Unik, Bahasa Kasih Sayang Bahasa Bunda

0
138

Oleh: Uzlifah

Bahasa ibu sering disebut juga dengan bahasa daerah. Bahasa ibu adalah bahasa cinta atau bahasa kasih sayang. Wanita memang rahmat dari Allah, karena wanita hamba Allah yang penuh akan cinta dan kasih sayang. Rahmat wanita adalah takdir Allah, denganNya menitipkan Rahim. Rahim (penyayang atau kasih sayang).

Kita cermati contoh dialog anak dan seorang ibu. Keseharian bu yang sering berbicara frontal seperti marah dan mengomel. Maka dari itu, transfer kasih sayang itu dapat diterima secara berbeda untuk setiap anak, seperti tidak memahami ekspresi tubuh yang sulit diterima anak. Namun ada pertanyaan yang muncul kalau memang bahasa cinta, mengapa harus dipelajari? Toh dengan mencintai saja, hampir setiap orang dapat melakukannya.

 

Menjawab pertanyaan itu yaitu setiap hubungan harus ada sebuah komunikasi. Kenapa komunikasi? Karena manusia adalah makhluk sosial dan komunikasi menentuka kualitas hidup seseorang. Nah yang menjadi masalahnya adalah, ketika berkomunikasi terkadang anak tidak mendapatkan kecocokan  (tidak dapat menerima tranfer kasih sayang melalui ucapan tersebut).

Komunikasi dipengaruhi oleh emosi yaitu perasaan yang ada dalam diri kita baik positif maupun negatif. Namun apakah kita sudah mengenal macam-macam emosi kita?

 

Nah berbicara mengenai pengetahuan akan emosi kita, terdapat empat unsur yang harus kita pahami yaitu, (1) mampu mengenali emosi diri sendiri, (2) mampu mengelola emosi, (3) mampu mengelola emosi orang lain misal: kamu marah nak? iya, jawab sang anak. Ibu pun menanggapinya dengan, iya ibu juga pernah merasakan marah, (4) kelola emosi orang lain.

Sekarang bagaimana cara kita mengelola emosi anak? Caranya yaitu dengan, (1) mengidentifikasi macam-macam emosi anak, (2) melabelkan emosi misal, kamu marah ya? (lebih baik jangan) diganti dengan kamu sedang tidak enak hati ya?, (3) respon emosi (tangkap emosi) yaitu ketika seorang anak sedang marah, berikan ia waktu untuk mengelola marahnya (diamkan saja) , karena jika tidak akan menimbulkan perilaku tak baik selanjutnya (seperi berkata kotor, dan menendang-nendang), (4) mengajarkan mengelola emosi pada anak dengan cara memahaminya yaitu adek sedang marah? Jangan menendang-nendang seperti itu dong.

Saat kita atau anak dalam keadaan bahagia, informasi atau ilmu akan mudah diserap. Belajar di rumahpun gampang, prestasi juga baik tidak perlu mengikuti bimbingan belajar. Karena mereka mampu memahai setiap informasi yang didukung dengan suasana yang menyenangkan. Ketika panik informasi susah diterima. Anak akan panik dan mengambil keputasan yang kerilu. P

erasaan berpengaruh pada perkembangan kecerdasan, kepribadian, dan hubungan sosial. Pentingnya mengungkapkan perasaan yaitu anak harus belajar mengekspresikan perasaan secara tepat dengan cara yang diterima lingkungan. Mengungkapkan perasaan tersebut diimbangi dengan bahasa tubuh. Maka jadilah Ibu yang cerdas maka bahasanyapun akan mencerdaskan generasi yang diasuhnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.