Zainuddin Maliki: Keberpihakan Kepada Rakyat Adalah Utama

0
105

Oknews.co.id – Pada pemilu 2019 yang akan datang warga Muhammadiyah harus mampu memberikan sumbangan bagi lahirnya pemimpin yang baik, yang bekerja berdasarkan hati nurani bukan berdasarkan Ambisi melanggengkan kekuasaan Semata. Hal itu dikemukakan oleh Profesor Doktor Zainuddin Maliki MSI dalam kajian ideopolitor yang diselenggarakan oleh pimpinan cabang Muhammadiyah Babat Lamongan , Ahad (11/10/18).

Menurut Zainuddin Pemimpin yang baik itu, pemimpin yang bisa menjalankan kekuasaannya berdasarkan suara hati nurani sehingga tidak ada kendala dan ganjalan politis maupun psikologis untuk memikirkan masa depan rakyat kecil.

Wakil ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur itu mengatakan ” Pemimpin yang menjalankan kekuasaannya hanya berdasarkan kepada Ambisi melanggengkan kekuasaan cenderung untuk meninggalkan aspirasi dan kepentingan rakyat kecil dan hanya mempertimbangkan kepada mereka yang kuat secara material dan finansial.”

Dia menuturkan bahwa mereka hanya mencukupi kebutuhan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat ekonomi kuat dan tidak mau mendengar jeritan rakyat kecil seperti jeritan petani yang menghadapi buruknya infrastruktur irigasi dan sering mengalami kelangkaan pupuk di lapangan

Karena itulah maka calon legislatif DPR RI nomor 2 dari Partai Amanat Nasional daerah pemilihan Lamongan – Gresik itu berharap agar masyarakat pada pemilu 2019 mendatang memilih pemimpin yang punya hati nurani,

Prof. Zainudin Maliki bersama peserta Kajian di Babat

“Saya berharap warga persyarikatan Muhammadiyah nanti memilih pemimpin pada pemilu 2019 berangkat dari hati nurani agar bisa kita miliki pemimpin yang punya pemihakan yang jelas kepada rakyat kecil.” Ujar Professor yang merakyat ini

 

Pemimpin yang baik menurut Zainuddin yaitu menjalankan kekuasaannya berdasarkan suara hati nurani sehingga tidak ada kendala dan ganjalan politis maupun psikologis untuk memikirkan masa depan rakyat kecil,” tegas Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya dua periode 2003 – 2012 itu.(Ifah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.