Waspada, Merapi Masuki Fase Erupsi

0
64

Oknews.co.id – Yogyakarta, Gunung Merapi saat ini telah memasuki fase erupsi 2021. Hal tersebut disampaikan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) dalam siaran informasi aktivitas terkini Gunung Merapi yang disampaikan secara daring pada Selasa (5/1/2021).

Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan jika sebelumnya Gunung Merapi telah mengalami fase erupsi pada tahun 2018 maupun tahun 2019.

“Secara teknis bisa kita katakan jika saat ini Gunung Merapi telah memasuki fase erupsi tahun 2021,” ujar Hanik Humaida saat memberikan keterangannya melalui siaran zoom pada Selasa (5/1/2021).

Fase erupsi Gunung Merapi tahun 2021 yang sudah dimulai ini masih dalam tahapan awal ekstrusi magma. “Meskipun, ini baru awal proses ekstrusi magma yang akan terjadi berdasarkan data seismik dan deformasi yang masih tinggi,” sambung Hanik.

Lebih lanjut, fase erupsi yang terjadi di Gunung Merapi sendiri ditandai oleh sejumlah aktivitas yang terjadi di Gunung Merapi. Di antaranya, keluarnya magma dalam tubuh Gunung Merapi. Terlebih, titik api diam juga sudah terpantau di Gunung Merapi serta guguran lava pijar yang sudah terjadi. “Lava pijar muncul dari dasar Lava 1997. Hal tersebut menunjukkan munculnya titik api diam dan lava pijar,” terang Hanik.

Selain titik api diam, Hanik membeberkan jika terdapat gundukan baru yang ada di Gunung Merapi. Letaknya berada di bibir kawah Lava 1997. Akan tetapi, Hanik belum bisa memastikan jika gundukan tersebut merupakan indikasi munculnya kubah lava di fase erupsi 2021.

“Keberadaan material baru ada di bibir kawah pada lava 1997 sebelah barat daya. Sehingga saat muncul langsung runtuh ke bawah. Lokasi Lava 1997 itu berada di bibir kawah, sehingga setiap ada material baru tidak bisa mengumpul dan kemudian runtuh,” ungkap Hanik.

Adapun, Hanik menegaskan jika kubah lava tidak serta merta terbentuk di kawasan Lava 1997. Potensi terbentuknya kubah lava di tengah kawah juga masih ada. Prinsip dari munculnya kubah lava sendiri, lanjut Hanik, yakni mencari titik lemah dan saat ini titik lemah berada di Lava 1997.

“Kita harus perhatikan kalau berkembang, ya artinya ini kubah lava baru. Walaupun, kami masih harus pantau, karena ini secara fisik magma baru yang atasnya masih ada material lama. Di tengah kawah ada retakan. Jadi, masih ada kemungkinan kubah lava muncul di tengah kawah. Tapi ini masih awal,” jelasnya.

Terkait dengan perilaku erupsi Gunung Merapi, Hanik juga tidak memungkiri perbedaan perilaku erupsi Merapi tahun 2021 jika dibandingkan dengan erupsi tahun 2006.

“Sekarang (fase erupsi 2021) ada indikasi magma ke permukaan tapi vulkanik dangkal dan deformasi masih terjadi. Sedangkan, erupsi 2006 adalah pada saat magma menuju permukaan, munculnya kubah lava itu gempa fase banyak (MP) masih meningkat tapi deformasi dan vulkanik dangkal berhenti,” papar Hanik.

Berdasarkan catatan dari BPPTKG, Hanik menegaskan jika erupsi tahun 2021 tidak akan sebesar erupsi tahun 2010. “Dari data yang ada erupsi tidak lebih besar dari 2010,” imbuhnya.

“Sampai saat ini aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih tinggi. Secara teknis bisa dikatakan saat ini Gunung Merapi sudah memasuki fase erupsi 2021,” kata Hanik.

Namun, dia menekankan, ini baru awal indikasi proses ekstrusi magma yang akan terjadi berdasarkan data seismik dan deformasi yang masih tinggi. Tapi, Hanik turut mengingatkan, masih ada kemungkinan terjadinya erupsi eksplosif.

Hanik menyebut, lava pijar diperkirakan sudah beberapa kali terjadi. Namun, pemantauan lava pijar Senin malam dari pos-pos pengamanan Gunung Merapi, tidak bisa dilakukan secara maksimal karena tertutup kabut tebal.

Terkait kubah lava baru, dia mengatakan, memang masih harus dipantau karena jika dilihat fisik di atas magma baru ini masih ada material lama. Namun, Hanik menegaskan, jika terus berkembang berarti itu memang kubah lava baru.

Senada, Kasi Gunung Merapi BPPTKG, Agus Budi Santoso menuturkan, saat ini Gunung Merapi sudah memasuki fase yang baru yaitu erupsi 2021. Fenomena utama tetap pengamatan terhadap aktivitas api diam dan lava pijar.

“Tapi, rekomendasi tetap dipertahankan karena masih ada potensi erupsi eksplosif dari data-data pemantauan yang ada. Jadi, rekomendasi BPPTKG berdasarkan skenario erupsi eksplosif masih dipertahankan,” kata Agus

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.