TK Aisyiyah Bustanul Athfal Songsong Era 4.0

0
28

Oleh: Uzlifah

Dalam perkembangannya, seiring laju pertumbuhan penduduk dan angka partisipasi sekolah anak usia dini bertambah, pemerintah membuka kesempatan yang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk ikut berpartisipasi menyediakan layanan pendidikan bagi anak usia dini. Peluang tersebut disambut baik oleh pengelola sekolah, sehingga kita menyaksikan TK Aisyiyah Bustanul Athfal berkembang secara akseleratif. Iklim kompetitif ini akhirnya juga berimbas kepada TK Aisyiyah Bustanul Athfal dan berdampak terhadap menurunnya penerimaan jumlah murid di beberapa daerah.

Di tengah ketatnya kompetitor, TK Aisyiyah Bustanul Athfal memiliki sejumlah persoalan yang beragam dan harus segera dituntaskan. Kualitas Sumber Daya Manusia yang belum sepenuhnya sesuai standar merupakan persoalan utama yang masih banyak ditemukan di lapangan. Lambatnya regenerasi pendidik di TK Aisyiyah Bustanul Athfal menjadi salah satu lahan dakwah dan amaliah kader persyarikatan. Sehingga, Divisi PAUD Majelis Dikdasmen PP Aisyiyah tidak pernah lelah dalam melakukan penguatan dan upgrade kompetensi pendidik serta tenaga kependidikan melalui berbagai kegiatan seperti pendampingan, pelatihan, seminar dan workshop yang secara kontinuitas melakukan penyempurnaan kurikulum.

Memasuki fase awal abad kedua, setiap pengelola lembaga PAUD Aisyiyah harus berpikir cerdas dan melampaui jaman untuk menjadikan TK Aisyiyah Bustanul Athfal sebagai pilihan utama. Berpikir mengenai gerakan kemajuan telah dilakukan oleh Kiyai Ahmad Dahlan sejak awal, dengan mengadopsi kemajuan jaman dalam menggagas lahirnya Muhammadiyah. Berkemajuan bukanlah jargon baru, karena gerakan Muhammadiyah dan Aisyiyah sudah berkemajuan sejak awal, namun belakangan esensi berkemajuan atau pembaharuan tidak dipahami dengan baik sehingga terjebak pada rutinitas.

Refleksi yang bisa kita lakukan untuk menyongsong abad kedua, harus mengakui secara jujur bahwa pengelolaan TK Aisyiyah Bustanul Athfal selama ini hampir kehilangan ghiroh berkemajuan. Kerja-kerja kita belum seutuhnya dijalankan sebagai pengabdian, melainkan sekadar menggugurkan kewajiban, sehingga tidak berpikir untuk memformulasikan terobosan-terobosan baru dan inovasi dalam pembelajaran. Menjadi catatan penting juga dalam konteks demikian, bahwa kita hanya melakukan sesuatu yang tidak berorientasi ke depan hanya mengulang cara mengelola dan mengajar yang sama dari tahun ke tahun. Diksi mengenai berkemajuan menjadi tidak bermakna apabila kita tidak berkesadaran terhadap gejala-gejala krusial tersebut.

Sekarang merupakan saat yang tepat bagi setiap pengelola, pendidik dan tenaga kependidikan TK Aisyiyah Bustanul Athfal untuk melakukan refleksi ke tubuh lembaga sendiri dan berpikir melampaui jaman dalam rangka mengurai persoalan yang mendera PAUD Aisyiyah. Prioritasnya bukan lagi menambah jumlah TK Aiysiyah Bustanul Athfal, tetapi bersama-sama berpikir untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran serta mengembangkan profesionalisme dalam pengelolaan PAUD Aisyiyah yang telah tumbuh berkembang di tengah masyarakat Indonesia. Bagian akhir dari refleksi kita tentu saja tentang harapan bersama bahwa masyarakat mengenal TK Aisyiyah Bustanul Athfal bukan karena keberadaannya dalam kuantitas saja, tetapi menjadi terdepan dengan keunggulan secara kualitas.

Dengan demikian, let’s move on dalam menyongsong TK Aisyiyah Bustanul Athfal abad kedua harus percaya dan bangga (trust and pride) bahwa amal usaha ini akan tetap konsisten dan eksis membangun negeri melalui kerja-kerja kolektif kolegial, pembagian wewenang secara jelas, setia dan profesional, tanggung jawab, adil dan transparan, saling menghormati, komunikatif dan kolaboratif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.