaannya, program penyuluhan anti radikalisme dan terorisme ini dihadiri oleh anggota Danramil Kecamatan Wajak yaitu Bapak Sudarso selaku pematerinya. Terkait pemaparannya, beliau menghimbau agar masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati.

“Masyarakat harus waspada terhadap orang-orang asing yang disinyalir mengikuti gerakan-gerakan ekstrim dan segera melaporkan kepada Babinsa atau perangkat desa sebagai antisipasi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan”, ujar anggota TNI AD tersebut.

Lebih lanjut, hal serupa juga diungkapkan oleh bapak Mat Sugeng selaku ketua Rw 06 Desa Sukoanyar terkait pentingnya penyuluhan tersebut.

“Penyuluhan anti radikalisme dan terorisme menjadi salah satu cara dalam memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai gerakan-gerakan radikal yang membahayakan persatuan dan kesatuan Indonesia, pengeboman yang akhir-akhir ini terjadi di Indonesia menjadikan masyarakat perlu meningkatkan keamanan di lingkungan sekitar”, ungkap beliau.

Terselenggaranya program kerja tersebut merupakan usaha bersama tim KKN Sukoanyar terutama sang ketua pelaksana, Vidia Maghfiroh Fadlilah. Dalam paparannya, gadis tersebut mengungkapkan tujuan dan harapan kedepan dari pelaksanaan program penyuluhan anti radikalisme dan terorisme tersebut.

“Kami menyelenggarakan program ini untuk tujuan meningkatkan kepekaan masyarakat terhadap lingkungan sekitar agar lebih mengetahui dan memahami dampak negatif dari adanya gerakan radikal dan terorisme. Selain itu menghimbau masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati agar tidak terjerumus bergabung dalam gerakan menyimpang tersebut. Harapannya program seperti ini akan selalu dilakukan setiap tahunnya oleh pihak desa agar memberikan wawasan kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan tanpa ikut terjerumus dalam gerakan radikalisme dan terorisme”, ujar mahasiswi jurusan Hukum & Kewarganegaraan tersebut. (Mohammad Khoirul Anas, dkk/ Ryn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.