Wow, 817 M Anggaran Pilgub Jatim

0
340

Oknews.co.id, Surabaya – Pascadisetujuinya besaran anggaran yang akan digunakan pada Pilkada mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim menargetkan dapat mencairkan anggaran pada Agustus 2017. Saat itu juga menjadi waktu tahapan Pilkada 2018 dimulai.
Hal ini diutarakan Komisioner KPU Jatim, Dewita Hayu Shinta, Sp MSi, Kamis (13/4/2017).
Shinta menyebutkan pada bulan tersebut KPU Jatim rencananya memulai tahapan awal Pilkada.
Di antaranya, dengan merekrut sejumlah perangkat pemungutan suara hingga pemuktrahiran data pemilih sementara.
“Untuk periode tahapan awal akan kami mulai pada Agustus hingga September. Sedangkan untuk hari H pemilihannya kemungkinan ada di pertengahan 2018,” ujar Shinta saat ditemui di kantornya, Kamis (13/4/2017).
Untuk besaran anggaran yang akan digunakan pada Pilkada Jatim mencapai Rp817 miliar.
“Besarannya telah disepakati, dan kami tinggal menyesuaikan dengan beberapa detail anggaran,” ujarnya.
Besaran tersebut sedikit lebih kecil dibandingkan dengan jumlah anggaran yang diusulkan kepada pemerintah daerah Jatim.
Sebelumnya, KPU Jatim mengusulkan anggaran sebesar Rp857 miliar.
Namun, KPU Jatim telah melakukan sejumlah penyesuaian. Di antaranya dengan memotong anggaran yang digunakan untuk sosialisasi.

“Misalnya pengadaan untuk umbul-umbul dan banner sosialisasi (bukan kampanye) di keluarahan/desa. Itu kami hilangkan,” kata Shinta.
Berharap Tepat Waktu
Waktu pencairan anggaran PIlkada di harapkan dapat berjalan tepat waktu. Sebab, pembahasan ini telah berlangung sejak tiga tahun silam. Pembahasan ini bukan hanya dengan jajaran eksekutif, namun juga legislatif.
Khusus dengan jajaran legislatif, pembahasan yang dilakukan terkait dengan anggaran skema multiyears yang harus disiapkan tiap tahunnya guna pesta demokrasi lima tahunan ini.
“Dewan perlu tahu berapa jumlah saving yang harus disiapkan untuk tiap tahunnya. Kmai telah melakukan pembasahan dengan mereka sekitar lima kali,” kata Shinta.
Usulan anggaran ini telah disesuaikan dengan berbagai pertimbangan. Yakni, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT), jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS), hingga jumlah Kepala Keluarga (KK).
Juga potensi peserta kandidat calon kepala daerah yang akan mengikuti pilkada tersebut.
Pada Pilkada mendatang, KPU Jatim menganggarkan sesuai dengan potensi jumlah maksimal peserta kandidat yakni enam pasang.
“Pertimbangan ini juga disesuaikan dengan jumlah kursi dewan yang mengusung hingga potensi calon dari perseorangan,” pungkas Shinta.